JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara resmi mengumumkan bahwa 1 Muharam 1448 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Penetapan awal tahun baru Islam ini merupakan hasil dari observasi lapangan tim rukyatul hilal yang melaporkan kondisi objektif di puluhan titik pantau di seluruh wilayah Indonesia.
Keputusan tersebut membawa dampak langsung pada penentuan waktu ibadah sunah yang sangat dianjurkan di awal tahun, yakni Puasa Tasua dan Puasa Asyura. Berdasarkan kalender Hijriah yang telah disahkan, umat Islam diimbau untuk melaksanakan Puasa Tasua (9 Muharam) pada Kamis, 25 Juni 2026, dan disusul Puasa Asyura (10 Muharam) pada Jumat, 26 Juni 2026.
Verifikasi Hilal dan Metode Istikmal
Langkah hukum syar'i ini diambil setelah tim rukyatul hilal LDII yang tersebar di 47 lokasi strategis melaporkan kegagalan dalam melihat bulan sabit muda (hilal) pada Senin sore, 15 Juni 2026. Kondisi tersebut bertepatan dengan tanggal 29 Zulhijah 1447 Hijriah dalam kalender berjalan.
“Secara teknis, hilal saat pengamatan berada pada posisi yang sangat tipis dan rendah. Selain faktor astronomis tersebut, kendala cuaca berupa awan tebal dan mendung di sebagian besar wilayah Indonesia menyebabkan hilal tidak terverifikasi, baik melalui mata telanjang maupun perangkat optik modern,” jelas Ketua DPP LDII, Dwi Pramono.
Karena hilal tidak berhasil teramati (mar'i), LDII kemudian menerapkan metode istikmal, yaitu menggenapkan hitungan bulan Zulhijah menjadi 30 hari. Maka dari itu, hari Selasa, 16 Juni 2026, masih terhitung sebagai tanggal 30 Zulhijah, dan pergantian tahun baru Hijriah secara otomatis dimulai pada hari berikutnya.
Integrasi Sains Astronomi dan Pelaporan Digital
Metodologi yang dijalankan oleh organisasi dakwah ini tidak hanya terpaku pada pengamatan visual semata, namun juga mengintegrasikan data indikator astronomi yang akurat. Parameter visibilitas hilal seperti tinggi hilal hakiki, sudut elongasi, hingga usia bulan sejak fase ijtimak (konjungsi) dikaji secara mendalam merujuk pada data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kecepatan dan akurasi pengambilan keputusan ini juga didukung oleh sistem pelaporan digital terintegrasi. Setiap koordinator tim di daerah wajib mengirimkan data koordinat geografis dan dokumentasi lapangan secara real-time kepada pusat data di Jakarta.
“Data dari seluruh penjuru tanah air masuk secara instan ke Koordinator Tim Hisab Rukyat DPP LDII. Hal ini memungkinkan proses sidang penetapan berlangsung secara transparan, akuntabel, dan didasarkan pada fakta lapangan yang komprehensif,” tambah Dwi Pramono saat memberikan keterangan pers di kantor pusat.
Keutamaan Ibadah di Bulan Muharam
Seiring dengan penetapan jadwal tersebut, Ketua Dewan Penasihat DPP LDII, KH Edy Suparto, mengingatkan kaum muslimin untuk memanfaatkan momentum sakral di bulan Muharam. Beliau menggarisbawahi bahwa Muharam merupakan salah satu dari empat bulan haram (mulia) yang memiliki kedudukan istimewa dalam syariat Islam.
“Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharam. Khususnya Puasa Asyura, yang memiliki fadhilah atau keutamaan besar berupa penghapusan dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu,” ungkap KH Edy Suparto.
Pelaksanaan puasa dua hari berturut-turut (Tasua dan Asyura) pada 25-26 Juni mendatang bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk ketaatan yang diharapkan mampu memperkuat dimensi spiritualitas umat. Anjuran puasa Tasua pada 9 Muharam sendiri berfungsi sebagai khilafah atau pembeda dengan tradisi kaum sebelumnya.
Melalui pengumuman resmi ini, LDII mengajak seluruh warga dan umat Islam pada umumnya yang tidak memiliki uzur syar'i untuk mempersiapkan diri menjalankan ibadah sunah tersebut demi meraih keberkahan di awal tahun 1448 Hijriah.
Glossary: Istilah Penting dalam Berita Ini
- Rukyatul Hilal: Observasi visual untuk melihat bulan sabit muda yang menandai pergantian bulan qamariah.
- Istikmal: Tindakan menyempurnakan bilangan hari dalam satu bulan menjadi 30 hari ketika hilal tidak terlihat pada hari ke-29.
- Sudut Elongasi: Jarak sudut antara matahari dan bulan dari sudut pandang pengamat di bumi.
- Ijtimak: Kondisi astronomis saat bulan dan matahari berada pada satu bujur langit yang sama; disebut juga sebagai konjungsi.
- Tasua & Asyura: Puasa sunah yang dilakukan masing-masing pada tanggal 9 dan 10 Muharam.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.