BANYUWANGI – Di tengah pusaran teknologi yang kian tak terkendali, ancaman terhadap degradasi moral generasi muda menjadi isu krusial yang memerlukan penanganan serius. Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, KH. Misbahul Muslih, secara tegas memberikan pembekalan spiritual kepada ratusan pemuda dalam perhelatan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47. Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Wisata Waduk Sidodadi, Kecamatan Glenmore, pada Senin malam (6/7/2026) ini menjadi momentum penting untuk memperkuat benteng iman Generasi Z.
Mengasah Fondasi Spiritual di Tengah Gempuran Zaman
Sekitar 600 peserta dari berbagai penjuru berkumpul dengan khidmat untuk mendengarkan arahan strategis mengenai eksistensi diri di era modern. KH. Misbahul Muslih menggarisbawahi bahwa kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kematangan karakter. Tanpa spiritualitas yang kokoh, pemuda akan sangat rentan terombang-ambing oleh pengaruh negatif globalisasi yang masuk melalui ruang digital tanpa filter.
Dalam sesi bertajuk "Kewajiban Ibadah dan Menyiapkan Tantangan Zaman", beliau mengingatkan bahwa fenomena kerusakan moral yang terjadi saat ini merupakan potret nyata dari apa yang telah diperingatkan sejak masa lampau. Realitas sosial yang semakin permisif terhadap nilai-nilai etika menjadi sinyal bahaya bagi masa depan bangsa.
"Perilaku pergaulan yang tidak lagi mempedulikan halal-haram, dosa-pahala, serta baik-buruk, berpotensi menyeret generasi muda ke dalam pergaulan bebas, perzinaan, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba dan minuman keras," ujar KH. Misbahul Muslih dengan nada penuh penekanan.
Ibadah Sebagai Poros Utama Kehidupan
Langkah preventif utama yang ditawarkan adalah meningkatkan intensitas kedekatan diri kepada Sang Pencipta. Mengutip pesan mendalam dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56, Muslih menegaskan bahwa esensi penciptaan manusia bukanlah untuk sekadar mengejar materi atau eksistensi semu di media sosial, melainkan untuk pengabdian sepenuhnya kepada Allah SWT.
"Ibadah bukan sekadar rutinitas. Ibadah adalah bentuk ketaatan kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya, baik dalam ucapan maupun perbuatan, lahir maupun batin," jelas KH. Misbahul Muslih saat menguraikan hakikat ketakwaan.
Beliau membedah konsep ibadah menjadi dua klasifikasi besar:
- Ibadah Mahdah: Hubungan vertikal yang bersifat murni antara hamba dengan Tuhannya.
- Ibadah Ghairu Mahdah: Aktivitas keduniaan yang bertransformasi menjadi pahala ketika diniatkan untuk mencari rida Allah, termasuk dalam bekerja maupun bermasyarakat.
Filosofi Khoirunnas Anfa’uhum Linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama) disematkan sebagai landasan agar Generasi Z mampu mengintegrasikan nilai-nilai religius ke dalam profesionalisme mereka kelak di masa depan.
Kontrol Gawai dan Target Tri Sukses
Salah satu poin krusial yang disorot adalah ketergantungan akut Generasi Z terhadap perangkat seluler. Teknologi informasi, meski memiliki sisi positif yang luas, dapat berubah menjadi racun jika tidak dikelola dengan kebijaksanaan. KH. Misbahul Muslih secara instruktif meminta para orang tua dan pemuda sendiri untuk waspada terhadap konten-konten yang merusak pola pikir.
"Generasi Z saat ini hampir tidak lepas dari HP. Penggunaannya harus diwaspadai dan dikontrol ketat agar tidak menjerumuskan ke arah negatif," imbuh KH. Misbahul Muslih.
Sebagai solusi konkret, LDII Banyuwangi terus mendorong pencapaian "Tri Sukses" bagi generasi penerusnya. Tiga pilar utama ini mencakup:
- Alim Fakih: Memiliki pemahaman agama yang mendalam dan komprehensif.
- Berakhlakul Karimah: Memiliki budi pekerti yang luhur dan santun dalam bertindak.
- Mandiri: Mampu berdiri di atas kaki sendiri dengan keterampilan hidup yang memadai.
Strategi pembinaan ini dilakukan secara simultan melalui tiga jalur utama yakni jalur pendidikan formal, penguatan agama di pesantren, dan pembentukan karakter melalui kegiatan lapangan seperti CAI. Diharapkan, melalui penempaan yang berkelanjutan, akan lahir generasi emas yang profesional sekaligus religius, siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keimanannya.
Glossary: Memahami Istilah Berita
- Generasi Z: Kelompok masyarakat yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal sebagai penduduk asli digital.
- Digitalisasi: Proses konversi informasi ke dalam format digital yang mengubah pola interaksi sosial manusia.
- Ibadah Mahdah: Ibadah yang tata caranya sudah ditentukan secara pasti dalam syariat (seperti salat dan puasa).
- Tri Sukses: Target pembinaan LDII yang meliputi penguasaan ilmu agama, akhlak yang baik, dan kemandirian ekonomi.
- Alim Fakih: Seseorang yang tidak hanya tahu tentang hukum agama, tetapi juga memahami esensi dan penerapannya secara mendalam.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.