TANJUNG – Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, secara resmi membuka gelaran Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 yang diinisiasi oleh DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Tabalong pada Senin malam (6/7/2026). Bertempat di Gedung Serbaguna (GSG) Laburan, perhelatan akbar ini menjadi momentum penting dalam upaya penguatan karakter dan spiritualitas generasi muda di Bumi Saraba Kawa.
Ratusan peserta yang terdiri dari pemuda-pemudi LDII, jajaran pengurus organisasi, hingga tamu undangan tampak memadati lokasi upacara pembukaan. Kehadiran Bupati yang akrab disapa Haji Fani ini memberikan dorongan moral yang signifikan bagi para peserta yang akan mengikuti rangkaian kegiatan edukatif dan rekreatif selama perkemahan berlangsung.
Integrasi Visi Tabalong SMART dalam Pembinaan Pemuda
Dalam pidato sambutannya, Bupati Noor Rifani menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi LDII dalam menyelenggarakan pembinaan pemuda melalui kegiatan kepramukaan dan pendidikan akhlak. Ia menegaskan bahwa esensi dari Perkemahan CAI ini sangat selaras dengan visi strategis Pemerintah Kabupaten Tabalong, yakni mewujudkan wilayah yang Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan (SMART).
Pria yang dikenal dekat dengan masyarakat ini menguraikan bahwa dari empat pilar pembangunan daerah tersebut, aspek religiusitas menempati posisi yang paling krusial. Baginya, kecerdasan intelektual tanpa didasari oleh karakter yang kuat hanya akan menciptakan ketimpangan sosial.
“Semua pilar itu penting karena lahir dari aspirasi masyarakat. Tetapi kalau saya disuruh memilih, yang paling penting bagi saya adalah religius. Karakter dan tata krama adalah fondasi utama,” ujar HM Noor Rifani di hadapan para peserta perkemahan.
Belajar dari Karakteritas Pendidikan Global
Melanjutkan arahannya, Bupati sempat memberikan perspektif menarik dengan membandingkan sistem pendidikan di negara maju seperti Jepang. Ia menyoroti bagaimana pendidikan di sana sangat menitikberatkan pada pembentukan etika dan karakter anak sejak usia dini sebelum beralih ke materi akademik yang lebih berat.
Inspirasi ini, menurutnya, telah mulai diimplementasikan secara bertahap di Tabalong melalui penguatan kurikulum pendidikan karakter bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa generasi penerus tidak hanya unggul dalam penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki integritas serta akhlakul karimah.
Perkemahan CAI ke-47 ini pun diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi para pemuda LDII. Selain dibekali dengan kemandirian di alam terbuka, para peserta juga mendapatkan asupan wawasan kebangsaan dan pendalaman nilai-nilai agama. Hal ini penting mengingat tantangan global ke depan menuntut ketahanan mental yang jauh lebih solid.
Sepanjang acara, alur kegiatan berlangsung tertib dan khidmat. Dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan kepemudaan semacam ini membuktikan adanya sinergi yang kuat antara ormas keagamaan dan eksekutif dalam mencetak sumber daya manusia unggul demi masa depan Tabalong yang lebih gemilang.
Glossary Kegiatan
- CAI (Cinta Alam Indonesia): Program pembinaan kepemudaan tahunan LDII yang memadukan pendidikan karakter, kemandirian, dan pelestarian alam.
- Tabalong SMART: Akronim visi pembangunan Kabupaten Tabalong (Sejahtera, Maju, Religius, Terdepan).
- Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti terpuji yang menjadi landasan moral dalam interaksi sosial.
- GSG Laburan: Gedung Serbaguna yang berlokasi di kawasan Laburan, sering menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya di Tabalong.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.