DENPASAR – Pengurus Harian DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Denpasar menggelar pertemuan audiensi strategis dengan Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., guna membahas problematika lingkungan dan penguatan ketertiban masyarakat. Pertemuan yang berlangsung di markas Polresta Denpasar pada Kamis (11/6/2026) ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara ormas keagamaan dan institusi kepolisian dalam menjawab tantangan urban di ibu kota Provinsi Bali.
Delegasi LDII Denpasar dipimpin langsung oleh Ketua DPD LDII Denpasar, H. Moh. Kafilari Rohimanto, S.E., yang didampingi oleh Wakil Ketua H. Agus Purmadi, S.H., H. Sobirin, serta jajaran pengurus harian lainnya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kapolresta Denpasar yang didampingi pejabat utama (PJU) Polresta, termasuk Kasat Polairud, Kasat Binmas, dan Kanit III Intelkam.
Delapan Bidang Pengabdian untuk Bangsa
Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, Kafilari Rohimanto memaparkan kerangka kerja organisasi yang tertuang dalam "8 Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa". Ia menegaskan bahwa kiprah LDII saat ini telah melampaui batas-batas pembinaan spiritual semata. LDII secara proaktif masuk ke ranah sosial kemasyarakatan, mencakup ketahanan pangan, kesehatan herbal, hingga pelestarian lingkungan hidup.
Fokus utama yang menjadi sorotan dalam audiensi ini adalah krusialnya penanganan sampah di wilayah Denpasar yang kian kompleks. LDII secara konsisten mendorong warganya untuk melakukan pemilahan limbah sejak dari hulu, yakni lingkungan rumah tangga. Hal ini bukan sekadar imbauan, melainkan gerakan nyata yang terintegrasi dengan pemanfaatan teknologi tepat guna seperti pembuatan cairan organik serbaguna.
“Persoalan sampah sudah menjadi polemik di Kota Denpasar. Kami mengajak Kapolresta Denpasar untuk berkolaborasi sehingga masalah sampah ini dapat teratasi dengan baik,” ujar Kafilari Rohimanto saat berdiskusi dengan jajaran kepolisian.
Eco Enzim dan Tradisi Ngejot sebagai Perekat Sosial
Implementasi teknologi lingkungan yang dipaparkan adalah penggunaan Eco Enzim. Inovasi ini telah diuji coba secara masif oleh warga LDII, salah satunya saat momentum Hari Raya Iduladha. Cairan hasil fermentasi limbah organik tersebut efektif digunakan untuk menetralisir bau tidak sedap pada sisa pemotongan hewan kurban, sekaligus menjaga higienitas area publik tetap terjaga.
Di sisi lain, LDII juga memperkenalkan kearifan lokal yang terus dijaga melalui program "Ngejot". Tradisi khas masyarakat Bali ini diadaptasi LDII melalui pembagian makanan dan buah-buahan kepada tetangga lintas agama. Langkah ini dinilai sangat efektif dalam merawat rajutan toleransi dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat perkotaan.
Respon Positif Polresta Denpasar
Menanggapi berbagai pemaparan tersebut, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo David Simatupang menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan kontribusi nyata yang telah dilakukan oleh LDII Denpasar. Menurutnya, keterlibatan aktif elemen masyarakat seperti LDII sangat membantu tugas kepolisian dalam menciptakan situasi yang kondusif.
“Terima kasih telah berkunjung ke Polresta Denpasar. Kami akan menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama dan sinergi dengan LDII Denpasar,” ungkap Kombes Pol. Leonardo David Simatupang.
Sebagai langkah konkret di masa depan, LDII berharap kepolisian dapat terlibat langsung dalam memberikan edukasi kepada warga dakwah, terutama yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Sinergitas ini diharapkan melahirkan program penyuluhan yang menyentuh akar rumput, baik dalam hal ketaatan hukum maupun edukasi pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Glossary Berita:
- Audiensi: Pertemuan resmi yang dilakukan untuk bertukar informasi atau menyampaikan pandangan kepada pihak berwenang.
- Kamtibmas: Keamanan dan Ketertiban Masyarakat; suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan nasional.
- Eco Enzim: Cairan multifungsi yang dihasilkan dari fermentasi limbah dapur organik (seperti kulit buah dan sayuran), gula, dan air.
- Ngejot: Tradisi khas Bali berupa kegiatan saling berbagi makanan antartetangga sebagai wujud rasa syukur dan upaya mempererat persaudaraan.
- 8 Bidang Pengabdian: Program prioritas LDII yang meliputi wawasan kebangsaan, keagamaan, ekonomi, pendidikan, pangan, kesehatan, energi terbarukan, dan lingkungan.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.