KARANGGENENG – Sebanyak 175 pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Pemuda LDII Kecamatan Karanggeneng berkumpul untuk mengikuti pembinaan khusus bertajuk Pelopor Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Kegiatan yang digelar pada Minggu (21/6) ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara PC LDII Karanggeneng dengan jajaran Polsek Karanggeneng guna membentengi generasi muda dari ancaman kenakalan remaja. Bertempat di Gedung Dakwah Desa Kendalkemlagi, Lamongan, acara ini menjadi ajang penting untuk menanamkan nilai-nilai kepatuhan hukum dan tanggung jawab sosial sejak dini.
Membentengi Masa Depan dari Ancaman Kenakalan Remaja
Kapolsek Karanggeneng, IPTU Sofian Ali, S.H., hadir secara langsung sebagai narasumber utama untuk memberikan pembekalan mendalam. Dalam paparannya, ia menyoroti tren negatif di kalangan remaja yang kian mengkhawatirkan jika tidak diantisipasi dengan edukasi yang masif. Sofian Ali menekankan bahwa keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan peran aktif elemen masyarakat, termasuk kaum muda.
Ia secara tegas meminta para peserta untuk menjauhi segala aktivitas yang berpotensi memicu konflik sosial maupun pelanggaran hukum pidana. Tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut remaja untuk memiliki kontrol diri yang kuat agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran setan kriminalitas.
"Supaya menjauhi hal hal ini karena akan merusak masa depanmu yaitu menjauhi narkoba, menjaga persaudaraan dan menjauhi pengeroyokan atau tawuran, menghindari balap liar dan kebut-kebutan menjauhi bullying sesama dan menjauhi pergaulan bebas," ujar IPTU Sofian Ali, S.H. saat memberikan pengarahan di depan ratusan peserta.
Edukasi Tertib Lalu Lintas dan Larangan Knalpot Brong
Selain masalah sosial makro, Kapolsek juga menyentuh aspek ketertiban di jalan raya. Salah satu poin yang ditekankan adalah penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong yang seringkali menjadi pemicu keributan di lingkungan warga. Suara bising yang dihasilkan dianggap meresahkan ketenangan publik dan melanggar aturan lalu lintas.
Alih-alih melarang hobi otomotif secara total, pihak kepolisian justru menawarkan solusi melalui wadah yang lebih terarah dan positif bagi para pencinta otomotif di kalangan remaja.
“Tidak boleh memakai knalpot brong. Kalau memang hobi otomotif, silakan komunikasikan dengan kami, nanti akan kami fasilitasi melalui kegiatan yang positif,” ujar IPTU Sofian Ali, S.H. menegaskan kesiapan institusinya menjadi fasilitator bagi minat bakat pemuda.
Tiga Pilar Utama: Sehat, Cerdas, dan Tangguh
Program Pelopor Kamtibmas kali ini dirancang untuk mencetak profil remaja ideal melalui tiga pilar fundamental. IPTU Sofian Ali menjelaskan bahwa sinergi ketiganya akan menciptakan ekosistem kepemudaan yang kondusif bagi pembangunan daerah.
- Remaja Sehat: Fokus pada kebugaran fisik serta komitmen mutlak untuk menjauhi narkoba, minuman keras, dan perilaku seks bebas.
- Remaja Cerdas: Memiliki literasi hukum yang baik, bijak dalam menyaring informasi di media sosial, serta senantiasa berpikir kritis sebelum bertindak.
- Remaja Tangguh: Membangun mentalitas yang kuat, tidak mudah terhasut oleh provokasi atau berita bohong (hoax), serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan optimisme.
"Ada tiga pokok utama dalam kegiatan hari ini yakni Remaja Sehat: Menjaga kebugaran fisik dan menjauhi narkoba, minuman keras, serta pergaulan bebas, Remaja Cerdas: Memiliki wawasan luas, bijak bermedia sosial, dan taat hukum dan emaja Tangguh: Memiliki mental kuat, tidak mudah terprovokasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan," urai IPTU Sofian Ali, S.H. secara detail.
Sinergi Menuju Generasi Emas
Menanggapi pembekalan tersebut, Ketua PC LDII Kecamatan Karanggeneng, Mustofa, menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian. Menurutnya, pembinaan karakter seperti ini sangat selaras dengan visi LDII dalam mencetak generasi penerus yang profesional dan religius. Ia optimis bahwa keterlibatan aktif kepolisian dalam membina ormas pemuda akan mempercepat terciptanya keamanan wilayah yang berkelanjutan.
“Dengan adanya pembinaan dari kepolisian ini, kami berharap anak-anak muda bisa bersama kepolisian mewujudkan generasi remaja sehat, cerdas, dan tangguh,” ujar Mustofa dalam sambutan penutupnya.
Melalui kegiatan ini, Pemuda LDII Karanggeneng diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, membantu tugas kepolisian dalam mendeteksi dini gangguan keamanan, serta menjadi teladan dalam kepatuhan hukum di masyarakat.
Glossary
- Kamtibmas: Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional.
- PELOPOR: Individu atau kelompok yang menjadi pionir atau penggerak dalam suatu kegiatan positif.
- Knalpot Brong: Knalpot non-standar yang mengeluarkan suara bising di atas ambang batas yang ditentukan, seringkali mengganggu ketertiban umum.
- PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi LDII di tingkat kecamatan.
- Bullying: Perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.