JEMBER – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jember melakukan langkah masif dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul guna menghadapi tantangan global. Melalui agenda pembekalan intensif yang dihelat pada Minggu (14/6), ratusan pemuda-pemudi LDII Jember ditempa untuk memiliki karakter kuat yang memadukan spiritualitas dengan kemandirian ekonomi demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Integrasi Karakter Lulur dan Jiwa Entrepreneurship
Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, H. Akhmad Malik, menegaskan bahwa kesuksesan di masa depan tidak bisa hanya mengandalkan prestasi akademis semata. Diperlukan keseimbangan antara etika dan produktivitas. Bonus demografi yang tengah dihadapi bangsa ini harus dikelola dengan serius, terutama dalam menumbuhkan jiwa wirausaha yang menjunjung tinggi kejujuran dan amanah di kalangan milenial serta Generasi Z.
"Generasi muda adalah tulang punggung bangsa. Di LDII, kami menerapkan sistem pembinaan yang seimbang. Mereka harus menjadi pribadi yang profesional di bidangnya, religius dalam perilakunya, dan mandiri secara ekonomi. Mode kemandirian inilah yang akan membentengi mereka dari ketergantungan dan menjadikan mereka pencipta peluang kerja," ujar H. Akhmad Malik dengan nada tegas.
LDII Jember berupaya membentuk generasi yang mampu mengenali potensi lokal serta mahir memanfaatkan teknologi digital untuk menangkap peluang bisnis. Hal ini berakar pada target pembentukan "Tri Sukses" generasi penerus LDII, yakni: memiliki pemahaman agama yang kuat (alim-faqih), berakhlakul karimah, dan memiliki kemandirian hidup.
Membangun Benteng Spiritual di Era Digital
Selama proses pembekalan, para peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi juga diajak berdiskusi interaktif mengenai isu-isu krusial saat ini. Beberapa materi esensial yang menjadi sorotan meliputi:
- Pengembangan Kepemimpinan (Leadership): Melatih kemampuan manajerial dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
- Literasi Digital: Memahami etika bermedia sosial agar tidak terjebak dalam arus informasi negatif.
- Integritas Global: Menyiapkan mentalitas yang kompetitif namun tetap memegang teguh norma agama di kancah internasional.
Respon positif datang dari para peserta yang merasa termotivasi dengan pendekatan pembinaan yang relevan dengan kondisi zaman sekarang. Hizkil, salah satu perwakilan generasi milenial yang hadir, mengakui bahwa materi yang disampaikan memberikan perspektif baru tentang bagaimana anak muda harus bersikap.
"Materi hari ini benar-benar luar biasa. Kami tidak hanya diajarkan cara menjaga ibadah dan akhlak di era digital, tetapi juga ditantang untuk mengaktifkan 'mode kemandirian' kita sebagai anak muda. Kami dimotivasi untuk kreatif, tidak mudah menyerah, dan berani memulai usaha sendiri. Ini bekal yang sangat konkret bagi kami untuk menghadapi masa depan," ungkap Hizkil dengan penuh semangat.
Sinergi Strategis: Gandeng Diskominfo untuk Diklat Jurnalistik
Sebagai bentuk keberlanjutan dari program pembinaan karakter, DPD LDII Jember telah merancang agenda strategis pada pekan mendatang. Rencananya, pada 20-21 Juni 2026, akan digelar Diklat Jurnalistik yang bertempat di Aula DPD LDII Jember. Kegiatan ini bertujuan memperluas kompetensi komunikasi dan literasi media digital bagi utusan pemuda dari Pimpinan Cabang (PC) se-Kabupaten Jember serta para santri pondok pesantren binaan.
Tidak main-main, LDII Jember bersinergi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember untuk memastikan pelatihan berjalan profesional. Pelatihan ini juga akan menghadirkan pakar dari LINES (LDII News Network) DPP LDII, KIM LDII Jawa Timur, serta praktisi jurnalis senior di wilayah Jember.
H. Akhmad Malik berharap melalui rangkaian kegiatan ini, pemuda LDII dapat menjadi motor penggerak perubahan positif di masyarakat. Baginya, integritas dan kepedulian sosial adalah mata uang yang tak lekang oleh waktu.
"Generasi muda yang profesional religius bukan hanya sukses secara akademik dan karier, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, dan kepedulian sosial. Inilah modal utama menuju Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaya saing pada tahun 2045," pungkas H. Akhmad Malik menutup pernyataannya.
Glossary Istilah
- Tri Sukses: Tiga target keberhasilan pembinaan generasi muda LDII yang meliputi alim-faqih (paham agama), akhlakul karimah (karakter mulia), dan mandiri.
- Profesional Religius: Konsep individu yang memiliki keahlian mumpuni di bidang pekerjaannya namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan agama.
- Mode Kemandirian: Istilah untuk menggambarkan mentalitas wirausaha dan ketidaktergantungan secara ekonomi bagi generasi muda.
- Alim-Faqih: Seseorang yang memiliki kedalaman ilmu agama dan pemahaman hukum Islam yang baik.
- Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang terpuji dan mulia sesuai ajaran Islam.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.