SUMEDANG – Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) LDII Jawa Barat menggelar pembekalan strategi bisnis online bagi para calon wirausahawan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (7/7/2026) di Sekretariat DPW LDII Jawa Barat, Graha Aulia Jatinangor, Sumedang ini, menjadi wadah krusial untuk mematangkan kesiapan mental dan teknis para peserta dalam menghadapi dinamika pasar digital.
Kelanjutan Program Akademi Entrepreneur
Pertemuan ini bukanlah agenda tunggal yang berdiri sendiri, melainkan sebuah langkah berkelanjutan dari program Akademi Entrepreneur Batch (BET) 1 dan 2 yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan. Fokus utamanya kali ini bergeser pada pendalaman implementatif, di mana teori yang telah didapat sebelumnya mulai dikonversikan menjadi langkah nyata dalam memulai serta mengelola unit usaha secara profesional.
Ketua Biro EPM LDII Jawa Barat, Tulus Pribadi, menekankan bahwa kelas bisnis ini dirancang sebagai ruang diskusi yang cair namun produktif. Hubungan antara peserta dan mentor tidak lagi sekadar instruksional, melainkan lebih ke arah pendampingan intensif untuk mengurai benang kusut kendala operasional yang kerap ditemui para pelaku usaha pemula di lapangan.
"Di sinilah kita sharing diskusi dengan para mentor sehingga kendala yang dihadapi peserta itu bisa ada solusinya dan mampu untuk bisnis dengan baik dan lancar ke depannya," ujar Tulus Pribadi.
Target Kemandirian Ekonomi Digital
Membangun bisnis di era sekarang membutuhkan lebih dari sekadar modal materi; diperlukan ketajaman melihat peluang di ekosistem digital. Oleh karena itu, LDII Jawa Barat mengusung target yang cukup ambisius dalam program pendampingan ini. Tulus Pribadi mengungkapkan bahwa pihaknya membidik angka 90 persen, bahkan idealnya seluruh peserta, mampu menjalankan roda bisnis mereka secara mandiri dan berkelanjutan.
Urgensi penguasaan bisnis online menjadi sorotan utama karena sektor ini diprediksi akan terus mendominasi peta ekonomi global. Dengan memberikan pembekalan yang tepat, diharapkan para peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain aktif yang mampu mendulang penghasilan stabil.
"Harapan kami peserta ini betul-betul bisa menjalankan bisnisnya dengan baik dan menghasilkan penghasilan yang baik juga cukup ekonominya," pungkas Tulus Pribadi.
Melalui penguatan ekonomi di level individu ini, LDII Jawa Barat optimistis dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas. Transformasi dari peserta pelatihan menjadi pelaku usaha mandiri diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan segala bentuk perubahan zaman.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.