BANDUNG — Menyadari pentingnya peran keluarga sebagai unit terkecil dalam mencetak generasi berkualitas, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Bandung mengambil langkah progresif dengan menggelar Seminar Interaktif Sakinah Journey. Mengusung tajuk "Aku dan Kamu Adalah Kita", agenda yang dihelat di Aula Baitul Manshurin pada Minggu (28/6/2026) ini difokuskan khusus bagi pasangan suami istri dengan usia pernikahan di bawah 15 tahun guna memperkuat ikatan emosional dan spiritual dalam rumah tangga.
Membangun Fondasi Keluarga Sakinah di Era Modern
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan manifestasi dari visi LDII dalam membina keluarga agar mampu mencapai derajat sakinah, mawadah, dan warahmah di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Dalam seminar ini, panitia menghadirkan Fauzi Nugraha, seorang parenting trainer kawakan sekaligus pemerhati keluarga yang lebih akrab disapa Ayah Abatasa, untuk memandu jalannya sesi pembekalan secara mendalam.
Dengan metode penyampaian yang interaktif, para peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif. Mereka diajak untuk menyelami esensi komunikasi yang sehat, cara-cara praktis dalam saling menghargai, hingga strategi jitu membangun kedekatan emosional yang sering kali terkikis oleh rutinitas harian. Ayah Abatasa menekankan bahwa dinamika rumah tangga memerlukan pemahaman dua arah yang tulus agar keharmonisan tetap terjaga.
"Alhamdulillah bisa berbagi dan belajar bersama dengan ayah bunda di Bandung Timur. Luar biasa, semuanya antusias, semangat, dan mampu mengekspresikan satu sama lain," ujar Fauzi Nugraha seusai memaparkan materinya.
Dampak Keharmonisan Orang Tua terhadap Tumbuh Kembang Anak
Lebih jauh, Fauzi membedah korelasi erat antara hubungan suami istri dengan perkembangan psikologis anak-anak di rumah. Menurutnya, ketika nakhoda dan pasangan dalam satu bahtera rumah tangga saling bersinergi secara positif, hal itu akan menciptakan lingkungan pertumbuhan yang stabil bagi buah hati.
Keluarga yang rukun dan penuh kasih sayang merupakan nutrisi batiniah bagi anak-anak agar mereka mudah diarahkan dan tumbuh dengan karakter yang kuat. Fauzi berharap nilai-nilai yang didapatkan peserta selama seminar dapat langsung diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga apa yang dirasakan hari ini bisa dibawa pulang ke rumah masing-masing. Suami istri semakin romantis, sehingga anak-anak tumbuh lebih rukun, kompak, mudah diarahkan, serta menjadi generasi yang saleh dan salehah," tutur Fauzi Nugraha penuh harap.
Komitmen Pembinaan Berkelanjutan bagi Generasi Muda
Antusiasme yang tinggi dari para pasangan muda ini memicu harapan akan adanya agenda serupa di masa mendatang. Fauzi juga mengusulkan agar pembinaan semacam ini dilakukan dalam durasi yang lebih panjang dan suasana yang lebih santai, misalnya di alam terbuka, untuk memberikan dampak reflektif yang lebih signifikan.
"Mudah-mudahan di lain kesempatan kita bisa belajar bersama lagi, mungkin dengan suasana alam yang lebih nyaman. Semoga ayah bunda semakin sakinah, mawadah, warahmah, dan keluarga senantiasa diberi keberkahan hingga akhir hayat," pungkas Fauzi Nugraha.
Inisiatif DPD LDII Kabupaten Bandung melalui Sakinah Journey ini menjadi bagian integral dari strategi besar organisasi dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan religius. Melalui keluarga yang harmonis, diharapkan lahir generasi muda berakhlakul karimah yang siap berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
Glosarium Berita
- Sakinah: Kondisi hati yang tenang dan tenteram dalam kehidupan berumah tangga.
- Mawadah: Cinta kasih yang tulus dan penuh kasih sayang antar anggota keluarga.
- Warahmah: Karunia dan rahmat dari Allah yang meliputi kebahagiaan dunia dan akhirat.
- Parenting: Ilmu atau cara mengasuh dan mendidik anak agar menjadi individu yang berkualitas.
- Profesional Religius: Konsep pengembangan SDM yang unggul secara kompetensi kerja sekaligus taat secara spiritual.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.