Kreativitas Tanpa Batas, Remaja Putri LDII Tanah Grogot Ubah Limbah Jerigen Jadi Tas Estetik

Kreativitas Tanpa Batas, Remaja Putri LDII Tanah Grogot Ubah Limbah Jerigen Jadi Tas Estetik
  • PASER — Dalam upaya menumbuhkan jiwa kemandirian dan kepedulian lingkungan, Pimpinan Cabang (PC) LDII Tanah Grogot melalui Bidang Keputrian Penggerak Pembina Generasi (PPG) sukses menyelenggarakan pelatihan keterampilan bagi remaja putri se-Kecamatan Tanah Grogot pada Selasa (2/7). Bertempat di Aula Barokah LDII Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur, para peserta diajak mengeksplorasi kreativitas dengan menyulap jerigen bekas menjadi tas jinjing estetik yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

    Agenda tahunan yang mengusung tajuk "Keputrian Cerdas, Santun, dan Berencana" (Kencana) ini bukan sekadar ajang asah terampil biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai instrumen pembinaan karakter yang komprehensif bagi generasi muda LDII di wilayah Paser.

    Fokus pada Life Skill dan Karakter Luhur

    Ketua Bidang Keputrian PPG LDII Tanah Grogot, Nining Purwanti, menekankan bahwa pelatihan ini merupakan wadah nyata untuk mengimplementasikan kemandirian. Selain mengasah aspek motorik dan seni, kegiatan ini juga menjadi jembatan untuk mempererat ukhuwah antarpeserta melalui kolaborasi dalam proses produksi.

    "Melalui program Kencana ini, kami melatih life skill dan mendorong para remaja putri untuk mempraktikkan 29 karakter luhur. Dalam proses pembuatan tas bersama, mereka dituntut untuk kompak dan membangun kerja sama yang baik. Secara tidak langsung, sangat efektif meningkatkan kerukunan antar remaja putri di lingkungan LDII Tanah Grogot," jelas Nining Purwanti.

    Langkah ini sejalan dengan target pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, namun juga tangguh dalam menghadapi tantangan hidup melalui keterampilan praktis yang adaptif.

    Mengubah Sampah Menjadi Peluang Wirausaha

    Isu lingkungan menjadi sorotan utama dalam pemilihan bahan dasar kerajinan kali ini. Penggunaan jerigen plastik yang biasanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) kini dialihfungsikan menjadi produk fashion kontemporer. Ketua Panitia Pelaksana, Melinda, menyebutkan bahwa inisiatif ini mengajarkan para remaja untuk memiliki pandangan yang visioner terhadap benda-benda di sekitar mereka.

    "Kami sengaja memilih bahan dasar jerigen bekas untuk mengajarkan kesadaran lingkungan dan pemanfaatan limbah di sekitar kita. Selain wadah menyalurkan kreativitas, hasil akhir berupa tas ini memiliki nilai jual, sehingga sejak dini mereka sudah memiliki mental kemandirian wirausaha," ungkap Melinda.

    Proses transformasinya pun tergolong unik namun presisi. Egris Tasya, salah satu peserta yang antusias mengikuti setiap tahapan, menceritakan bagaimana jerigen plastik tersebut harus melalui beberapa fase hingga menjadi tas cantik. Pertama, jerigen dipotong menjadi tiga bagian utama, yakni sisi bawah, tengah, dan komponen gagang. Setelah itu, setiap permukaan dililit menggunakan benang macrame tebal dengan teknik kerapatan tinggi.

    Sentuhan personal para peserta terlihat saat mereka memadupadankan warna benang sesuai selera masing-masing. Hasilnya, jerigen yang awalnya kaku berubah tekstur menjadi tas rajut kokoh yang siap dipasarkan ke pasar yang lebih luas.

    Membangun Kebersamaan Lewat Karya

    Bagi para remaja putri LDII, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga di tengah rutinitas mereka. Suasana cair yang tercipta selama sesi praktek membuat kerumitan teknis pembuatan tas menjadi tidak terasa berat. Saling tukar ide dan bantuan saat menyatukan komponen tas menjadi pemandangan yang mendominasi aula.

    "Acaranya seru dan sangat bermanfaat bagi kami. Awalnya membayangkan membuat tas dari jerigen itu susah, tapi karena dikerjakan bersama sambil ngobrol dan tukar ide, ternyata jadi terasa menyenangkan. Kegiatan ini benar-benar bikin kita makin kompak dan rukun sama teman-teman yang lain," tutur Egris Tasya penuh antusias.

    Melalui pelatihan semacam ini, LDII Tanah Grogot berharap para remaja putri tidak hanya mampu menghasilkan produk kreatif, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, solutif, dan memiliki etos kerja yang kuat untuk masa depan mereka.

    Glossary Kegiatan

    • PPG: Penggerak Pembina Generasi, lembaga internal LDII yang fokus pada pembinaan usia dini hingga pra-nikah.
    • Life Skill: Keterampilan hidup yang diperlukan untuk kemandirian individu.
    • Jerigen: Wadah tertutup dari plastik yang umumnya digunakan untuk menampung cairan.
    • Macrame: Seni kerajinan tangan yang memanfaatkan teknik simpul-menyimpul benang atau tali.
    • 29 Karakter Luhur: Pilar karakter yang ditanamkan dalam kurikulum pembinaan LDII untuk mencetak generasi profesional religius.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.