Wujud Syukur Kesuksesan Musda VIII, LDII Kabupaten Bandung Perkuat Soliditas Organisasi di Ciparay

Wujud Syukur Kesuksesan Musda VIII, LDII Kabupaten Bandung Perkuat Soliditas Organisasi di Ciparay

CIPARAY, BANDUNG – Atmosfer kehangatan dan rasa syukur menyelimuti kawasan Cikoneng, Ciparay, saat jajaran panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Musyawarah Daerah (MUSDA) VIII DPD LDII Kabupaten Bandung berkumpul untuk menggelar acara Tasyakur Bini’mah pada Sabtu (27/6/2026). Perhelatan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian agenda besar organisasi yang telah terlaksana dengan lancar, tertib, dan menghasilkan nakhoda baru untuk masa khidmat lima tahun ke depan.

Acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini bukan sekadar seremoni formal belaka. Ia menjadi momentum krusial bagi seluruh pengurus dan panitia untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh ukhuwah setelah mencurahkan energi dalam menyukseskan MUSDA VIII. Melalui diskusi santai, para peserta merefleksikan capaian kolektif sekaligus mematangkan langkah strategis demi kemajuan organisasi LDII di wilayah Kabupaten Bandung.

Membangun Citra Positif Melalui Kolaborasi Harmonis

Ketua Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Bandung, Yayat Hernawan, dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja panitia. Beliau menggarisbawahi bahwa kesuksesan agenda-agenda besar seperti Fun Walk dan Focus Group Discussion (FGD) pra-MUSDA adalah cerminan dari kematangan mekanisme organisasi yang dijalankan dengan prinsip gotong royong.

"Tugas membangun citra positif, alhamdulillah kegiatan berjalan sukses. Sukses fun walk, FGD road to MUSDA sebagai contoh. Koordinasi antara wanhat dan pengurus organisasi rukun, kompak menjalankan mekanisme organisasi," ujar Yayat Hernawan.

Sinergi yang tercipta antara unsur Dewan Penasehat (Wanhat) dan pengurus harian menjadi kunci utama. Hal ini ditegaskan pula oleh Ketua Steering Committee (SC) MUSDA VIII, H. Setyanto. Menurutnya, keberhasilan acara yang megah namun tetap substansial tersebut mustahil terwujud tanpa implementasi nyata dari karakter luhur organisasi.

"Rukun kompak sebuah keniscayaan sehingga acara MUSDA terbukti berjalan dengan baik dan sukses," tegas H. Setyanto.

Peran Vital Generasi Muda dalam Estafet Kepanitiaan

Ketua Organizing Committee (OC), Arif Nurul Iman, menyoroti dinamika kepanitiaan yang banyak melibatkan elemen pemuda. Keterlibatan generasi muda ini dinilai memberikan suntikan energi kreatif dan membantu meringankan beban teknis di lapangan. Arif mengakui bahwa bimbingan dari para senior tetap menjadi pilar pendukung utama bagi keberanian panitia dalam mengeksekusi setiap agenda.

"Betul-betul segala sesuatu yang telah kita kerjakan didukung oleh wanhat. Evaluasi kita, saya kira saya banyak dibantu oleh generasi muda, sehingga meringankan beban. Tidak lepas dukungan dan doa dari semuanya sehingga acara MUSDA berhasil lancar dan sukses," papar Arif Nurul Iman dengan penuh rasa syukur.

Ia juga menambahkan bahwa semangat yang terpancar dari keberhasilan MUSDA VIII ini harus menjadi pemantik api perjuangan untuk menyongsong MUSDA IX di masa depan dengan persiapan yang lebih matang lagi.

Apresiasi untuk Mitra Strategis dan Respon Positif Publik

Ketua terpilih DPD LDII Kabupaten Bandung periode 2026–2031, Didin Suyadi, tak luput menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran acara, termasuk para mitra strategis seperti Senkom Mitra Polri dan Persinas ASAD. Penampilan seni pencak silat dari Persinas ASAD bahkan sempat mencuri perhatian dan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Bandung.

"Kami berterima kasih kepada mitra strategis Senkom Mitra Polri Kabupaten Bandung dan Persinas ASAD. Dengan tampilnya Seni Pencak Silat dari Persinas ASAD telah membuat kagum Bupati Bandung, dan keamanan dibantu oleh Senkom MP," tutur Didin Suyadi.

Selain aspek pengamanan dan pertunjukan budaya, Didin juga bangga atas masifnya partisipasi masyarakat dalam rangkaian Road to Musda. Kegiatan jalan santai (fun walk) yang menggerakkan ratusan pemuda dari berbagai penjuru Kabupaten Bandung menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki akar yang kuat di tingkat akar rumput. Berita mengenai kesuksesan ini pun dengan cepat tersiar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai kanal informasi.

"Apresiasi Ketua fun walk menggerakkan 113 generasi muda dari Kabupaten Bandung, baik bagian Selatan serta Timur. Berita langsung menyebar luas, dan sontak viral saat itu juga," pungkas Didin Suyadi.

Melalui kegiatan tasyakur ini, LDII Kabupaten Bandung berkomitmen untuk terus menjaga ritme kerja yang rukun dan kompak, memastikan setiap program kerja yang dicanangkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia yang profesional religius di Kabupaten Bandung.

Bagi Anda yang ingin mendalami informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini, silakan akses referensi tambahan melalui tautan pencarian cai 24 di Google.

Glossary – Istilah Penting

  • Tasyakur Bini’mah: Ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan keberhasilan yang telah diraih.
  • MUSDA (Musyawarah Daerah): Agenda lima tahunan tingkat kabupaten untuk mengevaluasi laporan pertanggungjawaban dan memilih ketua baru.
  • SC (Steering Committee): Panitia pengarah yang bertanggung jawab atas substansi, materi, dan arah kebijakan acara.
  • OC (Organizing Committee): Panitia pelaksana yang menangani urusan teknis, logistik, dan operasional di lapangan.
  • Wanhat (Dewan Penasehat): Unsur pimpinan dalam organisasi LDII yang memberikan nasihat dan pertimbangan strategis.
  • Persinas ASAD: Perguruan Silat Nasional ASAD, mitra bela diri yang fokus pada pelestarian budaya bangsa.
  • Senkom Mitra Polri: Sentra Komunikasi Mitra Polri, organisasi masyarakat yang bergerak di bidang kamtibmas dan kebencanaan.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.