LDII Perkuat Sinergi Ulama, Resmi Masuk Kepengurusan MUI Petarukan 2026–2031

LDII Perkuat Sinergi Ulama, Resmi Masuk Kepengurusan MUI Petarukan 2026–2031
foto: ilustrasi

PEMALANG – Sejumlah tokoh dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kelurahan Petarukan resmi diberikan amanah untuk memperkuat jajaran kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kelurahan Petarukan. Penunjukan ini merupakan hasil nyata dari Musyawarah Kelurahan (Muskel) MUI yang digelar di Pendopo Kelurahan Petarukan pada Senin (27/7) lalu, yang berfokus pada penyusunan komposisi personalia untuk masa khidmat 2026–2031.

Komitmen Kolaborasi Lintas Ormas

Agenda strategis ini menjadi tonggak penting bagi dinamika sosial-keagamaan di wilayah Petarukan. Keterlibatan warga LDII dalam wadah MUI menunjukkan adanya kepercayaan yang tinggi terhadap kontribusi ormas ini dalam merawat harmoni antarumat beragama dan memperkokoh sinergi antara ulama dan pemerintah (umara) di tingkat akar rumput.

Musyawarah berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh berbagai elemen tokoh agama dan masyarakat. Proses penyusunan pengurus baru ini mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat, memastikan bahwa setiap perwakilan umat Islam di Kelurahan Petarukan memiliki ruang untuk berkontribusi bagi kemaslahatan bersama selama lima tahun ke depan.

Respons Positif dan Tanggung Jawab Moral

Mendapati warga binaannya dipercaya mengemban tugas di MUI, Ketua Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Petarukan, Muhammad Yatim, memberikan apresiasi yang mendalam. Baginya, kepercayaan ini bukan sekadar jabatan administratif, melainkan sebuah tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan nasional.

"Kami menyambut baik dan bersyukur atas amanah yang diberikan kepada warga PAC LDII Kelurahan Petarukan dalam kepengurusan MUI masa khidmat 2026–2031. Warga LDII siap berkontribusi secara aktif dan menjalankan seluruh program kerja MUI Kelurahan Petarukan demi mewujudkan masyarakat yang agamis, harmonis, serta sejahtera dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujar Muhammad Yatim.

Langkah LDII untuk berintegrasi secara aktif dalam struktur MUI ini diharapkan mampu mengikis sekat-sekat perbedaan dan lebih mengedepankan persamaan dalam visi dakwah. Sinergi ini dianggap krusial, mengingat tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut para pemuka agama untuk bersatu dalam memberikan pengayoman kepada masyarakat.

Mempererat Ukhuwah Islamiyah di Pemalang

Kehadiran pengurus baru ini membawa harapan baru bagi efektivitas peran MUI sebagai tenda besar umat Islam. Dengan bergabungnya berbagai latar belakang organisasi, pembinaan umat di Kelurahan Petarukan diprediksi akan semakin inklusif dan merata.

Keterlibatan aktif ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran seremonial, tetapi juga mewujud dalam program-program nyata yang menyentuh persoalan sosial di tengah masyarakat. Hal ini selaras dengan semangat ukhuwah islamiyah yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa, memastikan stabilitas serta kedamaian tetap terjaga di wilayah Kabupaten Pemalang.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.