LDII Lahat Gelar Pengajian Sarimbit: Strategi Perkuat Ketahanan Keluarga dan Keharmonisan Rumah Tangga

LDII Lahat Gelar Pengajian Sarimbit: Strategi Perkuat Ketahanan Keluarga dan Keharmonisan Rumah Tangga
foto: ilustrasi
  • LAHAT – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Lahat mengambil langkah konkret dalam memperkokoh pilar domestik melalui penyelenggaraan “Pengajian Sarimbit” pada Minggu (5/7/2026). Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) LDII Lahat, Sumatera Selatan, agenda ini menjadi magnet bagi ratusan pasangan suami istri yang merupakan jajaran pengurus LDII dari berbagai tingkatan di seluruh wilayah Kabupaten Lahat.

    Acara ini dirancang bukan sekadar sebagai forum pengajian rutin, melainkan instrumen untuk mempererat ikatan emosional dan spiritual antar pasangan. Ada pemandangan menarik yang menghiasi aula pertemuan; para peserta kompak mengenakan busana sarimbit atau pakaian seragam yang serasi. Visualisasi keseragaman ini sengaja diciptakan untuk merefleksikan kekompakan yang harus ada dalam setiap unit keluarga.

    “Sesuai dengan tema pengajian, para pasangan suami istri kami ajak mengenakan pakaian yang serasi dan seragam (sarimbit). Hal ini secara psikologis menambah nuansa kebersamaan dan kedekatan sepanjang acara berlangsung,” ujar Dewan Penasihat DPW LDII Sumatera Selatan, Edi Musi Hartono.

    Keluarga Sebagai Fondasi Karakter Bangsa

    Eksistensi keluarga yang harmonis dipandang LDII sebagai basis utama dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Dalam paparannya, Edi menekankan bahwa ketahanan sebuah bangsa sangat bergantung pada stabilitas internal di dalam rumah tangga. Tanpa adanya kerukunan di level domestik, upaya pembangunan karakter generasi mendatang akan menghadapi kendala besar.

    “Menjaga kerukunan dan keharmonisan rumah tangga adalah pilar utama dalam membangun generasi penerus yang berkarakter luhur, religius, dan mandiri,” tutur Edi Musi Hartono di hadapan ratusan audiens.

    Dinamika kehidupan modern yang penuh tantangan menuntut pasangan suami istri untuk memiliki daya tahan mental dan spiritual yang kuat. Pengajian ini hadir sebagai wadah recharging nilai-nilai agama yang seringkali terabaikan di tengah kesibukan harian.

    Menyelaraskan Visi dan Misi Ibadah

    Ketua DPD LDII Lahat, Amat Sarjono, dalam arahannya memberikan perspektif organisatoris dan spiritual. Ia menegaskan bahwa Pengajian Sarimbit ini berfungsi sebagai katalisator untuk menyatukan derap langkah suami dan istri, terutama bagi mereka yang mengemban amanah sebagai pengurus organisasi.

    “Pengajian ini bukan sekadar ajang silaturahim biasa, tetapi jadi momentum penting untuk menyelaraskan visi dan misi suami istri dalam beribadah kepada Allah SWT,” jelas Amat Sarjono dengan tegas.

    Amat menambahkan bahwa ketika sepasang suami istri memiliki pemahaman agama yang sefrekuensi, maka sinergi dalam beramal saleh akan tercipta secara natural. Ia berharap penguatan spiritual ini berdampak pada meningkatnya kualitas ketakwaan para peserta secara kolektif.

    “Karena keharmonisan yang berlandaskan nilai-nilai agama akan memicu semangat yang lebih besar dalam beramal kebaikan,” imbuhnya.

    Menjadi Teladan di Masyarakat

    Sebagai figur publik di lingkungan masing-masing, pengurus LDII diharapkan mampu menjadi role model bagi masyarakat luas. Keharmonisan yang ditampilkan di dalam rumah tangga bukan hanya untuk kepentingan privat, melainkan juga sebagai dakwah bil-hal (dakwah dengan perbuatan).

    Menutup sesi arahannya, Amat Sarjono menaruh harapan besar agar setiap peserta mampu mewujudkan rumah tangga yang ideal sesuai prinsip Islam.

    “Harapannya, para peserta dapat mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Dengan begitu, pengurus LDII dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat serta memperoleh keberkahan di dunia dan akhirat,” pungkasnya.

    Glossary: Mengenal Istilah dalam Pengajian Sarimbit

    • Sarimbit: Istilah dalam bahasa Jawa yang merujuk pada pemakaian busana yang sama atau serasi oleh pasangan suami istri atau keluarga dalam suatu acara.
    • GSG (Gedung Serba Guna): Fasilitas infrastruktur yang digunakan untuk berbagai aktivitas kemasyarakatan, mulai dari kegiatan ibadah, sosial, hingga pertemuan formal.
    • Karakter Luhur: Kumpulan sifat positif yang mencakup kejujuran, amanah, kerja keras, hidup hemat (zuhud), dan rukun kompak dalam kehidupan bersosial.
    • Sakinah, Mawaddah, Warahmah: Konsep keluarga ideal dalam Islam yang bermakna ketenangan (Sakinah), rasa cinta/gairah (Mawaddah), dan kasih sayang yang tulus serta penuh ampunan (Warahmah).
    • DPD (Dewan Pimpinan Daerah): Struktur kepengurusan organisasi LDII di tingkat Kabupaten atau Kota.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.