Inovasi Ekonomi Kreatif, LDII Tegal Dorong Kemandirian Warga Melalui Pelatihan Batik Ecoprint

Inovasi Ekonomi Kreatif, LDII Tegal Dorong Kemandirian Warga Melalui Pelatihan Batik Ecoprint
foto: ilustrasi
  • Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Tegal mengambil langkah strategis dalam memberdayakan ekonomi warga melalui penguasaan keterampilan ramah lingkungan. Pada Sabtu (27/6/2026), organisasi ini menyelenggarakan pelatihan batik ecoprint yang bertempat di Masjid Al Huda Manshurin, Tegal, Jawa Tengah. Agenda ini dirancang sebagai jembatan antara pengembangan ekonomi kreatif dan komitmen menjaga kelestarian ekosistem alam.

    Sinergi Kemandirian Ekonomi dan Pelestarian Alam

    Ketua DPD LDII Kabupaten Tegal, Wijiyanto, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari visi besar organisasi untuk menciptakan warga yang mandiri secara finansial tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Ia melihat ecoprint memiliki potensi pasar yang menjanjikan sebagai unit usaha rumahan.

    “Kami ingin masyarakat memiliki bekal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Di sisi lain, kegiatan ini juga mengajak peserta memanfaatkan potensi alam secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Wijiyanto.

    Lebih lanjut, Wijiyanto menjelaskan bahwa penguatan sektor ekonomi keluarga menjadi pilar penting dalam pembinaan yang dilakukan LDII. Dengan melatih ibu-ibu dan generasi muda, diharapkan akan muncul wirausahawan baru yang mampu memproduksi barang-barang bernilai seni tinggi namun tetap berkelanjutan.

    “Kami mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari lingkungan warga LDII, terutama kalangan ibu-ibu dan generasi muda. Apabila keterampilan ini terus diasah, produk ecoprint memiliki peluang bersaing di pasar sekaligus memperkuat ekonomi keluarga,” katanya.

    Proses Teknis Menciptakan Karya Seni Alami

    Pelatihan ini menghadirkan instruktur berpengalaman, Dwimaya Mardelia Winarni, yang secara detail membimbing para peserta mengeksplorasi media alam. Proses dimulai dari tahap mordanting, yakni persiapan kain agar seratnya mampu menyerap pigmen warna alami secara maksimal. Peserta kemudian diajak menyusun komposisi artistik menggunakan dedaunan dan bunga di atas permukaan kain.

    Teknik yang diajarkan meliputi pounding (pemukulan) untuk mengeluarkan warna daun, hingga proses steaming (pengukusan) guna mengunci motif agar permanen. Berbagai media seperti jilbab, tas kain (totebag), hingga potongan kain katun disulap menjadi produk kerajinan yang estetik.

    “Berbagai media digunakan dalam praktik, seperti jilbab, tas kain (totebag), dan kain katun yang siap diolah menjadi produk kerajinan,” ujar Dwimaya Mardelia Winarni.

    Dwimaya menyoroti bahwa daya tarik utama ecoprint terletak pada eksklusivitasnya. Karena menggunakan bahan organik yang bentuk dan warnanya dipengaruhi oleh alam, mustahil untuk menghasilkan dua produk yang identik secara visual.

    “Keunikan ecoprint terletak pada hasil motif yang tidak pernah sama. Hal ini menjadi nilai tambah yang membuat setiap produk memiliki ciri khas tersendiri. Saya berharap peserta terus berlatih dan mengembangkan kreativitas agar mampu menghasilkan produk berkualitas,” tambahnya.

    Transformasi Menuju Digital Marketing

    Tak hanya berhenti pada aspek produksi, para peserta juga dibekali dengan wawasan manajerial mengenai pengelolaan usaha mikro. Materi yang disampaikan mencakup kalkulasi penentuan harga jual, teknik pengemasan yang menarik (packaging), hingga strategi menembus pasar daring melalui platform digital. Hal ini krusial agar produk yang dihasilkan tidak sekadar menjadi pajangan, melainkan mampu menembus pasar yang lebih luas.

    Sebagai penutup rangkaian acara, digelar pameran mini yang menampilkan hasil karya orisinal para peserta. Lembaran kain dan tas dengan motif alami yang lahir selama pelatihan menjadi bukti nyata bahwa potensi ekonomi kreatif dapat tumbuh subur di tingkat akar rumput dengan pendampingan yang tepat.

    Glossary: Memahami Istilah Ecoprint

    • Ecoprint: Teknik mencetak motif pada kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, atau batang yang mengandung pigmen warna.
    • Mordanting: Proses awal mengolah kain dengan larutan tertentu agar pori-pori kain terbuka dan siap mengikat warna alami.
    • Pounding: Teknik memindahkan motif daun ke kain dengan cara memukul-mukul permukaan daun yang sudah diletakkan di atas kain.
    • Steaming: Proses pengukusan kain yang sudah diberi motif untuk mengunci warna agar tidak luntur dan hasil cetakan lebih tajam.
    • Ekonomi Kreatif: Sektor ekonomi yang mengandalkan kreativitas, bakat, dan ide sebagai aset utama untuk menciptakan nilai ekonomi.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.