LDII Metro Perkuat Sinergi Lintas Ormas dalam Pengukuhan Pengurus MUI Kota Metro

LDII Metro Perkuat Sinergi Lintas Ormas dalam Pengukuhan Pengurus MUI Kota Metro
foto: ilustrasi
  • Memperkokoh Kerukunan, LDII Hadiri Pelantikan Pengurus MUI Kota Metro

    METRO – Pengurus DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Metro secara resmi menghadiri agenda Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Metro serta MUI Tingkat Kecamatan se-Kota Metro. Perhelatan khidmat yang berlangsung di Aula Pemerintah Kota Metro pada Jumat (10/7) ini menjadi momentum krusial bagi LDII dalam menegaskan komitmennya untuk merawat kerukunan umat beragama sekaligus memperkuat sinergi antara ormas Islam dan pemerintah daerah.

    Kehadiran delegasi LDII yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPD LDII Kota Metro, Muhammad Reza Pahlevi, bersama Dewan Penasihat, H. Kartana, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas sosial dan religius di wilayah yang dijuluki Kota Pendidikan tersebut. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan titik awal bagi pengurus MUI periode baru untuk segera merumuskan program kerja strategis melalui Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda).

    Komitmen Berkhidmat untuk Umat dan Negara

    Dalam sambutannya, Ketua MUI Kota Metro, Misfani Ramli, menyampaikan visi besar kepengurusan yang baru saja dilantik. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sebuah daerah sangat bergantung pada harmonisasi antara pemimpin agama dan jajaran birokrasi.

    “Setelah dilantiknya kepengurusan ini, kami berusaha segera berkhidmat untuk bersinergi antara ulama dan umara menuju Kota Metro yang bahagia,” ujar Misfani Ramli.

    Nada serupa juga digaungkan oleh Ketua MUI Provinsi Lampung, KH. Mukri. Beliau mengingatkan para pengurus bahwa jabatan di dalam organisasi keulamaan merupakan amanah berat yang menuntut dedikasi tinggi tanpa henti demi kemaslahatan publik dan keutuhan bangsa.

    “Pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya kepada agama dan negara,” tutur KH. Mukri dengan tegas.

    Apresiasi atas Harmonisasi Ormas Islam

    Kondisi keberagamaan di Kota Metro mendapatkan apresiasi langsung dari Wali Kota Metro, Bambang Santoso. Ia melihat bahwa kedewasaan dalam berorganisasi telah menjadi identitas para tokoh agama di wilayahnya. Kehadiran LDII berdampingan dengan organisasi besar lainnya seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dianggap sebagai pilar utama terciptanya suasana aman dan damai.

    “Alhamdulillah, kerukunan umat di Kota Metro terjalin dengan sangat baik, seperti hubungan antara NU, Muhammadiyah, dan LDII. Situasi Kota Metro aman dan damai,” ungkap Bambang Santoso.

    Lebih lanjut, Bambang berharap agar MUI mampu menjadi jembatan solusi atas berbagai dinamika keagamaan yang muncul di tengah masyarakat. Hal ini mencakup fasilitasi dialog terkait pendirian rumah ibadah agar tetap berlandaskan pada regulasi yang berlaku demi menghindari potensi konflik horizontal.

    Dukungan Penuh dari DPD LDII Kota Metro

    Menanggapi harapan dari berbagai pihak, Muhammad Reza Pahlevi selaku perwakilan DPD LDII Kota Metro menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung dalam mendukung agenda-agenda MUI. Bagi LDII, persatuan umat adalah harga mati yang harus dijaga melalui tindakan konkret di lapangan, bukan hanya sekadar retorika di atas meja rapat.

    “Pengukuhan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antarormas Islam. LDII berkomitmen mendukung program-program MUI dan Pemerintah Kota Metro dalam memperkuat kerukunan umat, membangun kehidupan beragama yang harmonis, serta bersama-sama mewujudkan Kota Metro yang aman, damai, dan bahagia,” jelas Reza.

    Eksistensi LDII dalam acara ini memperjelas posisi organisasi sebagai mitra strategis pemerintah. Dengan semangat ukhuwah, LDII berupaya memastikan bahwa pembangunan kehidupan beragama di Kota Metro berjalan searah dengan visi pembangunan daerah secara keseluruhan, menciptakan ekosistem sosial yang saling menghargai dan inklusif.

    📚 Glosarium Jurnalistik

    • Ulama & Umara: Pemimpin agama (Ulama) dan pemimpin pemerintahan (Umara) yang harus bekerja sama dalam membangun masyarakat.
    • Mukerda: Musyawarah Kerja Daerah; pertemuan formal untuk menyusun rencana kerja organisasi di tingkat daerah.
    • Sinergi: Bentuk kerja sama yang menghasilkan pengaruh atau dampak yang lebih besar daripada bekerja sendiri-sendiri.
    • Ukhuwah Islamiyah: Semangat persaudaraan antar sesama umat Islam tanpa memandang perbedaan organisasi.
    • Kondusivitas: Keadaan yang tenang, tertib, dan mendukung pelaksanaan kegiatan secara normal.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.