BOGOR – Dalam upaya menjaga kualitas dan kontinuitas hafalan kitab suci, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Lentera Generus Pesanggrahan yang berada di bawah naungan PC LDII Pesanggrahan, sukses menyelenggarakan kegiatan Ikhtibar Penghafal Al-Qur'an pada Kamis hingga Jumat (2–3/7/2026). Bertempat di Royal Family Villa, Cisarua, Kabupaten Bogor, agenda tahunan ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang evaluasi teknis, melainkan juga wahana mempererat ikatan emosional antar-santri melalui sesi keakraban di tengah sejuknya udara pegunungan.
Evaluasi Ketat dengan Pendekatan Kekeluargaan
Sebanyak 20 santri pilihan yang merupakan bagian dari generasi penerus (generus) binaan TPQ Lentera Generus mengikuti ujian hafalan ini dengan penuh antusias. Untuk menjamin akurasi penilaian serta objektivitas hasil, pihak penyelenggara menerjunkan tim penguji yang terdiri dari 12 orang guru berkompeten. Para penguji tidak hanya menitikberatkan pada kelancaran hafalan, tetapi juga pada ketepatan tajwid dan makhrajul huruf.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral lembaga dalam mencetak penghafal Al-Qur'an yang berkualitas tinggi. Menariknya, ketegangan ujian berhasil diredam dengan konsep acara yang santai namun tetap khidmat. Panitia sengaja memadukan sesi ujian dengan berbagai kegiatan refreshing guna menyegarkan kembali pikiran para santri setelah berbulan-bulan bergelut dengan target hafalan yang padat.
Pesan Spiritual: Al-Qur'an sebagai Benteng Karakter
Ketua TPQ Lentera Generus Pesanggrahan, H. Sudiyono, yang hadir langsung menutup rangkaian kegiatan, memberikan suntikan motivasi yang menggugah nurani para peserta. Beliau mengingatkan bahwa pencapaian hari ini barulah langkah awal dari sebuah perjalanan spiritual yang panjang. Baginya, menjaga hafalan jauh lebih menantang daripada saat menghafalnya pertama kali.
"Saya berpesan kepada seluruh anak-anakku agar senantiasa menjaga konsistensi ibadahnya. Hafalan yang sudah diujikan pada hari ini harus terus dijaga, rajin diulangi (muraja'ah), dan bahkan ke depannya harus terus ditingkatkan hafalannya," ujar H. Sudiyono di hadapan para santri.
Sudiyono juga menyoroti dinamika pergaulan remaja saat ini yang kian kompleks. Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an mampu menjadi filter alami bagi anak-anak didiknya saat berinteraksi dengan dunia luar. Fondasi agama yang kuat diharapkan mampu menciptakan generasi yang tidak mudah goyah oleh tren negatif.
"Dalam bergaul di tengah masyarakat, kalian harus memiliki prinsip yang kuat. Jangan sampai terpengaruh oleh pergaulan yang buruk di luar sana. Sebaliknya, justru kalianlah yang harus bisa mewarnai lingkungan, membawa pengaruh positif, dan mengajak teman-teman yang lain agar ikut dalam kebaikan," tegas H. Sudiyono.
Membangun Generasi Tangguh dan Berakhlak
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini diakhiri dengan suasana penuh haru dan optimisme. Melalui perpaduan antara Ikhtibar dan Malam Keakraban, TPQ Lentera Generus Pesanggrahan berambisi melahirkan generasi muda yang seimbang secara intelektual dan spiritual. Harapannya, para santri ini kelak mampu tampil sebagai teladan (uswah) di lingkungannya masing-masing, membawa misi kedamaian dan kebaikan yang bersumber dari pemahaman Al-Qur'an yang mendalam.
Glossary Artikel:
- Ikhtibar: Istilah bahasa Arab yang berarti ujian atau evaluasi untuk mengukur sejauh mana penguasaan materi/hafalan.
- Muraja'ah: Aktivitas mengulang kembali hafalan yang sudah dimiliki agar tidak mudah lupa dan tetap terjaga kualitasnya.
- Generus: Singkatan dari Generasi Penerus, sebutan khas untuk pembinaan usia dini hingga remaja dalam lingkup LDII.
- Makhrajul Huruf: Tempat keluarnya bunyi huruf hijaiyah saat membaca Al-Qur'an dengan benar.
- Ukhuwah: Persaudaraan yang dijalin atas dasar kesamaan keyakinan atau kemanusiaan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.