REMBANG – Di tengah gema takbir Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Rembang menunjukkan komitmen spiritual dan kemanusiaan yang luar biasa. Tahun ini, jumlah hewan kurban yang disembelih mengalami lonjakan signifikan, yakni mencapai 54 ekor sapi dan 64 ekor kambing. Jika dikonversikan secara ekonomi, total nilai hewan kurban tersebut menembus angka fantastis, lebih dari Rp1,5 miliar.
Capaian impresif ini bukan sekadar statistik angka, melainkan manifestasi dari tingginya kesadaran warga dalam menjalankan syariat agama sekaligus upaya kolektif mempererat simpul solidaritas di tengah masyarakat. Ketua DPD LDII Kabupaten Rembang, Moehammad Arief Kamaludin, mengungkapkan bahwa tren positif ini terus terjaga, di mana jumlah hewan kurban dan nilai investasinya menunjukkan kurva meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Efek Pembinaan Berkelanjutan
Pertumbuhan kuantitas dan kualitas kurban ini dipandang sebagai buah dari program pembinaan yang dilakukan LDII secara sistematis. Tidak hanya berfokus pada aspek ritualitas semata, LDII juga menyentuh sisi edukasi perencanaan keuangan bagi para warganya agar mampu berkurban secara rutin setiap tahun.
“Alhamdulillah, partisipasi warga dalam berkurban terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan kesadaran untuk menjalankan syariat sekaligus kepedulian terhadap sesama semakin tumbuh. Kurban menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Arief saat menyampaikan laporan pelaksanaan kurban di Rembang pada Rabu (27/5/2026).
Arief menjelaskan bahwa mekanisme pendistribusian daging kurban dilakukan melalui berbagai titik penyembelihan yang dikelola secara mandiri oleh warga LDII di penjuru Kabupaten Rembang. Daging-daging tersebut kemudian disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang membutuhkan, guna memastikan manfaat ibadah ini dirasakan secara luas.
Manajemen Profesional Berbasis Syariat
Keberhasilan pelaksanaan kurban tahun ini juga tidak terlepas dari pembekalan teknis yang matang. LDII secara rutin memberikan edukasi mengenai tata cara penyembelihan yang memenuhi standar syariat Islam serta manajemen distribusi yang profesional. Hal ini dilakukan untuk menjamin higienitas, ketertiban, dan keadilan dalam pembagian daging kepada penerima manfaat.
“Kami terus mendorong warga untuk mempersiapkan kurban sejak jauh hari. Dengan perencanaan yang baik, pelaksanaan ibadah menjadi lebih ringan dan terukur. Di sisi lain, kami juga memberikan pembinaan teknis kepada panitia agar proses penyembelihan dan pembagian daging dapat berlangsung secara profesional dan sesuai ketentuan,” tambah Arief dengan nada optimis.
Lebih dari sekadar pembagian protein hewani, momentum Idul Adha bagi LDII Rembang adalah sarana untuk mengasah karakter ‘andhap asor’ dan budaya berbagi. Warga diajak untuk meresapi nilai syukur dan memperkuat jalinan silaturahmi dengan warga lintas elemen. Harmonisasi sosial inilah yang menjadi tujuan jangka panjang dari setiap tetesan darah hewan kurban yang disembelih.
“Idul Adha mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap manfaat kurban selain pembagian daging, tetapi juga mampu mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat budaya gotong royong. LDII akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan kurban dari tahun ke tahun agar manfaatnya semakin luas,” pungkas Arief.
Glossary Istilah
- Idul Adha: Hari raya Islam yang memperingati peristiwa kurban, dilakukan setiap tanggal 10 Zulhijjah.
- Kurban: Persembahan hewan ternak (sapi, kambing, unta) kepada Allah sebagai bentuk ketaatan.
- DPD LDII: Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur kepemimpinan tingkat kabupaten/kota.
- Syariat: Hukum atau aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan pemeluknya.
- Solidaritas Sosial: Rasa kesetiakawanan dan kebersamaan dalam sebuah kelompok masyarakat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.