SUMEDANG – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Jawa Barat mengambil langkah progresif dalam memantapkan kualitas pendidikan berbasis karakter melalui penyelenggaraan Pertemuan Akbar (Perak) 2026. Forum konsolidasi yang digawangi oleh Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) ini menjadi momentum penting bagi para pendidik di bawah naungan LDII untuk menyelaraskan implementasi Kurikulum Merdeka dengan nilai-nilai internal organisasi. Bertempat di Gedung DPW LDII Jawa Barat pada Rabu (8/7), agenda ini diikuti secara antusias oleh jajaran pengurus Biro PUP dari 27 Kabupaten/Kota, puluhan kepala sekolah, serta guru-guru satuan pendidikan.
Sinergi Kurikulum Nasional dan Karakter Luhur
Fokus utama dari Perak 2026 adalah menjembatani kebijakan nasional melalui Kurikulum Merdeka dengan fondasi moral yang kokoh. Upaya ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah ikhtiar untuk memastikan bahwa setiap guru memiliki kompetensi tinggi dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan 29 Karakter Luhur. Peserta diajak untuk membedah metode pembelajaran yang dinamis namun tetap berakar pada etika dan moralitas.
Kehadiran Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam forum ini memberikan legitimasi kuat terhadap arah pendidikan yang diusung LDII. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ervin Aulia Rachman, memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi LDII dalam membina generasi muda.
“Tema ‘Profesional Religius’ yang diangkat sangat selaras dengan visi Jawa Barat. Kita ingin menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, menguasai teknologi, namun tetap memiliki akhlak mulia,” ujar Ervin Aulia Rachman saat membacakan sambutan mewakili Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Membangun Kemitraan Strategis Pendidikan
Dinas Pendidikan Jawa Barat menegaskan bahwa tanggung jawab mencerdaskan bangsa merupakan kerja kolektif. Dalam pandangan pemerintah daerah, sekolah-sekolah swasta memiliki peran krusial yang setara dengan institusi negeri dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat luas.
“Sekolah swasta, termasuk yang berada di bawah LDII, adalah mitra strategis pemerintah. Kalian bukan pilihan kedua, melainkan bagian penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegas Ervin Aulia Rachman menambahkan.
Integrasi 29 Karakter Luhur yang dikembangkan LDII dinilai harmonis dengan filosofi Jawa Barat untuk menciptakan manusia yang cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Keselarasan ini menjadi modal penting bagi sekolah-sekolah di bawah naungan LDII untuk terus bertumbuh secara kompetitif.
Standardisasi Mutu dan Inovasi Pembelajaran
Ketua Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP) DPW LDII Jawa Barat, Arief Achmad Saroso, mengungkapkan bahwa Perak 2026 dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan. Melalui metode Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM), sekolah-sekolah didorong untuk saling berbagi praktik baik (best practices) guna mempercepat akselerasi kualitas pendidikan di daerah masing-masing.
Arief menyoroti bahwa banyak satuan pendidikan LDII yang meski tergolong baru, telah mampu membuktikan kualitasnya di level nasional. Salah satu indikatornya adalah raihan akreditasi yang memuaskan dari lembaga berwenang.
“Ini menjadi prestasi bagi sekolah-sekolah kami yang usianya belum lama, namun mampu menunjukkan kualitas pendidikan yang baik,” tutur Arief Achmad Saroso dengan nada optimis.
Melalui standardisasi mutu yang dihasilkan dari pertemuan ini, DPW LDII Jawa Barat berharap seluruh satuan pendidikan memiliki garis koordinasi yang seragam. Tujuan akhirnya tetap satu: mencetak generasi profesional religius yang kompeten untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan bekal karakter yang tak tergoyahkan.
Glossary Pendidikan LDII
- 29 Karakter Luhur: Kumpulan nilai budi pekerti yang menjadi ciri khas pembinaan karakter di lingkungan LDII, mencakup aspek tabiat luhur, kemandirian, dan ketaatan agama.
- Perak (Pertemuan Akbar): Forum konsolidasi rutin DPW LDII Jawa Barat yang mempertemukan pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan pelatihan.
- Profesional Religius: Konsep pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam keahlian duniawi (profesional) sekaligus memiliki kedalaman spiritual (religius).
- Metode ATM: Akronim dari Amati, Tiru, dan Modifikasi; sebuah strategi inovasi yang digunakan untuk mengadaptasi kesuksesan satu sekolah ke sekolah lainnya dengan penyesuaian lokal.
- Biro PUP: Biro Pendidikan Umum dan Pelatihan, unit organisasi LDII yang fokus pada pengelolaan dan pengembangan institusi pendidikan formal dan non-formal.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.