Pangkalpinang — Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, membedah secara mendalam urgensi konsep ekonomi hijau dan ekonomi sirkular dalam momentum Musyawarah Wilayah (Muswil) VI LDII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang digelar pada Kamis (23/7). Di hadapan para peserta, ia menegaskan bahwa paradigma terhadap sampah harus segera bergeser dari sekadar residu lingkungan menjadi instrumen bernilai ekonomi tinggi jika dikelola melalui metode yang presisi.
Paradigma Ekonomi Hijau: Mengubah Limbah Menjadi Berkah
Dalam materi presentasi yang bertajuk “Ekonomi Hijau dan Ekonomi Sirkular: Sampah Jadi Berkah, Lingkungan Lestari”, Bambang Patijaya memberikan wawasan segar mengenai bagaimana pembangunan masa kini tidak boleh mengabaikan aspek ekologi. Ekonomi hijau, menurutnya, adalah poros utama dalam menekan emisi karbon dan memastikan sumber daya alam tetap terjaga untuk generasi mendatang. Sejalan dengan itu, ekonomi sirkular hadir sebagai sistem yang memastikan siklus penggunaan bahan baku tetap berputar tanpa menciptakan tumpukan limbah baru.
Dinamika ini menjadi sangat relevan mengingat tantangan lingkungan global yang kian mendesak. Bambang menjelaskan bahwa inti dari transformasi ini adalah bagaimana masyarakat dan industri mampu meminimalkan penggunaan sumber daya mentah dan memaksimalkan nilai guna dari setiap material yang ada.
Prinsip 3R Sebagai Fondasi Utama Pengelolaan Sampah
Satu hal yang menjadi sorotan tajam dalam paparannya adalah mengenai penggunaan teknologi dalam menangani sampah. Bambang mengingatkan agar daerah tidak terjebak pada solusi instan seperti teknologi waste-to-energy tanpa melalui tahapan mendasar yang tepat. Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah yang sehat harus tetap berpijak pada prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R).
“Waste-to-energy bukan solusi tunggal. Pengelolaan sampah harus dimulai dari reduce, reuse, dan recycle, kemudian limbah yang tersisa baru dimanfaatkan menjadi energi,” ujar Bambang Patijaya.
Menurut politisi tersebut, pemanfaatan sampah menjadi energi listrik atau sumber energi lainnya hanyalah tahap akhir. Upaya pengurangan dari hulu—yakni rumah tangga dan industri—tetap menjadi kunci keberhasilan yang paling fundamental. Tanpa pemilahan yang baik di tingkat awal, teknologi canggih sekalipun akan menghadapi kendala teknis dan biaya operasional yang tidak sedikit.
Belajar dari Global: Studi Kasus Portugal dan Realitas Lokal
Beralih ke kancah internasional, Bambang membagikan pengalamannya saat meninjau sistem pengelolaan sampah di sejumlah negara maju, termasuk Portugal. Negara tersebut dinilai sukses membangun infrastruktur pengelolaan limbah secara bertahap. Kesuksesan tersebut tidak diraih dalam semalam, melainkan melalui penyiapan sumber daya manusia yang mumpuni, sistem operasional yang disiplin, hingga pemeliharaan fasilitas yang berkelanjutan.
Ia menggarisbawahi bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Indonesia memerlukan kajian mendalam terkait pasokan sampah harian. Agar layak secara teknis maupun ekonomis, sebuah fasilitas PLTSa membutuhkan volume sampah yang stabil dan besar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi daerah-daerah yang memiliki populasi atau sebaran wilayah yang unik seperti di Bangka Belitung.
Sinergi LDII dalam Mewujudkan Lingkungan Lestari
Menutup sesi pemaparannya, Bambang Patijaya menaruh harapan besar pada peran organisasi kemasyarakatan seperti LDII. Ia meyakini bahwa LDII memiliki basis massa yang solid untuk menggerakkan kesadaran kolektif tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat seperti LDII menjadi faktor penentu terciptanya ekosistem ekonomi hijau yang inklusif.
Langkah konkret dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular dipercaya tidak hanya akan menyelamatkan ekosistem, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan peluang usaha di bidang industri daur ulang. Inilah visi yang ingin ia tularkan kepada seluruh peserta Muswil VI, agar LDII terus berkontribusi bagi bangsa melalui aksi nyata dalam pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.