KULON PROGO – Menjelang perhelatan akbar Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII LDII Daerah Istimewa Yogyakarta, Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Kulwaru menginisiasi aksi sosial dengan menggelar kerja bakti di Masjid Baitul Makmur, Kulwaru, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo pada Minggu (5/7). Kegiatan yang melibatkan sekitar 20 personel ini menjadi bukti nyata sinergi antara warga LDII dengan masyarakat sekitar dalam menjaga keasrian rumah ibadah.
Lebih dari Sekadar Kebersihan Fisik
Agenda kerja bakti kali ini tak hanya berfokus pada sapu-menyapu. Para peserta yang datang sejak pagi hari tampak bahu-membahu melakukan pembenahan infrastruktur ringan di area masjid. Mulai dari pemangkasan dahan pohon yang mulai menyentuh atap bangunan guna mencegah kerusakan material, hingga instalasi toren air baru untuk memastikan ketersediaan air wudu bagi jamaah tetap terjaga.
Ketua PAC LDII Kulwaru, Suratman, menekankan bahwa kegiatan ini telah menjadi napas rutin bagi organisasi di tingkat akar rumput. Menurutnya, masjid memegang peran krusial dalam struktur sosial masyarakat sebagai pusat edukasi spiritual.
"Masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. Karena itu, kebersihan dan kenyamanannya menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kerja bakti ini, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong serta mempererat silaturahim," ujar Suratman.
Membangun Karakter Rukun Kompak
Kehadiran masyarakat umum di tengah-tengah warga LDII menunjukkan bahwa sekat-sekat sosial dapat dilarutkan melalui aksi kolektif yang bermanfaat. Keharmonisan ini selaras dengan nilai-nilai luhur yang selalu dikampanyekan LDII, yakni rukun, kompak, dan kerja sama yang baik.
Senada dengan hal tersebut, Dewan Penasehat (Wanhat) PAC LDII Kulwaru, H. Bambang Subekti, memberikan pandangan mendalam mengenai filosofi di balik kegiatan ini. Ia melihat kerja bakti sebagai laboratorium pembentukan karakter bagi generasi muda.
"Kerja bakti bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun karakter. Ketika kita terbiasa bergotong royong, saling membantu, dan peduli terhadap fasilitas umum, maka nilai-nilai rukun kompak akan semakin kuat di tengah masyarakat," tutur H. Bambang Subekti.
Langkah konkret ini diharapkan menjadi teladan bagi generasi penerus agar memiliki jiwa pengabdian yang tinggi terhadap lingkungan sosial mereka. Setelah peluh membasahi raga, seluruh peserta menutup kegiatan dengan sesi ramah tamah sederhana. Momen santap bersama ini menjadi ruang diskusi informal yang semakin mempererat ikatan kekeluargaan antarwarga.
Menyongsong Muswil VIII LDII DIY
Kegiatan di Kulwaru ini hanyalah satu dari sekian banyak rangkaian aksi "Pra-Muswil" yang dilakukan oleh berbagai tingkat kepengurusan LDII di wilayah Yogyakarta. Semangat menyongsong Muswil VIII LDII DIY 2026 kian terasa kuat di tingkat akar rumput, di mana setiap warga diajak untuk berkontribusi secara nyata bagi lingkungan terdekat mereka.
Dengan masjid yang kini tampil lebih bersih, asri, dan fungsional, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk. PAC LDII Kulwaru berkomitmen untuk terus menjaga momentum kebersamaan ini agar kemanfaatan organisasi dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Kulon Progo.
Glosarium Istilah Berita
- PAC (Pimpinan Anak Cabang): Struktur kepengurusan LDII di tingkat desa atau kelurahan.
- Muswil (Musyawarah Wilayah): Forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi di tingkat provinsi.
- Wanhat (Dewan Penasehat): Unsur pimpinan yang bertugas memberikan arahan, saran, dan pertimbangan organisasi.
- Kapanewon: Istilah untuk kecamatan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Rukun Kompak: Budaya kerja sama kolektif yang menjadi ciri khas pembinaan warga LDII.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.