Sunnah Rasulullah: Menikah Saat Dewasa
Saat usia dari remaja beranjak menjadi dewasa, seorang laki-laki atau perempuan dianjurkan segera mencari jodoh sebagai pendamping hidupnya, menjalankan sunnah dari Rasulullah ﷺ.
Pernikahan adalah ibadah terpanjang sepanjang hidup, dimulai sejak akad nikah hingga tutup ajal. Bukan sekadar formalitas sosial, melainkan perjanjian suci yang membawa keberkahan jika dilakukan atas dasar yang benar.
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang sudah mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah. Karena pernikahan itu lebih menjaga pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu adalah perisai baginya."
— HR. Bukhari No. 5065 & Muslim No. 1400
Jauhi Kemaksiatan, Segera Shalat Istikharah
Dalam memilih jodoh, supaya tidak didahului dengan kemaksiatan — meskipun yang dianggap ringan sekalipun. Hendaklah jika memang sudah kuat rasa senang kepada lawan jenis, segera dahului dengan memohon pilihan kepada Allah SWT melalui shalat istikharah.
Kemudian dilanjutkan dengan proses lamaran tanpa mendahului berpacaran. Karena pacaran hanyalah jalan menuju fitnah, bukan jalan menuju keberkahan.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَاٰ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَاحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."
Ayat ini bukan hanya melarang zina secara langsung, tetapi juga melarang segala jalan yang menuju ke sana — termasuk pacaran yang membuka peluang fitnah dan keterlarangan. Maka, mengapa harus berpacaran jika jalan yang halal (lamaran) sudah terbuka lebar?
Siapa yang Dipilih? Carilah yang Bertakwa
Siapa yang dipilih? Carilah yang memiliki kepahaman agama, yaitu seseorang laki-laki atau perempuan yang bertakwa kepada Allah SWT. Sebab jika ia memang jodohmu, ia akan menjadi pendamping sepanjang hidupmu.
Namun jika ternyata takdir berkata lain, kemudian terputus di tengah jalan, maka ia tak akan menyakiti dirimu. Karena ketakwaan seseorang menjaga dirinya untuk tidak berlaku zalim, bahkan saat perpisahan sekalipun.
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya."
"Perempuan dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama, niscaya kamu beruntung."
— HR. Bukhari No. 5090 & Muslim No. 1466
Hadis ini sangat jelas: agama harus menjadi prioritas utama. Harta bisa hilang, keturunan tak bisa diprediksi, kecantikan akan pudar — tapi ketakwaan adalah investasi abadi yang menjamin kebaikan di dunia dan akhirat.
Pilih yang Baik Agama-Nya
Allah SWT sangat tegas dalam Alquran tentang kriteria memilih pasangan hidup. Berikut dalil-dalil yang menjadi landasan utama:
وَلَا تُنكِحُوا ٱلْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ
"Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan orang-orang mukmin) sebelum mereka beriman. Dan sesungguhnya seorang hamba yang mukmin itu lebih baik dari orang musyrik, meskipun ia menarik hatimu."
Perhatikan frasa "meskipun ia menarik hatimu" — Allah secara eksplisit mengatakan bahwa daya tarik fisik atau materi bukanlah alasan untuk mengabaikan faktor keimanan. Inilah pelajaran berharga bagi kita yang sering terjebak penampilan semata.
وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang."
Ketentraman (sakinah), kasih sayang (mawaddah), dan kelembutan (rahmah) — ketiga hal ini hanya akan turun jika pondasi pernikahan dibangun di atas ketakwaan. Tanpa itu, rumah tangga hanyalah bangunan tanpa fondasi.
Bahaya Memilih Jodoh Hanya karena Harta dan Rupa
Sebaliknya, jika engkau memilih jodoh hanya sebab pertimbangan karena ia mapan ekonomi dan rupa saja, maka kelak jika pernikahan terputus di tengah jalan, ia akan mencelamu.
Kenapa bisa begitu? Karena seseorang yang tidak dibangun oleh ketakwaan, saat datang ujian perpisahan, ia akan mudah melontarkan kata-kata pedas, menyebarkan aib, dan merampas hak. Harta dan rupa tidak bisa mengajarkan seseorang untuk berlaku adil saat marah.
Jika terpisah, ia tetap menjaga kehormatanmu. Tidak mencela, tidak menyebarkan aib, dan melepasmu dengan baik.
Jika terpisah, ia mencelamu, menyebarkan aib, dan berlaku zalim. Harta dan rupa tak mampu mengajarkan adab berpisah.
ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ
"Perempuan-perempuan yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk perempuan-perempuan yang tidak baik. Dan perempuan-perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik."
Poin-Poin Penting dalam Memilih Jodoh
Merangkum seluruh pembahasan di atas, berikut pedoman praktis yang bisa kamu pegang teguh:
- Jangan menunda-nunda jika sudah mampu menikah. Segera lakukan, karena pernikahan adalah ibadah terpanjang dalam hidup.
- Hindari pacaran dalam proses ta'aruf. Gunakan jalur lamaran yang syar'i, di bawah pengawasan keluarga.
- Shalat istikharah sebelum memutuskan. Serahkan pilihan sepenuhnya kepada Allah SWT.
- Jadikan ketakwaan sebagai kriteria utama, bukan harta, jabatan, atau ketampanan semata.
- Perhatikan pemahaman agamanya — bukan sekadar penampilan religius, tapi bagaimana ia mengamalkan ajaran Islam secara konsisten.
- Percaya pada takdir Allah — jika ia jodohmu, ia akan menemanimu. Jika tidak, ia tidak akan menyakitimu karena ketakwaannya.
Penutup
Memilih jodoh bukan soal siapa yang paling tampan atau paling kaya. Memilih jodoh adalah soal siapa yang paling mampu mengantarmu menuju ridha Allah SWT. Pilih yang bertakwa — agar kamu tak kecewa, di dunia maupun di akhirat.
رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."