JEMBER – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Jember resmi membuka perhelatan akbar Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) ke-47 pada Jumat, 3 Juli 2026. Mengusung konsep pembinaan yang intensif, kegiatan tahun ini diselenggarakan secara simultan di dua lokasi strategis, yakni Aula DPD LDII Kabupaten Jember dan Aula Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Ambulu, guna membekali sekitar 120 pemuda dengan penguatan 29 Karakter Luhur.
Inovasi Lokasi: Membawa Atmosfer Alam ke Dalam Aula
Pelaksanaan PERMATA CAI ke-47 di Aula DPD LDII Jember dijadwalkan berlangsung selama empat hari, terhitung sejak tanggal 3 hingga 6 Juli 2026. Sementara itu, gelombang kedua akan dilaksanakan di Ponpes Minhajurrosyidin pada 6 hingga 9 Juli 2026. Meski format kegiatan dilakukan di dalam area tertutup, antusiasme peserta tidak surut berkat sentuhan dekorasi kreatif yang dihadirkan oleh panitia pelaksana.
Panitia secara detail menyulap area aula dengan berbagai ornamen khas perkemahan yang membawa nuansa asri pegunungan ke tengah-tengah lingkungan perkotaan. Hal ini dilakukan agar esensi petualangan dan kedekatan dengan alam tetap tertanam kuat di benak para peserta.
"Untuk tidak mengurangi esensi dari perkemahan itu sendiri, panitia telah membuat berbagai ornamen perkemahan dan membangun suasana alam yang sederhana tapi tetap asri. Kami juga memastikan dan telah menyiapkan tempat yang sangat layak untuk menginap para peserta selama kegiatan berlangsung," ujar Hamam, Ketua Panitia PERMATA CAI ke-47 Jember.
Fokus Strategis: Internalisasi 29 Karakter Luhur melalui FGD
Materi inti yang disampaikan dalam kegiatan ini merujuk pada hasil pembekalan nasional yang diikuti oleh jajaran pemateri di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, Jombang sebelumnya. Para ustadz dan instruktur, di antaranya Ustadz Yuda, Mahmudi, dan Firmanda, hadir untuk mentransfer ilmu serta pengalaman mereka kepada para peserta muda di Jember.
Metode pengajaran pun dibuat lebih interaktif. Alih-alih hanya mendengarkan ceramah satu arah, para peserta didorong untuk aktif dalam Focus Group Discussion (FGD). Pendekatan ini dirancang agar setiap pemuda mampu merumuskan taktik nyata dalam menerapkan nilai-nilai moral keagamaan di kehidupan sehari-hari.
"Peserta akan kita bagi dalam beberapa kelompok FGD. Diskusi ini khusus mengupas terkait bagaimana taktik dan langkah nyata mereka agar dapat menerapkan 29 karakter luhur tersebut di kehidupan sehari-hari," terang Hamam lebih lanjut.
Beliau menekankan bahwa praktik 29 karakter luhur ini merupakan fondasi vital yang harus dimiliki oleh setiap jenjang usia, mulai dari anak-anak hingga pengurus organisasi, guna menjaga marwah dan integritas individu.
Apresiasi dan Harapan: Pemuda sebagai Agen Perubahan
Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, SP. M.M., menyambut positif inisiatif panitia dalam mengelola kegiatan ini secara fleksibel namun tetap substantif. Menurutnya, pemuda LDII Jember harus memiliki ketahanan karakter yang kuat, terutama dalam menghadapi dinamika era digital yang penuh tantangan.
"Kami berharap melalui momentum PERMATA CAI ke-47 ini, pemuda LDII Jember bisa menjadi pelopor kebaikan. Pembagian lokasi di Aula DPD dan Ponpes Minhajurrosyidin Ambulu ini menunjukkan fleksibilitas organisasi dalam membina generasi muda. Di mana pun tempatnya, semangat mencintai alam dan sesama manusia tidak boleh pudar. Karakter luhur yang dipelajari di sini harus menjadi identitas keseharian mereka," tegas Malik.
Selama berlangsungnya acara, para peserta akan digembleng dengan jadwal yang padat namun bermakna, meliputi sesi kelas, diskusi kelompok, kegiatan keakraban (bonding), hingga simulasi kemandirian dan ibadah berjamaah. Upaya ini merupakan langkah konkret LDII dalam mencetak generasi profesional religius yang memiliki sumbangsih nyata bagi bangsa dan negara.
GLOSSARY PERMATA CAI
- PERMATA CAI: Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia, agenda rutin tahunan pembinaan pemuda LDII.
- 29 Karakter Luhur: Kumpulan nilai moral dan perilaku yang menjadi standar pembinaan generasi muda di lingkungan LDII.
- FGD (Focus Group Discussion): Metode diskusi terpumpun untuk menggali pemahaman mendalam secara kolektif.
- Simultan: Kegiatan yang terjadi atau dilakukan pada waktu yang bersamaan.
- Profesional Religius: Visi LDII untuk mencetak individu yang ahli di bidangnya namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.