Strategi LDII Pringsewu Lahirkan Entrepreneur Muda Tangguh Melalui Literasi Digital dan Keuangan

Strategi LDII Pringsewu Lahirkan Entrepreneur Muda Tangguh Melalui Literasi Digital dan Keuangan
  • Merespons pesatnya perkembangan ekonomi kreatif di tanah air, DPD LDII Kabupaten Pringsewu secara progresif menyelenggarakan “Sharing Session Kewirausahaan Affiliate Marketing” guna membekali puluhan pemuda dengan kecakapan berdikari. Bertempat di destinasi wisata Alam Ndoro Putri Pagelaran, Lampung, pada Minggu (31/5/2026), kegiatan ini menjadi oase edukasi bagi 82 peserta yang antusias mendalami ceruk bisnis di ekosistem digital.

    Membangun Kemandirian di Tengah Disrupsi Teknologi

    Ketua DPD LDII Pringsewu, Dian Arif Rahman, menekankan bahwa di balik gemerlap kemajuan teknologi, terdapat tantangan besar yang menuntut kesiapan mental dan keterampilan teknis. Kehadiran praktisi berpengalaman seperti Sandi Prayoga dan Joni Alfian dalam sesi ini bukan tanpa alasan; mereka dihadirkan untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian yang aplikatif di era modern.

    “Bertujuan membekali generasi muda dengan nilai-nilai kemandirian,” ujar Dian Arif Rahman saat membuka sesi diskusi.

    Dian menggambarkan fenomena digitalisasi layaknya pisau bermata dua yang memerlukan kebijaksanaan dalam pengoperasiannya. Jika dikelola dengan visi yang tajam, teknologi menjadi sumur pengetahuan sekaligus lumbung penghasilan yang menjanjikan. Namun, tanpa kendali moral dan strategi yang tepat, ia khawatir teknologi justru akan menyeret pengguna pada pola hidup konsumtif yang destruktif.

    “Jika bisa dimanfaatkan dengan baik, akan menjadi sumber pengetahuan dan penghasilan. Sebaliknya, jika tidak bijak, hanya akan membawa keburukan,” imbuh Dian Arif Rahman menekankan pentingnya literasi digital.

    Mencetak Kreator, Bukan Sekadar Konsumen

    Visi besar organisasi dalam mencetak profil generasi yang profesional religius tercermin dari materi yang disampaikan. LDII Pringsewu berharap para pemuda tidak hanya cakap menggunakan gawai untuk hiburan semata, tetapi mampu mengubahnya menjadi instrumen ekonomi yang produktif. Fokus utamanya adalah transformasi dari mentalitas pengguna menjadi mentalitas pengusaha digital.

    “Yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha. Jangan hanya menjadi konsumen, tetapi jadilah kreator dan entrepreneur digital,” tegas Dian Arif Rahman dengan penuh semangat.

    Seni Menguasai Affiliate Marketing

    Dalam sesi teknis, Sandi Prayoga mengupas tuntas anatomi bisnis affiliate marketing yang kian populer. Menurutnya, kesuksesan seorang affiliator tidak ditentukan oleh besarnya modal uang, melainkan oleh integritas dan konsistensi dalam membangun keterikatan dengan audiens. Sandi membedah langkah-langkah mulai dari riset produk hingga eksekusi konten yang mampu mengonversi penonton menjadi pembeli.

    “Kunci utama affiliate marketing terletak pada pemahaman produk, pembentukan citra diri, serta konsisten membuat konten kreatif,” tutur Sandi Prayoga memberikan arahan teknis kepada para peserta.

    Peluang ini dinilai sangat inklusif karena hambatan masuknya yang rendah. Dengan bermodalkan smartphone dan akses internet, siapa pun bisa memulai langkah pertama dalam berniaga secara daring tanpa harus memiliki stok barang sendiri. Namun, Sandi menitikberatkan bahwa kejujuran adalah mata uang yang paling berharga di dunia digital.

    “Cukup dengan smartphone dan internet. Namun yang terpenting adalah konsisten dan jujur dalam mengulas produksi, untuk membangun kepercayaan audiens,” kata Sandi Prayoga menjelaskan esensi bisnis tanpa modal besar tersebut.

    Resiliensi dan Keberkahan dalam Berusaha

    Melengkapi aspek teknis, Joni Alfian hadir memberikan suntikan motivasi terkait psikologi kewirausahaan. Ia menyoroti bahwa kegagalan seringkali menjadi batu sandungan bagi pengusaha pemula yang kurang memiliki daya tahan mental. Menurut Joni, setiap rintangan di masa awal usaha harus dipandang sebagai kurikulum pembelajaran yang wajib dilewati.

    Ia mendorong para generasi muda untuk tidak terpaku pada kecepatan hasil, melainkan pada ketahanan proses yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan prinsip ekonomi syariah yang mengedepankan ikhtiar maksimal namun tetap bersandar pada ketentuan Ilahi.

    “Kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling konsisten bertahan, terus mengevaluasi diri, dan bersandar pada rida Allah melalui ikhtiar yang halal,” pungkas Joni Alfian sekaligus menutup sesi motivasi tersebut.

    Glossary Bisnis Digital

    • Affiliate Marketing: Strategi pemasaran di mana individu mendapatkan komisi setelah berhasil mempromosikan produk pihak lain melalui tautan khusus.
    • Entrepreneurship: Proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan yang berujung pada pembentukan sebuah usaha.
    • Literasi Keuangan: Himpunan pengetahuan dan keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk membuat keputusan yang efektif dengan semua sumber daya keuangan mereka.
    • Profesional Religius: Konsep pengembangan diri yang memadukan keahlian teknis (hard skills) dengan integritas moral berdasarkan nilai-nilai agama.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.