Memperkuat Ukhuwah, LDII dan Muhammadiyah Gresik Jajaki Sinergi Strategis Program Keumatan

Memperkuat Ukhuwah, LDII dan Muhammadiyah Gresik Jajaki Sinergi Strategis Program Keumatan
  • Sinergi Lintas Organisasi: Upaya Nyata Membangun Solusi bagi Umat

    GRESIK – Langkah proaktif dalam mempererat tali persaudaraan antarorganisasi Islam kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Gresik. Pada Senin (15/6), jajaran pengurus LDII melakukan kunjungan silaturahim ke Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan sebuah ikhtiar strategis untuk menjajaki sinergi program keumatan yang diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas dan nyata bagi masyarakat di Kabupaten Gresik.

    Kehadiran rombongan DPD LDII Gresik ini disambut dengan tangan terbuka oleh pimpinan Muhammadiyah setempat. Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menitikberatkan pada peran organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam sebagai pilar penting dalam menyelesaikan berbagai problematika sosial dan keagamaan yang tengah berkembang.

    "Kami menyambut baik kunjungan jajaran DPD LDII Gresik. Organisasi kemasyarakatan Islam memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat dan menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat," ujar Ketua PDM Gresik, M. Toha Maksum.

    Toha Maksum juga menekankan betapa pentingnya menjaga kontinuitas komunikasi antarlembaga. Ia mendorong agar silaturahim semacam ini terus dirawat guna membuka ruang-ruang kolaborasi baru, di mana kedua organisasi dapat saling berbagi pengalaman dan program unggulan masing-masing demi kemaslahatan bersama.

    Visi Kebangsaan dan Ketahanan Pangan

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD LDII Kabupaten Gresik, Khusnul Hamidi, menyampaikan pandangannya mengenai urgensi harmoni antarorganisasi Islam. Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, baik dari sisi moral maupun ekonomi, terlalu besar untuk dihadapi sendirian. Oleh karena itu, semangat kolaborasi harus dikedepankan di atas perbedaan administratif organisasi.

    "Tantangan umat dan bangsa saat ini membutuhkan semangat kebersamaan serta kolaborasi yang semakin kuat. Silaturahim ini untuk menjalin ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah, sehingga tercipta kebersamaan dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa," jelas Khusnul Hamidi.

    Lebih lanjut, Hamidi memaparkan bahwa LDII secara konsisten mendorong program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan akar rumput. Salah satu isu krusial yang diangkat dalam pertemuan tersebut adalah mengenai ketahanan pangan. LDII memandang bahwa kedaulatan pangan merupakan fondasi stabilitas masyarakat yang harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.

    "Kami menyoroti tentang ketahanan pangan. LDII memandang isu tersebut sebagai tantangan yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan," tambah Hamidi. Melalui berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan, LDII berkomitmen untuk terus memotivasi masyarakat agar mandiri secara ekonomi sekaligus memperkuat jejaring pangan di tingkat komunitas.

    Pertemuan ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan dakwah dan pemberdayaan sosial di Gresik. Dengan adanya kesepahaman antara LDII dan Muhammadiyah, peluang terciptanya inovasi program yang inklusif dan solutif bagi pembangunan daerah kini terbuka lebar.

    Glossary Program Keumatan

    • Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan yang tumbuh berdasarkan kesamaan agama Islam.
    • Ukhuwah Basyariyah: Persaudaraan yang didasari atas nilai-nilai kemanusiaan universal tanpa memandang latar belakang.
    • Ukhuwah Wathaniyah: Persaudaraan yang dijalin atas dasar cinta tanah air dan semangat kebangsaan.
    • Sinergi Keumatan: Kerja sama terpadu antarlembaga untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup umat.
    • Ketahanan Pangan: Kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap individu yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.