LDII Banjarbaru Gembleng Moralitas Pemuda Lewat CAI ke-47, Tekankan 29 Karakter Luhur Hadapi Tantangan Global

LDII Banjarbaru Gembleng Moralitas Pemuda Lewat CAI ke-47, Tekankan 29 Karakter Luhur Hadapi Tantangan Global
foto: ilustrasi

Menanamkan Integritas di Tengah Disrupsi: Suksesi CAI ke-47 Banjarbaru

BANJARBARU — Menghadapi gempuran disrupsi teknologi dan pergeseran norma sosial yang kian dinamis, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Banjarbaru mengambil langkah preventif dengan menggelar Perkemahan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47. Perhelatan akbar tahunan ini sukses dilaksanakan selama empat hari berturut-turut, terhitung sejak Kamis hingga Minggu, 9-12 Juli 2026, bertempat di Padepokan Persinas ASAD Kota Banjarbaru.

Kegiatan rutin ini bukan sekadar agenda seremoni, melainkan manifestasi nyata dari komitmen LDII dalam memproteksi sekaligus menempa mentalitas generasi muda. Di tengah arus perubahan zaman yang melaju tanpa jeda, CAI ke-47 hadir sebagai oase pembinaan untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga kokoh secara spiritual, memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, serta adaptif terhadap tantangan global.

Membangun Fondasi Karakter Sebagai Kunci SDM Unggul

Pembina DPD LDII Kota Banjarbaru, Muslim Abdullah, menekankan bahwa pembangunan karakter adalah harga mati dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh. Menurutnya, kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan kematangan moral agar tidak menjadi bumerang bagi masa depan bangsa. Oleh sebab itu, LDII secara konsisten menempatkan pembinaan pemuda sebagai prioritas utama dalam peta jalan organisasi.

"Kami sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang dakwah berkomitmen mencetak generasi yang profesional sekaligus religius. Pembinaan generasi muda ini menjadi salah satu faktor utama dalam pembentukan negara yang maju, adil, serta beradab," ujar Muslim Abdullah saat memberikan keterangan resmi.

Dalam proses internalisasi nilai-nilai luhur tersebut, Muslim menjelaskan bahwa LDII menggunakan instrumen program "29 Karakter Luhur". Pedoman komprehensif ini dirancang untuk mencakup spektrum nilai yang luas, mulai dari kejujuran, sifat amanah, tanggung jawab, kedisiplinan, hingga kemampuan kerja sama tim dan empati sosial.

"Melalui momentum CAI ini, kami mempertegas komitmen membentuk generasi penerus yang memiliki sifat jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Kita ingin mereka menjadi pemuda yang profesional, nasionalis, serta yang tidak kalah pentingnya adalah religius," tambahnya dengan nada optimis.

Waspadai Ancaman Sosial: Narkoba hingga Konten Negatif

Lebih jauh, Muslim juga memberikan atensi serius terhadap berbagai patologi sosial yang kini mengancam masa depan remaja. Fenomena seperti jeratan narkoba, tren tawuran antar-kelompok, eksistensi geng motor yang meresahkan, hingga paparan konten destruktif di dunia maya menjadi alasan mengapa pembinaan karakter menjadi sangat mendesak (urgent).

Ia mengingatkan bahwa pembentukan karakter bukan merupakan proses instan yang bisa selesai dalam semalam. Diperlukan konsistensi jangka panjang serta kolaborasi lintas sektor yang kuat. Pencegahan degradasi moral memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.

"Kami tidak ingin generasi LDII bersinggungan atau bahkan terpengaruh oleh berbagai perilaku negatif tersebut. Pelatihan dan pembinaan ini harus dilakukan secara terus-menerus. Oleh karena itu, kami memohon kepada seluruh unsur, baik orang tua, tenaga pendidik, pakar pendidikan, stakeholder, hingga para alim ulama untuk bahu-membahu membina generasi muda kita," tegas Muslim menutup pernyataannya.

Untuk melihat rangkaian persiapan dan informasi mendalam terkait kegiatan pembinaan pemuda, Anda dapat mengakses informasi selengkapnya melalui tautan CAI 2026.

Glossary: Memahami Istilah dalam Artikel

  • CAI (Cinta Alam Indonesia): Program perkemahan tahunan LDII yang fokus pada pembinaan karakter, kemandirian, dan kecintaan terhadap lingkungan dan tanah air.
  • 29 Karakter Luhur: Kurikulum pembinaan karakter di lingkungan LDII yang mencakup sifat-sifat dasar manusia unggul (seperti rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, amanah, dsb).
  • Generus (Generasi Penerus): Istilah yang digunakan untuk merujuk pada pemuda-pemudi yang sedang dalam masa pembinaan untuk melanjutkan peran di masyarakat dan organisasi.
  • Profesional Religius: Visi untuk menciptakan SDM yang ahli di bidang profesinya masing-masing namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama.
  • Persinas ASAD: Perguruan Silat Nasional ASAD, organisasi pencak silat yang sering menjadi mitra dalam pembinaan fisik dan mental pemuda.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.