Bekali Karakter Luhur dan Wawasan Kebangsaan, LDII Banjarmasin Gelar PERMATA CAI ke-47

Bekali Karakter Luhur dan Wawasan Kebangsaan, LDII Banjarmasin Gelar PERMATA CAI ke-47
foto: ilustrasi
  • BANJARMASIN – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Banjarmasin secara resmi menyelenggarakan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia (PERMATA CAI) ke-47 di Kompleks Masjid Al Muhajirin, Sungai Lulut, Kalimantan Selatan pada Rabu (31/7). Agenda tahunan ini difokuskan sebagai kawah candradimuka bagi regenerasi pemuda agar memiliki karakter luhur, kemandirian, serta kesiapan mental dalam menghadapi disrupsi zaman yang semakin dinamis.

    Menjawab Krisis Adab di Tengah Modernitas

    Ketua DPD LDII Kota Banjarmasin, Ahmad Kusnan, menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda justru dihadapkan pada tantangan degradasi moral yang nyata. Munculnya sikap individualisme ekstrem hingga lunturnya etika dan rasa saling menghargai menjadi sorotan utama dalam pembinaan kali ini.

    “PERMATA CAI menjadi salah satu ikhtiar LDII dalam membentuk generasi yang memiliki semangat kebersamaan, gotong royong, saling berbagi, serta berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujar Ahmad Kusnan.

    Menurutnya, pembinaan karakter tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus dilakukan secara simultan agar para pemuda mampu menjadi kontributor positif bagi kedaulatan bangsa. Beliau menegaskan bahwa pondasi spiritual yang kuat adalah kunci agar pemuda tidak terombang-ambing oleh egoisme pribadi.

    Sinergi Pembinaan dan Metodologi Diskusi Terarah

    Penyelenggaraan CAI tahun ini terasa berbeda dengan adanya kolaborasi intensif bersama Penggerak Pembina Generus (PPG). Ketua PPG Kota Banjarmasin, Jumari, mengungkapkan bahwa salah satu metode efektif yang diterapkan adalah Forum Group Discussion (FGD). Melalui wadah ini, peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, namun didorong untuk memetakan masalah sosial di sekitar mereka secara kritis.

    “Peserta diajak terlibat dalam FGD untuk bersama-sama mengidentifikasi berbagai persoalan di lingkungan, menganalisis penyebabnya, kemudian bersama-sama mencari solusi yang dapat diterapkan,” jelas Jumari.

    Langkah ini diambil agar nilai-nilai keteladanan yang diajarkan oleh para ulama dan pengurus organisasi dapat terinternalisasi secara konsisten. Sinergi antara orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat dianggap sebagai segitiga emas dalam menjaga konsistensi penerapan karakter di kehidupan sehari-hari.

    Implementasi 29 Karakter Luhur

    Ketua Pelaksana, Saipul Bahri, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 hingga 215 peserta yang merupakan delegasi dari Pengurus Anak Cabang (PAC) LDII di seluruh penjuru Kota Banjarmasin. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta digembleng dengan materi yang menitikberatkan pada penguatan 29 Karakter Luhur, yang mencakup aspek alim-fakih (berilmu dan paham agama), berakhlakul karimah, hingga kemandirian ekonomi.

    Tak hanya soal spiritualitas, wawasan kebangsaan juga menjadi menu wajib. LDII menyadari bahwa kecintaan terhadap tanah air adalah bagian integral dari keimanan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai bela negara dan moderasi beragama disampaikan secara lugas dan relevan bagi kaum milenial dan Gen Z.

    Literasi Digital: Dakwah di Ruang Siber

    Salah satu sesi yang cukup menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai kebijaksanaan dalam bermedia sosial. Zainul, salah seorang pemateri, memaparkan betapa pentingnya menjaga integritas diri di ruang digital. Media sosial seharusnya tidak menjadi tempat penyebaran kebencian, melainkan etalase karya dan sarana belajar yang produktif.

    “Generasi muda harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, berdakwah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, tanpa meninggalkan nilai-nilai 29 karakter luhur,” tutur Zainul.

    Dengan berakhirnya kegiatan ini, LDII Kota Banjarmasin berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, membawa semangat profesional religius yang menjadi identitas khas warga LDII dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

    📖 Glosarium Istilah

    • PERMATA CAI: Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia, ajang tahunan LDII untuk pembinaan karakter pemuda.
    • 29 Karakter Luhur: Prinsip pembinaan karakter dalam LDII yang mencakup target kesuksesan generus, karakter moral, dan karakter kinerja.
    • PPG: Penggerak Pembina Generus, unit kerja di bawah LDII yang fokus pada pembinaan generasi muda secara berkelanjutan.
    • FGD (Forum Group Discussion): Metode diskusi kelompok terfokus untuk memecahkan masalah atau mengupas topik tertentu secara mendalam.
    • Alim-Fakih: Istilah untuk individu yang memiliki kedalaman ilmu pengetahuan dan pemahaman agama yang kuat.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.