Wanita LDII Banyuwangi 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Fokus Cetak Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045

Wanita LDII Banyuwangi 2026–2031 Resmi Dikukuhkan, Fokus Cetak Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045
  • BANYUWANGI – Gerakan pemberdayaan perempuan di Bumi Blambangan memasuki babak baru. Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Ir. Heri Sujatmiko, MT, IPM, secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus Wanita LDII Banyuwangi untuk masa bakti 2026–2031 pada Selasa (16/06/2026). Dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Aula SMP Budi Utomo tersebut, Hj. Tutik Andayaningrum, S.E, resmi mengemban amanah sebagai ketua, menggantikan Suparminingsih, dengan komitmen kuat untuk memperkuat peran strategis perempuan dalam pembangunan karakter bangsa.

    Pijakan Strategis Menuju Indonesia Emas 2045

    Mengusung tema besar “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”, pengukuhan ini bukan sekadar seremoni pergantian nakhoda organisasi. Momentum ini menjadi manifesto Wanita LDII untuk hadir sebagai pilar pendukung pemerintah dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis. Ir. Heri Sujatmiko dalam pembekalannya menegaskan bahwa organisasi sayap wanita ini harus menjadi motor penggerak yang lincah di lapangan.

    "Sebagai kelompok kerja (Pokja) DPD LDII Banyuwangi, Wanita LDII harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah. Saya sangat berharap lahir langkah-langkah konkret, terutama dalam aspek pemberdayaan UMKM perempuan, peningkatan kualitas pendidikan, serta derajat kesehatan masyarakat," ujar Heri Sujatmiko dengan nada optimis.

    Beliau juga menyoroti bahwa kemandirian ekonomi keluarga sangat bergantung pada ketangguhan perempuan dalam mengelola sektor UMKM. Selain itu, sentuhan tangan perempuan dalam ranah pendidikan dan kesehatan akan menjadi barometer utama dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas unggul.

    Filosofi Kerja: Sistem, Kebersamaan, dan Solusi Sosial

    Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Banyuwangi, KH. Hariadji Sugito, SKM, MM, turut memberikan suntikan motivasi mendalam bagi para pengurus baru. Beliau menekankan pentingnya internalisasi tiga poin utama dalam menjalankan roda organisasi: Systems Thinking (berpikir sistem), interdependensi, dan integrasi kerja.

    Menurut Kiai Hariadji, pengurus tidak boleh terjebak dalam ego sektoral atau bekerja secara parsial. Ia menganalogikan organisasi sebagai sebuah ekosistem yang saling memengaruhi satu sama lain. Selain itu, semangat Saiyeg Saeka Praya atau gotong royong harus menjadi jiwa dalam setiap program kerja yang dicanangkan.

    "Pengurus harus memiliki jiwa korsa yang kuat dan kecerdasan spiritual yang berlandaskan agama. Sebagaimana dalam sebuah dalil, orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian," tutur Kiai Hariadji mengingatkan pentingnya aspek spiritualitas.

    Lebih lanjut, Wanita LDII diharapkan tidak menjadi "menara gading" yang jauh dari realitas sosial. Organisasi ini didorong untuk terjun langsung memberikan solusi bagi persoalan masyarakat, khususnya dalam memberikan pendampingan bagi kelompok perempuan rentan agar mampu mencapai taraf kemandirian ekonomi yang lebih baik.

    Apresiasi untuk Dedikasi Kepengurusan Sebelumnya

    Di penghujung arahannya, KH. Hariadji menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus Wanita LDII periode sebelumnya. Dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama lima tahun terakhir dianggap telah meletakkan fondasi yang kuat bagi kepengurusan saat ini. Seluruh elemen Wanita LDII Banyuwangi kini diajak untuk bersatu padu, menyatukan potensi, dan membesarkan organisasi demi kemaslahatan umat di Kabupaten Banyuwangi.

    Glossary: Memahami Istilah Organisasi

    • Pokja (Kelompok Kerja): Unit organisasi yang dibentuk secara spesifik untuk menangani bidang tertentu di bawah naungan struktur utama.
    • Systems Thinking: Pola pikir holistik yang melihat segala sesuatu sebagai bagian dari satu kesatuan yang saling terhubung.
    • Saiyeg Saeka Praya: Ungkapan filosofis Jawa yang bermakna semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong untuk mencapai satu tujuan.
    • Jiwa Korsa: Semangat kesetiakawanan, loyalitas, dan rasa memiliki terhadap sebuah kelompok atau organisasi.
    • Indonesia Emas 2045: Visi besar pemerintah Indonesia untuk menjadi negara maju, adil, dan makmur tepat pada usia satu abad kemerdekaan.

    Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.