Membentuk Karakter Unggul Sejak Dini, LDII Lamasi Sukses Gelar Festival Sepak Bola FORSGI di Luwu

Membentuk Karakter Unggul Sejak Dini, LDII Lamasi Sukses Gelar Festival Sepak Bola FORSGI di Luwu
foto: ilustrasi

LUWU – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Lamasi terus memperkuat komitmennya dalam membina generasi muda melalui jalur olahraga. Langkah nyata ini diwujudkan dengan menggelar Festival Sepak Bola yang bekerja sama dengan Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI). Perhelatan yang diikuti oleh kategori usia U-10 dan U-12 tersebut berlangsung meriah di Lapangan Sepak Bola Wiwitan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Minggu (12/7/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar turnamen musiman. Festival tersebut dirancang sebagai wadah komprehensif untuk mengidentifikasi bakat-bakat muda sekaligus menjadi laboratorium karakter bagi anak-anak sejak usia dini. Melalui kolaborasi antara pengurus FORSGI Lamasi, PC LDII Lamasi, serta dukungan penuh dari para orang tua, nilai-nilai luhur diintegrasikan langsung di atas lapangan hijau.

Mengintegrasikan 29 Karakter Luhur dalam Olahraga

Sepak bola dipilih karena sifatnya yang kolektif, sehingga sangat relevan untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan secara praktis. Ketua Panitia FORSGI Lamasi, Lamudi, menjelaskan bahwa setiap detik dalam pertandingan merupakan kesempatan bagi peserta untuk mempraktikkan etika dan perilaku positif.

“Melalui sepak bola, anak-anak tidak hanya belajar teknik bermain, tetapi juga mengimplementasikan 29 karakter luhur seperti disiplin, kerja sama, tanggung jawab, sportivitas, dan saling menghormati,” ujar Lamudi.

Lamudi menambahkan bahwa kelompok usia U-10 dan U-12 merupakan golden age atau masa emas bagi perkembangan mental dan fisik anak. Pada fase krusial ini, anak-anak memiliki daya serap yang sangat tinggi terhadap nilai-nilai yang diajarkan di lingkungannya. Oleh karena itu, pendekatan melalui hobi seperti sepak bola dianggap jauh lebih efektif dibandingkan sekadar teori di dalam kelas.

Target jangka panjang dari inisiatif ini adalah keberlanjutan pembinaan. Lamudi menaruh harapan besar agar Festival FORSGI dapat menjadi kalender rutin tahunan di Kabupaten Luwu.

“Festival FORSGI diharapkan menjadi agenda tahunan sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat,” harap Lamudi.

Mencetak Generasi Profesional Religius

Sejalan dengan visi besar organisasi, Wakil Ketua PC LDII Kecamatan Lamasi, Taufik, menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian integral dari strategi LDII dalam mencetak generasi yang "Profesional Religius". Istilah ini merujuk pada individu yang ahli di bidangnya namun tetap memiliki landasan spiritual dan moral yang kokoh.

Taufik menyoroti bagaimana aturan dalam sepak bola sebenarnya mencerminkan aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Kedisiplinan untuk hadir tepat waktu, kejujuran dalam bermain, hingga ketaatan pada keputusan wasit adalah bentuk nyata dari karakter luhur.

“Anak-anak dibiasakan bersikap disiplin, jujur, taat aturan, mampu bekerja sama, serta menerima kemenangan maupun kekalahan dengan jiwa sportif,” ujarnya.

Harapan Taufik tidak berhenti pada pembentukan karakter semata. Ia optimistis bahwa dari lapangan Wiwitan ini akan muncul bibit-bibit atlet yang mampu membawa nama harum daerah di kancah nasional maupun internasional di masa depan.

Dukungan dari Pihak Keamanan dan Masyarakat

Kehadiran tokoh masyarakat dan aparat keamanan turut memberikan legitimasi dan semangat tambahan bagi para peserta. Aiptu David, yang hadir memantau jalannya kegiatan, memberikan apresiasi tinggi terhadap pola pembinaan yang dilakukan oleh FORSGI dan LDII. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini sangat membantu dalam menjaga stabilitas sosial dengan mengarahkan energi pemuda ke hal-hal yang produktif.

“Kami dari aparat keamanan mendukung penuh pelaksanaan Festival FORSGI Lamasi agar generasi muda menjadi kebanggaan bangsa dan negara serta mampu berprestasi hingga tingkat nasional maupun internasional,” tegas Aiptu David.

Festival ini ditutup dengan semangat kebersamaan, di mana hasil akhir pertandingan bukanlah satu-satunya fokus utama. Keberhasilan anak-anak dalam menjaga sportivitas dan menunjukkan akhlakul karimah selama turnamen menjadi indikator kesuksesan yang lebih hakiki bagi para penyelenggara.

📖 Glosarium Istilah

  • FORSGI (Forum Sepak Bola Generasi Indonesia): Wadah pembinaan sepak bola usia dini yang berfokus pada perpaduan bakat olahraga dan karakter moral.
  • 29 Karakter Luhur: Kumpulan nilai-nilai etika dan perilaku yang menjadi standar pembinaan generasi muda di lingkungan LDII.
  • Profesional Religius: Konsep pembinaan manusia yang menyeimbangkan antara keahlian profesional di dunia dengan ketaatan beragama yang kuat.
  • PC LDII (Pimpinan Cabang): Struktur kepengurusan organisasi LDII pada tingkat kecamatan.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.