LDII Jakarta Barat Dorong Sinergitas Lintas Agama Melalui Forum Penguatan Kerukunan Kesbangpol

LDII Jakarta Barat Dorong Sinergitas Lintas Agama Melalui Forum Penguatan Kerukunan Kesbangpol
foto: ilustrasi

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Jakarta Barat secara aktif berpartisipasi dalam agenda strategis yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Barat guna memperkokoh fondasi toleransi antarumat beragama. Pertemuan krusial yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, di Ruang Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga keagamaan, dan jajaran pemerintah daerah setempat.

Mengakar pada Pancasila dan Konstitusi

Dalam forum yang bertajuk Peningkatan Kerukunan Umat Beragama tersebut, Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, Tumpal Hasiholan Matondang, memberikan penekanan khusus pada esensi kebersamaan dalam keberagaman. Ia menyatakan bahwa kerukunan bukanlah sekadar retorika, melainkan implementasi nyata dari nilai-nilai luhur kebangsaan yang telah lama disepakati oleh pendiri bangsa.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud kehidupan beragama yang harmonis, saling menghormati, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945,” ungkap Tumpal Hasiholan Matondang.

Langkah ini diambil mengingat kompleksitas masyarakat urban di Jakarta Barat yang sangat majemuk. Kesbangpol memandang bahwa dialog intensif antar-elemen masyarakat adalah kunci utama untuk meredam potensi gesekan serta membangun rasa saling memiliki terhadap stabilitas keamanan wilayah.

Modal Utama Pembangunan Nasional

Senada dengan perspektif pemerintah daerah, Hartono selaku Kasubdit Pembinaan Kerukunan Antar Suku, Umat Beragama, Ras, dan Golongan pada Direktorat Ekososbud Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menggarisbawahi bahwa kemajemukan bangsa Indonesia bukanlah beban, melainkan modalitas utama dalam mengakselerasi pembangunan nasional.

Hartono mengingatkan audiens bahwa tanpa stabilitas kerukunan di tingkat akar rumput, sulit bagi pemerintah untuk menjalankan roda pembangunan secara maksimal. Oleh karena itu, menjaga ritme toleransi di tengah masyarakat yang heterogen harus menjadi prioritas kolektif seluruh pemangku kepentingan.

Peran Tokoh Agama sebagai Perekat Sosial

Sisi spiritual dan moralitas dalam menjaga persatuan turut diulas oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Barat, KH Abdurahman Soheh. Ia memaparkan betapa vitalnya peran para tokoh agama sebagai garda terdepan dalam meredam provokasi dan memberikan pencerahan yang menyejukkan bagi umat.

“Pentingnya peran tokoh agama sebagai perekat persatuan dan penyejuk di tengah keberagaman masyarakat,” tegas KH Abdurahman Soheh dalam forum tersebut.

Komunikasi yang terjalin dengan baik antar-organisasi keagamaan diharapkan mampu menciptakan atmosfer yang kondusif, sehingga Jakarta Barat dapat menjadi percontohan wilayah yang damai bagi daerah lainnya.

Kehadiran Berbagai Elemen Masyarakat

Keseriusan dalam merajut kerukunan ini terlihat dari luasnya spektrum perwakilan yang hadir. Selain DPD LDII Jakarta Barat, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah representasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Jakarta Barat, serta Fatayat Nahdlatul Ulama.

Tak hanya itu, kelompok pemuda dan komunitas etnis pun turut ambil bagian, di antaranya Pemuda Katolik Jakarta Barat, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Jakarta Barat, hingga Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Kehadiran ragam organisasi ini mencerminkan komitmen inklusivitas yang diusung oleh pemerintah kota.

Apresiasi dan Komitmen LDII Jakarta Barat

Studianto, Wakil Ketua DPD LDII Jakarta Barat yang hadir mewakili organisasi, menyampaikan apresiasi mendalam atas langkah proaktif yang dilakukan oleh Kesbangpol. Menurutnya, inisiatif seperti ini sangat dibutuhkan untuk memelihara komunikasi yang cair antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Kesbangpol Jakarta Barat. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap organisasi kemasyarakatan dan keagamaan dalam membangun persatuan serta memperkuat kerukunan umat beragama di Jakarta Barat,” ujar Studianto.

Partisipasi LDII dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI dan memastikan bahwa nilai-nilai toleransi terus tersosialisasikan hingga ke tingkat warga di lingkungan paling kecil. Melalui sinergi yang harmonis, tantangan sosial di masa depan diharapkan dapat dihadapi dengan semangat gotong royong yang kuat.

Glossary: Memahami Istilah dalam Berita

  • Kesbangpol: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, lembaga pemerintah yang membidangi urusan politik dalam negeri dan ketahanan nasional.
  • E-E-A-T: Standar evaluasi konten Google yang meliputi Experience (Pengalaman), Expertise (Keahlian), Authoritativeness (Otoritas), dan Trustworthiness (Kepercayaan).
  • FKUB: Forum Kerukunan Umat Beragama, wadah yang dibentuk oleh masyarakat dan difasilitasi pemerintah untuk membangun kerukunan antarumat beragama.
  • Sinergitas: Bentuk kerja sama yang menghasilkan pengaruh atau hasil yang lebih besar daripada dilakukan sendiri-sendiri.
  • Masyarakat Majemuk: Masyarakat yang terdiri dari berbagai macam suku, agama, ras, dan budaya yang hidup berdampingan.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.