JEMBER — Mengisi waktu luang dengan aktivitas yang produktif dan sarat nilai pengetahuan, Pimpinan Anak Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PAC LDII) Desa Wringin Agung menginisiasi kegiatan wisata edukasi keluarga. Bertempat di kawasan legendaris Kebun Renteng, Jember, agenda yang berlangsung pada Minggu (26/7) ini menyasar pengenalan potensi agrowisata berbasis komoditas lokal kepada warga.
Langkah ini diambil bukan sekadar untuk berekreasi, melainkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai kekayaan alam daerah. Puluhan peserta yang terdiri dari lintas generasi—mulai dari anak-anak yang antusias, remaja, hingga kelompok ibu-ibu—tampak memadati lokasi yang dikenal sebagai salah satu mercusuar agrowisata di Kabupaten Jember tersebut. Kebun Renteng dipilih karena reputasinya dalam memadukan keasrian alam dengan pusat studi pengolahan hasil perkebunan yang mumpuni.
Membedah Proses Produksi Cokelat dari Hulu ke Hilir
Fokus utama dalam kunjungan kali ini adalah mempelajari rantai produksi tanaman kakao. Para peserta diajak melihat langsung bagaimana hamparan pohon kakao dirawat hingga memasuki masa panen. Pengetahuan mengenai pascapanen menjadi poin krusial, di mana warga diberikan penjelasan teknis tentang bagaimana biji kakao mentah ditransformasikan menjadi produk cokelat bernilai ekonomi tinggi.
Ketua PAC LDII Wringin Agung, Muchlisin, menekankan bahwa pengalaman visual dan praktik langsung jauh lebih membekas bagi warga dibandingkan sekadar teori. Galeri cokelat yang ada di lokasi pun menjadi pusat perhatian, terutama bagi anak-anak yang dapat melihat hasil akhir dari proses panjang pertanian tersebut.
"Kami mengajak warga kami untuk melihat langsung hamparan hijau kebun kakao yang diolah menjadi berbagai produk cokelat lezat yang sangat disukai anak-anak. Tak ayal, galeri cokelat yang tersedia di lokasi menjadi daya tarik utama dan membawa kebahagiaan tersendiri, khususnya bagi anak-anak dan ibu-ibu," ujar Muchlisin.
Interaksi langsung dengan ekosistem perkebunan ini diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir warga mengenai peluang agribisnis di masa depan. Suasana kebun yang sejuk memberikan ruang bagi para keluarga untuk saling berbincang, mempererat tali silaturahmi dalam bingkai kebersamaan yang hangat.
Apresiasi Terhadap Pendidikan Berbasis Lingkungan
Inisiatif yang dilakukan oleh PAC LDII Wringin Agung ini mendapat respons positif dari pimpinan LDII di tingkat kabupaten. Integrasi antara rekreasi dan pembelajaran lapangan dinilai sebagai metode yang efektif untuk membangun karakter generasi muda yang menghargai potensi tanah air.
Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M., memberikan apresiasinya terhadap kemasan acara yang tidak konsumtif namun edukatif. Baginya, mengenalkan anak-anak pada komoditas unggulan daerah seperti kakao adalah investasi jangka panjang untuk kecintaan mereka terhadap lingkungan dan kedaulatan pangan lokal.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan wisata edukasi yang diinisiasi oleh PAC Wringin Agung di Kebun Renteng ini. Liburan keluarga tidak harus selalu konsumtif, tetapi bisa dikemas menjadi sarana belajar yang bermanfaat. Mengenalkan anak-anak pada potensi agribisnis lokal seperti perkebunan kakao sejak dini akan menumbuhkan rasa cinta tanah air, kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus kebanggaan atas komoditas lokal Jember," tutur H. Akhmad Malik Afandi, S.P., M.M.
Malik Afandi juga menitipkan pesan agar semangat serupa dapat diadopsi oleh pengurus LDII di tingkat kecamatan maupun desa lainnya. Dengan memanfaatkan destinasi wisata lokal yang edukatif, organisasi turut berperan aktif dalam mendukung program pariwisata daerah sekaligus memperkuat solidaritas internal warga melalui kegiatan yang menyegarkan pikiran namun tetap memberikan asupan ilmu pengetahuan yang konkret.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.