LDII Semarang Cetak Generasi Profesional Religius Lewat CAI ke-47, Tekankan Karakter dan Literasi Digital

LDII Semarang Cetak Generasi Profesional Religius Lewat CAI ke-47, Tekankan Karakter dan Literasi Digital
foto: ilustrasi

Membangun Karakter di Tengah Arus Digitalisasi

Dalam upaya membentengi generasi muda dari dampak negatif globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian masif, DPD LDII Kota Semarang secara resmi menyelenggarakan kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47. Perhelatan yang berfokus pada pembinaan karakter ini diikuti oleh sekitar 300 remaja dan pemuda LDII, bertempat di Gedung Al Barokah, Kompleks Masjid Al Wali, Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (5/7).

Agenda CAI tahun ini bukan sekadar pertemuan rutin bagi para pemuda. Kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari rangkaian Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia tingkat nasional. Momentum ini kian terasa prestisius mengingat pembukaan acara secara nasional sebelumnya telah dilakukan oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Jombang.

Fokus pada 29 Karakter Luhur

Ketua DPD LDII Kota Semarang, Sunarto, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul harus dimulai dari fondasi karakter yang kuat. Menurutnya, pemuda saat ini tidak hanya dituntut memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga moralitas yang mumpuni agar tidak tergerus oleh dinamika sosial yang kian kompleks.

"Kami sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang dakwah berkomitmen mencetak generasi yang profesional sekaligus religius. Pembinaan generasi muda menjadi salah satu fokus utama kami," ujar Sunarto saat memberikan keterangan resmi di lokasi kegiatan.

Sunarto menguraikan bahwa metode pembinaan yang dijalankan LDII mengacu pada implementasi 29 karakter luhur. Nilai-nilai ini menjadi kompas bagi generasi penerus agar memiliki integritas tinggi. Beberapa poin krusial dalam karakter tersebut meliputi kejujuran, amanah, tanggung jawab, kedisiplinan, hingga kemampuan bekerja sama secara harmonis di tengah perbedaan.

"Kami memiliki program 29 karakter luhur, di antaranya jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Melalui CAI ini kami mempertegas komitmen membentuk generasi penerus yang amanah, profesional, nasionalis, dan religius," tambah Sunarto.

Kolaborasi Strategis dengan Kepolisian

Langkah preventif LDII dalam membina generus ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak kepolisian. Kasat Binmas AKBP Herry Tristiyono, yang hadir mewakili Kapolrestabes Semarang, menilai konsistensi LDII dalam menanamkan wawasan kebangsaan sangat relevan dengan tantangan keamanan saat ini.

Dalam sesi pembekalannya, AKBP Herry memberikan peringatan keras mengenai bahaya laten di ruang digital. Ia menyoroti bagaimana platform media sosial kerap disalahgunakan untuk menyebarkan paham radikalisme dan terorisme dengan target para pemuda yang masih mencari jati diri.

"Kalau dulu penyebaran paham terorisme banyak dilakukan melalui kajian-kajian tertentu dengan membelokkan makna-makna seperti jihad, sekarang pengaruh tersebut juga banyak ditemukan di media sosial. Karena itu generasi muda harus lebih cerdas dalam menyaring informasi," tegas AKBP Herry Tristiyono.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa menjaga stabilitas lingkungan bukan semata tanggung jawab aparat keamanan. Kontribusi aktif dari organisasi masyarakat dan individu sangat menentukan terciptanya iklim kondusif. Ia berharap kolaborasi antara Polri, pemerintah, dan organisasi seperti LDII terus diperkuat untuk menutup celah perilaku negatif seperti geng motor, tawuran, maupun penyalahgunaan narkoba.

Harapan untuk Kontribusi Nasional

Melalui penyelenggaraan CAI ke-47 ini, LDII Kota Semarang memproyeksikan lahirnya individu-individu yang tidak hanya terampil dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga bijak dalam penerapannya. Dengan bekal karakter religius dan nasionalis, para peserta diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara di masa depan.

Untuk informasi lebih mendalam mengenai agenda serupa di tahun mendatang, Anda dapat menyimak perkembangannya melalui tautan berikut: Update Informasi CAI 2026.

Glossary CAI 2026

  • CAI (Cinta Alam Indonesia): Kegiatan tahunan pembinaan pemuda LDII yang mengombinasikan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, dan kepedulian lingkungan.
  • Profesional Religius: Konsep SDM unggul yang memiliki kompetensi profesional dalam bidangnya namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama.
  • 29 Karakter Luhur: Kumpulan indikator perilaku positif (seperti rukun, kompak, kerja sama yang baik) yang menjadi pedoman pendidikan karakter di lingkungan LDII.
  • Generus (Generasi Penerus): Sebutan untuk anak-anak hingga pemuda dalam lingkup pembinaan LDII.
  • Literasi Digital: Kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital secara kritis dan bertanggung jawab.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.