Jurnalis LDII Jember Perkuat Kompetensi Jurnalistik Melalui Workshop Radar Jember

Jurnalis LDII Jember Perkuat Kompetensi Jurnalistik Melalui Workshop Radar Jember
foto: ilustrasi
  • JEMBER — Sebanyak empat jurnalis dari LDII News Network (LINES) Jember mengikuti workshop intensif mengenai fotografi jurnalistik dan news anchor yang diselenggarakan oleh Radar Jember pada Kamis (16/7). Agenda yang bertempat di kantor redaksi Radar Jember ini menjadi langkah strategis organisasi dalam menggodok kemampuan sumber daya manusia, khususnya dalam menyajikan informasi dakwah dan sosial yang lebih profesional di era digital.

    Pelatihan yang berlangsung sepanjang hari tersebut tidak hanya diikuti oleh internal LDII, namun juga menggandeng puluhan peserta dari beragam komunitas kreatif serta media kampus di seluruh Kabupaten Jember. Atmosfer kolaboratif terasa kental saat para praktisi media senior membedah materi mengenai teknik pengambilan gambar berita hingga seni membawakan laporan di depan kamera.

    Menggabungkan Estetika Visual dengan Nilai Informasi

    Dalam sesi fotografi jurnalistik, para peserta diajak memahami bahwa sebuah foto berita memikul beban tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar keindahan komposisi. Foto yang baik harus mampu bercerita dan memiliki nilai informasi yang kuat tanpa harus memanipulasi fakta di lapangan. Pemateri menekankan bahwa aspek akurasi dan keberimbangan tetap menjadi panglima, bahkan dalam sebuah karya visual.

    Tak hanya teori, para jurnalis LINES Jember juga terjun langsung dalam praktik pengambilan gambar. Mereka ditantang untuk menemukan sudut pandang (angle) unik yang mampu merepresentasikan unsur dasar berita. Setiap karya kemudian dievaluasi secara kritis guna menajamkan intuisi jurnalis dalam menangkap momen krusial di tengah peristiwa.

    Seni Berbicara di Depan Kamera

    Beralih ke ranah penyiaran, sesi news anchor menjadi panggung bagi peserta untuk mempelajari teknis penyampaian berita secara runtut dan elegan. Fokus utama pelatihan ini mencakup penguasaan bahasa tubuh, artikulasi yang jernih, hingga manajemen intonasi agar pesan dapat tersampaikan dengan efektif kepada audiens.

    Simulasi siaran layaknya reporter televisi profesional dilakukan untuk memberikan pengalaman nyata bagi para peserta. Di sini, ketenangan dan kemampuan menguasai naskah diuji langsung oleh praktisi media yang telah malang melintang di industri pers.

    "Selama ini LINES Jember aktif mempublikasikan berbagai kegiatan sosial dan dakwah. Melalui pelatihan ini kami memperoleh pengetahuan baru untuk menghasilkan artikel foto maupun konten video yang lebih profesional, informatif, dan tetap berpedoman pada kaidah jurnalistik," ujar Vindi, salah satu jurnalis LINES Jember yang menjadi peserta workshop.

    Langkah peningkatan kapasitas ini dinilai sangat relevan mengingat pola konsumsi informasi masyarakat yang kian bergeser ke platform digital. Kemampuan jurnalistik visual dan kecakapan di depan kamera bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan keterampilan wajib yang harus dikuasai secara berkelanjutan agar kualitas informasi yang sampai ke publik tetap terjaga integritasnya.

    📚 Glosarium Media & Jurnalistik

    • LINES: LDII News Network, jaringan jurnalis internal organisasi LDII yang fokus pada pemberitaan kegiatan sosial, dakwah, dan kontribusi positif organisasi.
    • News Anchor: Penyiar berita atau pembawa acara berita di televisi yang bertugas menyampaikan informasi kepada pemirsa dengan teknik komunikasi tertentu.
    • Fotografi Jurnalistik: Cabang fotografi yang bertujuan mengisahkan suatu peristiwa melalui gambar yang jujur, informatif, dan sesuai dengan fakta tanpa rekayasa.
    • Angle: Sudut pandang atau cara pandang jurnalis terhadap suatu peristiwa yang menentukan arah pemberitaan atau fokus utama sebuah karya jurnalistik.
    • Artikulasi: Kejelasan dalam pengucapan kata-kata agar pesan verbal yang disampaikan penyiar dapat didengar dan dipahami dengan sempurna.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.