Fokus pada 29 Karakter Luhur, LDII Jakarta Selatan Perkuat Kompetensi Pendidik
JAKARTA SELATAN – Guna merespons tantangan zaman dalam membentuk moralitas anak sejak usia sekolah dasar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jakarta Selatan secara resmi menggelar agenda "Refreshment Kurikulum Anak Caberawit". Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 100 tenaga pendidik lintas wilayah di Jakarta Selatan ini berlangsung khidmat di Gedung Serbaguna BIM pada Selasa (9/6/2026). Fokus utamanya adalah menyinkronkan metode pengajaran terbaru dengan misi besar organisasi dalam menginternalisasi 29 Karakter Luhur ke dalam jiwa generasi penerus.
Ketua DPD LDII Jakarta Selatan, Mulyono, dalam arahannya menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidik merupakan langkah krusial yang tidak bisa ditunda. Ia memandang para guru sebagai garda terdepan dalam proses transformasi karakter generus (generasi penerus).
"Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi tenaga pendidik dalam mengimplementasikan kurikulum pembelajaran yang selaras dengan program perwujudan 29 karakter luhur. Dengan demikian, penanaman nilai-nilai karakter kepada generus dapat dilakukan secara efektif, terarah, dan berkesinambungan sejak usia dini," ujar Mulyono saat memberikan sambutan pembukaan.
Penyederhanaan Materi dan Optimalisasi Bahasa Pengantar
Materi bimbingan teknis kali ini dibedah secara mendalam oleh para pakar dari Bidang Kurikulum Pokja Penggerak Pembina Generus (PPG) DPD LDII Jakarta Selatan. Sesi pertama yang dipandu oleh Ali Nur Abdul Aziz menyoroti urgensi evolusi kurikulum dari format lama ke format yang lebih adaptif. Salah satu poin fundamental yang ditekankan adalah penyederhanaan diksi agar pesan moral lebih mudah diserap oleh anak-anak usia dasar.
"Bahasa materinya kini lebih diringkas. Penyampaian target materi ini bertujuan untuk mempermudah guru dalam mengontrol pencapaian anak sesuai dengan jenjang usianya," jelas Ali Nur Abdul Aziz di hadapan para peserta.
Membangun Jembatan Komunikasi: Sinergi Guru dan Orang Tua
Persoalan daya serap anak yang variatif menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik. Menanggapi hal tersebut, pemateri kedua, Didi Setiawan, menggarisbawahi bahwa keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya bertumpu pada interaksi di ruang kelas, melainkan kolaborasi aktif dengan wali murid di rumah.
"Sangat penting untuk menjalin komunikasi yang positif antara orang tua dan guru tentang target pencapaian anak setiap bulannya. Idealnya, ada pertemuan tatap muka antara orang tua dan guru minimal satu kali dalam sebulan untuk menyamakan persepsi," tutur Didi Setiawan.
Metodologi Evaluasi yang Humanis dan Terukur
Sesi pamungkas yang dibawakan oleh Sami’in Aprilianto membahas mengenai pendekatan evaluatif bagi peserta didik. Menurutnya, evaluasi tidak boleh kaku dan harus mengakomodasi berbagai bentuk kemampuan anak, baik secara lisan, tulisan, maupun observasi perilaku harian. Penilaian diarahkan untuk memetakan penanganan siswa berdasarkan empat kategori utama:
- Kategori D: Memerlukan pendampingan secara intensif bagi anak yang membutuhkan perhatian lebih.
- Kategori C: Memerlukan pembiasaan agar nilai-nilai luhur menjadi perilaku otomatis.
- Kategori B: Menguasai materi dengan baik sesuai target kurikulum.
- Kategori A: Sudah memiliki bakat alami yang perlu terus diasah.
"Sistem ini bukan untuk membandingkan pencapaian setiap anak, tetapi untuk pemerataan kemampuan anak. Pendidik jadi tahu anak mana yang butuh pendampingan lebih intensif dan mana yang butuh pengayaan materi," pungkas Sami’in Aprilianto menutup pemaparannya.
Dengan adanya penyegaran ini, DPD LDII Jakarta Selatan berharap para pendidik dari tingkat PC hingga PAC mampu menjadi ujung tombak yang tangguh. Harapannya, generasi yang lahir bukan hanya cerdas secara intelektual dan kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki integritas karakter yang kokoh dalam menghadapi dinamika masa depan yang semakin kompleks.
Glossary Artikel:
- Caberawit: Sebutan untuk anak-anak usia sekolah dasar (SD) dalam lingkungan pembinaan generasi muda LDII.
- 29 Karakter Luhur: Himpunan nilai karakter yang menjadi target pembinaan LDII, mencakup aspek akhlakul karimah, kemandirian, dan alim-faqih.
- PPG (Penggerak Pembina Generus): Unit kerja di lingkungan LDII yang bertugas mengelola pembinaan generasi muda secara terstruktur.
- Refreshment Kurikulum: Kegiatan penyegaran atau pembaruan pemahaman mengenai metode dan materi ajar bagi pendidik.
- Generus: Singkatan dari Generasi Penerus.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.