PAGARALAM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Pagaralam mengambil langkah proaktif dalam membentengi moral generasi muda dengan menyelenggarakan Asrama Liburan. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Barokah, Komplek LDII Sidorejo, Kecamatan Pagaralam Selatan ini, bertujuan mengisi waktu luang siswa sekolah dengan pembinaan karakter yang intensif dan edukatif selama dua hari penuh.
Program tahunan ini menyasar peserta dari berbagai jenjang usia, mulai dari bangku kelas IV sekolah dasar hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Di tengah gempuran arus informasi digital yang masif, LDII memandang penting adanya wadah fisik yang mampu menyeimbangkan aspek kognitif, spiritual, dan sosial para santri sejak dini.
Menanamkan Kemandirian Lewat 29 Karakter Luhur
Pembukaan asrama dilakukan secara resmi oleh Dewan Pembina Pimpinan Pusat Generasi (PPG) LDII Kota Pagaralam, Teguh Supriatno, dengan didampingi oleh Ketua PPG, Hilman Mashyuri. Dalam arahannya, Teguh menekankan bahwa liburan sekolah bukanlah momentum untuk sekadar bersantai tanpa tujuan, melainkan kesempatan emas untuk mengasah kemandirian.
"Liburan hendaknya diisi dengan kegiatan yang positif. Anak-anak juga harus belajar mandiri dengan membantu meringankan pekerjaan orang tua di rumah sebagai bentuk penerapan 29 Karakter Luhur dalam kehidupan sehari-hari," ujar Teguh Supriatno.
Pesan ini menggarisbawahi urgensi pengabdian kepada orang tua (birrul walidain) sebagai implementasi nyata dari ajaran agama yang ditekankan selama asrama berlangsung. Para peserta diajak untuk tidak hanya cakap dalam teori, tetapi juga cekatan dalam berbakti di lingkungan domestik mereka masing-masing.
Etika Digital dan Anti-Perundungan
Selain fokus pada kemandirian, tantangan zaman seperti pergaulan bebas dan dampak negatif media sosial juga menjadi sorotan utama. Ketua PPG LDII Kota Pagaralam, Hilman Mashyuri, memberikan peringatan khusus mengenai cara berinteraksi di ruang siber serta pentingnya menjaga keharmonisan antar sesama teman.
"Kami berharap anak-anak berhati-hati dalam memilih pergaulan, bijak dalam menggunakan media sosial, saling menghormati, saling menghargai, dan tidak melakukan perundungan terhadap teman," tutur Hilman Mashyuri.
Dinamika kelompok selama asrama dirancang untuk meminimalisir ego sentris peserta. Melalui berbagai permainan edukatif dan sesi diskusi kelompok, panitia berupaya menumbuhkan empati serta kesadaran kolektif agar praktik bullying tidak mendapat tempat di lingkungan generus LDII.
Kurikulum Holistik: Dari Al-Qur'an hingga Pencak Silat
Selama dua hari penyelenggaraan, para peserta mengikuti jadwal yang cukup padat namun tetap menyenangkan. Kurikulum yang diterapkan mencakup pengkajian Al-Qur'an dan Al-Hadits secara mendalam, pembiasaan salat berjamaah tepat waktu, serta pelatihan amal saleh. Namun, pembinaan tidak berhenti pada aspek batiniah saja.
- Pembinaan Fisik: Sesi olahraga pagi dan latihan Pencak Silat Persinas ASAD menjadi agenda wajib untuk menjaga kebugaran dan kedisiplinan mental.
- Interaksi Sosial: Games edukatif yang disisipkan di sela-sela materi agama guna menjaga antusiasme dan membangun kerja sama tim.
- Bakti Lingkungan: Peserta diajarkan untuk menjaga kebersihan masjid dan lingkungan sekitar sebagai wujud kepedulian sosial.
Panitia penyelenggara menegaskan bahwa Asrama Liburan ini merupakan instrumen strategis untuk mencetak profil generasi penerus yang memiliki Tri Sukses: alim-faqih dalam agama, berakhlakul karimah, dan memiliki kemandirian yang kuat. Bekal ini diharapkan menjadi benteng kokoh bagi mereka saat kembali ke rutinitas sekolah dan berinteraksi dengan masyarakat luas.
Glossary Berita
- Asrama Liburan: Program pengajian intensif yang dilaksanakan LDII pada masa libur sekolah untuk membina karakter santri.
- Generus: Singkatan dari Generasi Penerus, sebutan bagi anak-anak dan remaja di lingkungan LDII.
- DPD: Dewan Pimpinan Daerah, struktur organisasi LDII di tingkat Kota/Kabupaten.
- PPG: Pimpinan Pusat Generasi, sebuah badan atau tim yang fokus pada manajemen pembinaan generasi muda LDII secara sistematis.
- 29 Karakter Luhur: Indikator karakter yang dikembangkan LDII untuk mencetak manusia unggul, mencakup aspek rukun, kompak, kerja sama yang baik, hingga jujur, amanah, dan hemat.
- Tri Sukses: Target utama pembinaan LDII yang meliputi paham agama (Alim-Faqih), berakhlak mulia (Akhlakul Karimah), dan memiliki jiwa mandiri.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.