Yogyakarta – Sebagai langkah konkret memperkuat fondasi pembangunan daerah, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) DIY melakukan audiensi strategis dengan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat D Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda DIY pada Senin (22/6) ini menjadi titik tolak penting dalam merajut sinergi lintas sektoral, terutama menjelang perhelatan akbar Musyawarah Wilayah (Muswil) LDII DIY tahun 2026.
Audiensi tersebut diterima secara hangat oleh Kepala Biro Kesra Setda DIY, Faishol Muslim, yang didampingi oleh Kepala Bagian Bina Mental Spiritual serta perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Delegasi LDII DIY sendiri dipimpin langsung oleh Dr. Ardito Bhinadi selaku Dewan Penasihat, didampingi jajaran pengurus harian yang membawa misi kolaborasi berbasis pengabdian masyarakat.
Membangun Karakter Spiritual dan Sosial
Dalam dialog tersebut, Dr. Ardito Bhinadi menekankan bahwa peran lembaga keagamaan tidak bisa dipisahkan dari napas pembangunan daerah. LDII berkomitmen penuh untuk terus berada di garda terdepan dalam membantu pemerintah menciptakan masyarakat yang harmonis. Pembangunan, menurutnya, harus menyentuh aspek paling fundamental manusia, yakni karakter dan spiritualitas.
“LDII memandang pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pembangunan karakter, moral, dan spiritual masyarakat. Karena itu, kami ingin terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah DIY dalam berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujar Dr. Ardito Bhinadi.
Langkah ini selaras dengan visi Pemda DIY dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang berdaya saing melalui penguatan nilai-nilai luhur budaya dan keagamaan. Kehadiran LDII diharapkan mampu menjadi pemantik bagi stabilitas sosial yang lebih kokoh di wilayah Yogyakarta.
Fokus Strategis Muswil 2026: SDM Profesional Religius
Selain membahas kerja sama rutin, DPW LDII DIY juga memaparkan rencana besar pelaksanaan Muswil yang dijadwalkan berlangsung pada 26–27 Juli 2026 di Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM). Mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Mewujudkan Ketahanan Lingkungan dan Budaya dalam Mendukung Pancamulia Daerah Istimewa Yogyakarta”, agenda ini diproyeksikan akan dihadiri sekitar 200 peserta dari seluruh pelosok DIY.
Tema tersebut bukanlah sekadar slogan. Ia merupakan refleksi dari delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, hingga energi baru terbarukan. LDII berupaya mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara kompetensi teknis, tetapi juga memiliki integritas religius yang kuat.
Kontribusi Nyata dalam Pelestarian Lingkungan
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah isu keberlanjutan lingkungan. LDII DIY secara konsisten telah menginisiasi berbagai program berbasis masyarakat seperti gerakan “Kyai Peduli Sampah” dan “Sampah Jadi Jariyah”. Program-program ini berhasil mengubah paradigma pengelolaan limbah di tingkat akar rumput menjadi sebuah nilai ibadah dan ekonomi.
Sebagai bukti nyata, Wakil Ketua DPW LDII DIY, Agus Kurniawan, menyerahkan buku dokumentasi terkait aktivitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Kampung ProKlim Sangurejo, Kapanewon Turi, Sleman. Kampung binaan LDII ini telah diakui secara nasional dan kini tengah dipersiapkan menuju kategori ProKlim Lestari.
Baru-baru ini, prestasi gemilang juga diraih oleh Kampung ProKlim Sangurejo dan Kampung ProKlim Kembang (Kulon Progo) yang dianugerahi penghargaan sebagai Padukuhan Tangguh Iklim oleh Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka KGPAA Paku Alam X, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat provinsi.
Respon Positif Pemerintah Daerah
Kepala Biro Kesra Setda DIY, Faishol Muslim, menyambut baik paparan dan kontribusi nyata yang telah diberikan LDII. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan adalah kunci suksesnya pembangunan jangka panjang yang inklusif.
“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi dengan lembaga keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang religius, maju, dan sejahtera. Kami mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan LDII dan berharap kolaborasi ini terus diperkuat ke depan,” tutur Faishol Muslim.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif, memastikan setiap program yang dicanangkan LDII dapat terintegrasi dengan kebijakan pembangunan Pemda DIY demi mewujudkan cita-cita Panca Mulia yang menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat.
GLOSSARY: Istilah Penting Dalam Berita
- Panca Mulia: Lima cita-cita luhur pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemuliaan masyarakat.
- Muswil (Musyawarah Wilayah): Forum pengambilan keputusan tertinggi tingkat provinsi dalam struktur organisasi LDII.
- SDM Profesional Religius: Konsep pengembangan manusia yang menyeimbangkan keahlian profesional di bidangnya dengan ketaatan nilai agama.
- ProKlim (Program Kampung Iklim): Program nasional untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan penguatan kapasitas adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim.
- Kyai Peduli Sampah: Inisiatif lingkungan dari LDII yang melibatkan tokoh agama untuk mengedukasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.