Membentuk Karakter Tangguh dan Cinta Alam: 50 Delegasi Pemuda LDII Kotabaru Sukses Gelar CAI ke-47

Membentuk Karakter Tangguh dan Cinta Alam: 50 Delegasi Pemuda LDII Kotabaru Sukses Gelar CAI ke-47
foto: ilustrasi

KOTABARU – Mengasah kepedulian terhadap ekosistem sekaligus mematri karakter luhur bagi generasi penerus menjadi inti dari agenda besar tahun ini di Bumi Saijaan.

Sebanyak 50 pemuda pilihan yang merupakan delegasi dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Kabupaten Kotabaru, berkumpul dalam perhelatan Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47. Kegiatan yang sarat akan nilai edukasi dan kemandirian ini dipusatkan di Pondok Pesantren At-Taqwa, Jalan Sadewa, Desa Sebelimbingan, Kecamatan Pulaulaut Utara, sejak tanggal 7 hingga 9 Juli 2026.

Bukan sekadar ajang berkumpul, CAI tahun ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi pemuda untuk memahami urgensi pelestarian alam di tengah tantangan zaman. Selama tiga hari penuh, para peserta ditempa dengan berbagai materi strategis yang mencakup aspek spiritual, sosial, hingga wawasan lingkungan hidup yang aplikatif.

Visi Kemandirian dan Kedisiplinan Pemuda

Ketua Panitia Pelaksana, Bambang Irawan, dalam laporannya menekankan bahwa partisipasi aktif para peserta adalah kunci keberhasilan transfer nilai dari kegiatan ini ke tingkat akar rumput. Ia menaruh harapan besar agar setiap materi yang diserap dapat diimplementasikan dan disebarluaskan di wilayah masing-masing setelah kegiatan berakhir.

"Tetap jaga ketertiban dan taati peraturan yang ada selama di dalam bumi perkemahan. Meskipun dikonsep secara sederhana, acara ini harus tetap bermakna bagi masa depan pemuda," ujar Bambang Irawan saat memberikan sambutan di hadapan puluhan peserta.

Sejalan dengan hal tersebut, pembukaan resmi dilakukan oleh Achmad Tachrim, salah satu tokoh senior dari dewan penasehat DPD LDII Kotabaru. Dalam arahannya yang menggugah, ia menegaskan bahwa kekuatan sebuah kegiatan tidak diukur dari kemegahan infrastrukturnya, melainkan dari kedalaman niat dan ikatan ukhuwah yang terjalin antarpeserta.

"Acara ini dikemas biasa, tetapi terasa istimewa karena niat dan kebersamaan kita. Jaga semangat, jaga kesehatan, dan tetap tertib serta rukun selama kegiatan berlangsung," tutur Achmad Tachrim dengan penuh penekanan pada aspek kerukunan.

Kurikulum Pembinaan Karakter yang Komprehensif

Guna memastikan bobot kualitas pembinaan, panitia menghadirkan jajaran instruktur yang mumpuni. Nama-nama seperti Arif Maulana, Abdul Rozaq, dan Arif Hadi Nasrullah turun langsung membekali para pemuda dengan diskursus seputar wawasan kebangsaan, ukhuwah Islamiyah, hingga taktik praktis dalam menjaga kelestarian lingkungan lokal.

Materi yang disampaikan dirancang secara dinamis, mengombinasikan teori di dalam ruangan dan praktik lapangan yang menuntut kerja sama tim. Hal ini diharapkan mampu mencetak kader-kader yang tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga kontributif secara sosial dan peka terhadap kondisi alam Indonesia.

Salah satu peserta, Mahmud Zainul Arifin, mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat dalam perkemahan ini. Bagi Mahmud, CAI ke-47 merupakan momentum untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat komitmen menjaga alam sebagai manifestasi rasa syukur kepada Tuhan.

"Alhamdulillah, tahun ini saya bisa mengikuti acara CAI. Mudah-mudahan dengan mengikuti rangkaian acara ini, kami semua bisa lebih memperbaiki diri, meningkatkan ketawakalan kepada Allah SWT, dan tentunya menumbuhkan rasa lebih mencintai alam Indonesia," kata Mahmud Zainul Arifin dengan nada optimis.

Keberhasilan pelaksanaan CAI ke-47 di Kotabaru ini menjadi angin segar bagi pola pembinaan pemuda di Kalimantan Selatan. Dengan integrasi antara nilai religius dan kepedulian lingkungan, LDII berupaya melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh. Informasi lebih lanjut mengenai persiapan agenda serupa untuk masa mendatang dapat diakses melalui tautan CAI 2026.

Glossary Berita:

  • LDII: Lembaga Dakwah Islam Indonesia, organisasi kemasyarakatan berbasis Islam yang fokus pada pembinaan karakter dan dakwah.
  • CAI (Cinta Alam Indonesia): Program tahunan LDII yang ditujukan untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, dan rasa cinta lingkungan bagi pemuda.
  • PC (Pimpinan Cabang): Tingkat struktur organisasi di level Kecamatan.
  • PAC (Pimpinan Anak Cabang): Tingkat struktur organisasi di level Desa atau Kelurahan.
  • Bumi Saijaan: Julukan atau semboyan daerah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
  • Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan antar sesama pemeluk agama Islam.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.