Sugeng Rawuh di
Permata CAI 47
Tahun 2026
Menggapai makna "Selamat Datang" dari 55+ bahasa di dunia — sebuah pesan persatuan yang terpampang di gapura Bumi Perkemahan Kumbokarno, Wonosalam, Jombang, Jawa Timur.
Mengapa "Sugeng Rawuh"?
Perhelatan Permata CAI 47 digelar pada 27 Juni 2026 hingga 2 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Kumbokarno Wonosalam Jombang, Jawa Timur. Memasuki area perkemahan, pengunjung langsung disambut oleh gapura megah yang bertuliskan dua kata penuh makna: "Sugeng Rawuh".
Dalam bahasa Jawa, Sugeng Rawuh berarti "Selamat Datang". Penggunaan bahasa daerah ini bukan sekadar estetika — ia menjadi penanda bahwa acara ini berlangsung di tanah Jawa, sekaligus menghormati kekayaan budaya nusantara.
Tahukah Kamu?
Selayaknya gapura selamat datang di ajang internasional, Permata CAI 47 menghadirkan ucapan "Selamat Datang" dalam bahasa Jawa
Apa Itu Permata CAI?
Permata CAI ke-47 Tahun 2026 adalah singkatan dari Perkemahan Akhir Tahun Ajaran Cinta Alam Indonesia, sebuah kegiatan tahunan kemah pemuda yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk membina generasi muda.
Memasuki edisinya yang ke-47 sejak pertama kali dirintis pada tahun 1979, kegiatan ini berfokus pada pembentukan karakter luhur, kemandirian, nasionalisme, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup.
47
Edisi
1979
Pertama Digelar
6
Hari Pelaksanaan
55+
Bahasa Ditampilkan
Ucapan "Selamat Datang" dalam Berbagai Bahasa
Klik header kolom untuk mengurutkan · Gunakan pencarian untuk memfilter
| Bahasa | Ucapan |
|---|
Menampilkan 55 bahasa
Makna di Balik 55+ Bahasa
Menampilkan ucapan selamat datang dalam puluhan bahasa bukanlah sekadar dekorasi visual. Ini adalah pernyataan bahwa kemanusiaan itu satu — meski bahasa dan budaya berbeda, hati yang menyambut tetap sama.
Di tengah perhelatan yang menegaskan nasionalisme dan cinta tanah air, gapura ini juga mengajarkan peserta untuk membuka wawasan global. Seorang pemuda Indonesia perlu tahu bahwa di ujung dunia sana, ada orang yang mengucapkan "Fáilte" (Irlandia), "Välkommen" (Swedia), atau "Karibu" (Swahili) dengan makna yang sama: kami menerima kamu dengan tangan terbuka.
Dan semuanya dimulai dari dua kata sederhana dalam bahasa Jawa: Sugeng Rawuh. 🍃
