Muntilan, Magelang – Upaya memperkuat pembinaan generasi muda agar memiliki raga yang tangguh sekaligus jiwa yang santun terus digalakkan. Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Muntilan secara resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Perguruan Pencak Silat Persinas ASAD melalui peluncuran program Sekolah Pencak Silat. Sinergi ini bertujuan melahirkan bibit-bibit atlet berprestasi yang tidak hanya mahir di atas gelanggang, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai karakter luhur dalam bermasyarakat.
Menyalurkan Energi Positif Melalui Bela Diri
Pijakan awal kerja sama ini ditandai dengan sosialisasi intensif program Sekolah Pencak Silat yang digelar pada Minggu (28/6). Bertempat di Aula Al-Manshurin, Tejowarno, Tamanagung, Kecamatan Muntilan, agenda ini disambut gegap gempita oleh ratusan wali murid. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya harapan orang tua terhadap pola pembinaan yang menyeimbangkan aspek fisik dan mental spiritual bagi anak-anak mereka.
Ketua PC LDII Kecamatan Muntilan, Erwin Nugraha, S.Pd., menyatakan dukungannya secara eksplisit terhadap inisiatif ini. Menurutnya, olahraga bela diri merupakan instrumen yang sangat efektif untuk mengarahkan energi meluap para remaja ke arah yang produktif dan positif.
"Kami sangat mengapresiasi kerja sama antara LDII dengan Persinas ASAD ini. Harapan kami, keberadaan Sekolah Pencak Silat ini mampu melahirkan atlet-atlet silat berbakat dari Muntilan yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu menembus kancah internasional," ujar Erwin.
Kurikulum Holistik: Fisik Kuat, Mental Hebat
Di hadapan para orang tua yang memadati lokasi, Rahmat Pambudi, S.I.P., yang menjabat sebagai Penanggung Jawab Sekolah Pencak Silat sekaligus Wakil Ketua Persinas ASAD Kabupaten Magelang, membedah secara mendalam struktur kurikulum latihan yang akan diterapkan. Ia menegaskan bahwa pembinaan di Persinas ASAD melampaui sekadar teknik pukulan, tendangan, atau bantingan.
Fokus utama sekolah ini adalah menciptakan harmoni antara kekuatan fisik dan kedalaman spiritual. Dengan demikian, setiap pendekar yang lahir dari rahim program ini diharapkan memiliki daya tahan mental yang stabil dan tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif lingkungan sosial.
"Salah satu tujuan utama didirikannya Sekolah Pencak Silat ini adalah untuk memunculkan atlet yang tangguh secara fisik, berprestasi di gelanggang, namun tetap rendah hati dan memiliki karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Pambudi.
Investasi Masa Depan yang Profesional Religius
Sinergi ini bukan sekadar program jangka pendek. PC LDII Muntilan dan Persinas ASAD berkomitmen untuk terus mengawal dan memonitor perkembangan bakat-bakat muda sejak usia dini. Pendekatan berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak generasi penerus yang memiliki kualifikasi "Profesional Religius"—sebuah visi besar untuk membentuk manusia yang ahli di bidangnya namun tetap taat pada nilai-nilai agama.
Melalui Sekolah Pencak Silat ini, anak-anak muda di wilayah Muntilan kini memiliki wadah resmi untuk mengasah keterampilan bela diri warisan budaya bangsa, sekaligus menempa diri menjadi pribadi yang mandiri dan berintegritas tinggi.
Glossary Berita
- PC LDII: Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia, struktur organisasi di tingkat kecamatan.
- Persinas ASAD: Perguruan Silat Nasional ASAD, sebuah organisasi bela diri yang berfokus pada pelestarian pencak silat dan pembangunan karakter.
- Karakter Luhur: Kualitas moral yang mencakup sifat jujur, amanah, kerja keras, rukun, kompak, dan kerja sama yang baik (6 Thobiat Luhur).
- Profesional Religius: Konsep pengembangan manusia yang unggul dalam kompetensi teknis/profesi sekaligus memiliki dasar keagamaan yang kuat.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.