JEMBER – Dalam upaya memperkokoh fondasi toleransi di tingkat akar rumput, jajaran pengurus Gereja Katolik Santo Yusuf melakukan kunjungan kehormatan ke Kantor DPD LDII Kabupaten Jember pada Rabu (27/5/2026). Pertemuan lintas iman ini menjadi momentum krusial untuk mempererat kerukunan antarumat beragama di wilayah Jember melalui dialog yang inklusif dan kolaboratif.
Memperkuat Komunikasi Lintas Iman
Rombongan tokoh Katolik tersebut dipimpin langsung oleh FX Yiddi Purwa Mardianta beserta sejumlah pengurus inti Gereja Katolik Santo Yusuf Jember. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pengurus LDII Jember. Tidak hanya dari kalangan Katolik, pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan umat Kristen yang diwakili oleh Tri Suwito, selaku Pembina Umat Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk proaktif dari tokoh agama untuk memastikan stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk. Dialog yang mengalir hangat menunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan kekayaan sosial yang harus dikelola dengan bijak.
"Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kami menjaga komunikasi dan hubungan baik antarumat beragama di wilayah Jember. Silaturahmi seperti ini penting untuk menjaga kerukunan," ujar Humas Gereja Santo Yusuf Jember, FX Yiddi Purwa Mardianta.
Apresiasi Terhadap Dimensi Sosial Ibadah Kurban
Salah satu poin menarik dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai praktik sosial dalam ibadah kurban yang rutin dilaksanakan oleh warga LDII. FX Yiddi memberikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi LDII dalam mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat luas tanpa memandang latar belakang agama maupun suku.
Menurut pantauan pihak Gereja Santo Yusuf, kegiatan kurban yang dikelola LDII setiap tahunnya menunjukkan tren peningkatan, baik dari sisi jumlah hewan kurban maupun jangkauan manfaatnya. Hal ini dinilai sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kemanusiaan yang selaras dengan nilai-nilai universal agama.
Kurban Sebagai Instrumen Perekat Sosial
Ketua DPD LDII Jember, Akhmad Malik Afandi, menjelaskan bahwa bagi warga LDII, kurban bukan sekadar ritual keagamaan tahunan. Lebih dari itu, kurban memiliki filosofi mendalam yang menyatukan dimensi spiritual hamba dengan Tuhannya serta dimensi horizontal antar sesama manusia.
"Ibadah kurban menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian sosial dan berbagi kepada masyarakat tanpa memandang latar belakang," papar Akhmad Malik Afandi.
Ia menekankan bahwa LDII terus berupaya mendorong semangat berbagi di tengah masyarakat. Melalui momentum seperti kurban, sekat-sekat sosial dapat dilarutkan dalam semangat kebersamaan. Malik juga menegaskan bahwa hubungan baik lintas agama adalah modal sosial utama untuk menjaga kedaulian NKRI.
Silaturahmi yang berkelanjutan seperti ini diharapkan menjadi role model bagi wilayah lain. Dengan tetap menjaga jalur komunikasi yang terbuka, potensi gesekan di masyarakat dapat diminimalisir, sementara semangat gotong royong dapat terus dipupuk demi kemajuan bersama di Kabupaten Jember.
Glossary: Memahami Istilah Berita
- Silaturahmi: Tali persahabatan atau hubungan persaudaraan antar sesama.
- Lintas Iman: Interaksi atau dialog yang melibatkan individu atau kelompok dari latar belakang agama yang berbeda.
- Ibadah Kurban: Ritual penyembelihan hewan ternak dalam Islam sebagai bentuk ketaatan, yang dagingnya dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat.
- Modal Sosial: Serangkaian nilai atau norma yang memfasilitasi kerja sama di dalam atau di antara kelompok untuk kepentingan bersama.
- Inklusif: Sikap yang terbuka dan mengajak berbagai pihak untuk terlibat tanpa membeda-bedakan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.