Wujudkan Kepedulian Sosial, LDII Papua Barat Distribusikan Puluhan Hewan Kurban pada Iduladha 1447 H

Wujudkan Kepedulian Sosial, LDII Papua Barat Distribusikan Puluhan Hewan Kurban pada Iduladha 1447 H
  • Manokwari – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menjadi panggung nyata bagi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Papua Barat dalam mengimplementasikan nilai-nilai kesalehan sosial. Pada Rabu (27/5/2026), organisasi tersebut secara resmi menyembelih sebanyak 52 ekor sapi dan empat ekor kambing kurban untuk didistribusikan kepada masyarakat yang berhak di seluruh wilayah Papua Barat.

    Langkah religius ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan hasil akumulasi semangat gotong royong warga LDII yang bersinergi dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. Dari total puluhan hewan kurban tersebut, persebaran paling signifikan terkonsentrasi di Kabupaten Manokwari dengan jumlah 14 ekor sapi, sementara sisanya tersebar merata di berbagai titik wilayah Papua Barat.

    Komitmen Kesehatan dan Standar Layak Konsumsi

    Ketua LDII Papua Barat, H. Suroto, menegaskan bahwa aspek kualitas merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan kurban tahun ini. Beliau memastikan bahwa seluruh hewan yang disembelih telah melewati proses seleksi ketat untuk menjamin kesehatan dan kelayakannya sesuai syariat maupun standar medis veteriner.

    “Pada tahun ini, jumlah hewan kurban di Papua Barat mencapai 52 ekor sapi dan empat ekor kambing. Alhamdulillah seluruh hewan dalam kondisi sehat karena dibeli langsung dari peternak,” ujar Suroto saat memantau jalannya penyembelihan.

    Kedisiplinan warga dalam berkurban juga terlihat dari pola manajemen keuangan mereka. Banyak di antara warga yang telah menabung secara kolektif maupun mandiri selama satu tahun penuh demi menunaikan ibadah kurban. Proses distribusinya pun dilakukan secara terukur dan bertahap demi menjaga kesegaran daging hingga sampai ke tangan penerima manfaat.

    Guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, panitia kurban LDII Papua Barat menggandeng petugas dari dinas terkait untuk melakukan inspeksi mendalam terhadap kualitas daging. Hal ini mencakup pemeriksaan organ dalam hingga kondisi fisik daging pasca-penyembelihan.

    “Ada tim dari Dinas Ketahanan Pangan yang melakukan pemeriksaan, mulai dari hati hingga kondisi dagingnya. Kalau layak konsumsi tentu dibagikan, sedangkan yang tidak layak langsung dipisahkan,” jelas Suroto lebih lanjut.

    Sinergi Bersama Pemerintah Daerah

    Selain swadaya dari warga, perayaan Iduladha di lingkungan LDII Papua Barat juga mendapat atensi dari pemangku kebijakan. Masjid Al-Mubarok, sebagai salah satu titik sentral, menerima tambahan satu ekor sapi kurban dari Bupati Manokwari. Bantuan ini dipandang sebagai simbol keharmonisan dan kerja sama yang solid antara pemerintah dan ormas keagamaan dalam memperkuat jaring pengaman sosial.

    Lebih dari sekadar membagikan paket daging, kegiatan ini diarahkan untuk memperkokoh tali ukhuwah Islamiyah serta membangun solidaritas antarwarga di tengah keberagaman Papua Barat. Nilai-nilai pengorbanan yang menjadi inti dari Iduladha diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

    “Nilai-nilai pengorbanan, berbagi pada sesama dan keikhlasan harus kita kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pelaksanaan kurban nilai-nilai itu kita laksanakan dengan semangat bergotong royong,” tutup Suroto dengan nada penuh optimisme.

    Glossary Artikel:

    • Iduladha: Hari Raya Islam yang memperingati peristiwa kurban, juga dikenal sebagai Hari Raya Haji.
    • Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan yang dijalin berdasarkan landasan agama Islam.
    • Syariat: Hukum atau aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim.
    • Veteriner: Segala hal yang berkaitan dengan kesehatan hewan.
    • Ormas: Organisasi Kemasyarakatan.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.