Terletak di pelukan lereng Gunung Anjasmoro, Kecamatan Wonosalam kini bertransformasi menjadi magnet pariwisata utama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Wilayah yang berada di ketinggian rata-rata 500 hingga 600 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menawarkan perpaduan sempurna antara kesejukan udara pegunungan, kekayaan agrowisata, hingga situs sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit. Kehijauan hutan dan perbukitan yang mendominasi bentang alamnya menjadikan Wonosalam sebagai pelarian ideal bagi wisatawan yang mencari ketenangan sekaligus petualangan di alam terbuka.
Geografi dan Potensi Agrowisata Wonosalam
Secara administratif, Wonosalam merupakan kecamatan terselatan dan tertinggi di Jombang. Batas wilayahnya bersinggungan langsung dengan Kabupaten Mojokerto di utara dan timur, serta Kabupaten Kediri di selatan. Dominasi kawasan hutan dan perkebunan melahirkan berbagai komoditas unggulan yang mendunia. Jengkol, cengkeh, kopi, dan porang menjadi tulang punggung ekonomi warga, namun primadona utamanya tetaplah durian Wonosalam.
"Wonosalam didominasi kawasan hutan dan perkebunan dengan komoditas utama adalah durian, jengkol, cengkih, susu sapi perah, dan lainnya," tulis catatan resmi dalam dokumen profil kecamatan tersebut.
Kekayaan hasil bumi ini dirayakan setiap tahun melalui tradisi "Kenduren Wonosalam". Sebuah acara kolosal di mana tumpeng raksasa berisi ribuan buah durian diarak dan dibagikan secara gratis kepada pengunjung sebagai simbol rasa syukur petani atas kesuburan tanah mereka.
Panduan Rute Perjalanan: Dari Jakarta Menuju Wonosalam
Bagi pelancong dari ibu kota yang ingin mencicipi dinginnya kabut Anjasmoro, perjalanan dapat ditempuh dengan beberapa opsi moda transportasi:
- Jalur Kereta Api: Gunakan kereta api jarak jauh dari Stasiun Gambir atau Pasar Senen menuju Stasiun Jombang (contoh: KA Bima, KA Jayakarta, atau KA Argo Wilis). Dari Stasiun Jombang, Anda dapat melanjutkan perjalanan menggunakan taksi daring atau kendaraan umum menuju terminal Mojoagung, lalu berpindah ke angkutan desa spesialis rute Wonosalam.
- Jalur Udara: Terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Juanda, Surabaya. Dari Juanda, Anda bisa menggunakan bus Damri menuju Terminal Bungurasih, lalu naik bus jurusan Solo/Yogyakarta dan turun di Terminal Mojoagung, Jombang.
- Jalur Darat (Mobil Pribadi): Melintasi Tol Trans Jawa dan keluar di Gerbang Tol Bandar atau Tembelang. Arahkan kendaraan menuju pusat kota Jombang, lalu ambil rute ke arah Kecamatan Mojoagung hingga menemukan persimpangan menuju Wonosalam.
Destinasi Wisata Pilihan di Wonosalam dan Sekitarnya
Menjelajah Wonosalam tidak cukup dalam satu hari. Berikut adalah deretan tempat yang wajib masuk dalam daftar kunjungan Anda:
1. Candi Rimbi: Gerbang Sejarah Majapahit
Berlokasi di Desa Ngrimbi, Bareng (berbatasan langsung dengan Wonosalam), Candi Rimbi merupakan saksi bisu kejayaan Majapahit. Meski bangunannya tidak lagi utuh sepenuhnya, keindahan relief dan latar belakang Gunung Anjasmoro menjadikannya tempat favorit bagi pecinta fotografi. Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang.
2. Kampung Durian: Surga Pecinta Si Raja Buah
Bagi Anda yang fanatik dengan durian, Kampung Durian di Jalan Cemoro Sewu adalah destinasi wajib. Selain bisa mencicipi buah yang baru jatuh dari pohon, pengunjung harus mencoba menu unik durian bakar. Tempat ini buka setiap Sabtu dan Minggu dengan tiket masuk sekitar Rp15.000.
3. Goa Sriti dan Goa Sigolo Golo
Petualangan bawah tanah tersedia di Goa Sriti yang menawarkan panorama lembah dan sungai yang menawan. Sementara itu, Goa Sigolo Golo menyajikan tantangan lebih bagi penyuka adrenalin karena aksesnya yang melalui Sigolo-golo Eco Park. Keduanya memberikan pengalaman alami yang otentik di lereng bukit.
4. Air Terjun Tretes: Salah Satu yang Tertinggi di Jawa Timur
Dengan ketinggian mencapai lebih dari 155 meter, Air Terjun Tretes di Desa Galengdowo adalah primadona wisata air. Aliran airnya yang deras dikelilingi hutan lebat menciptakan hawa sejuk yang menusuk tulang. Perjalanan menyusuri jalan setapak di tengah hutan akan terbayar lunas saat melihat kemegahan air terjun ini.
5. Banyu Mili dan Kampoeng Djawi
Banyu Mili menawarkan taman buatan yang estetis dengan spot foto Instagramable dan danau buatan lengkap dengan perahu bebek. Jika ingin suasana yang lebih kental dengan tradisi Jawa, Kampoeng Djawi hadir dengan arsitektur klasik, restoran, dan infinity pool yang menghadap langsung ke perbukitan hijau.
6. Wana Wisata Sumber Biru
Sensasi kuliner yang berbeda ditawarkan oleh Sumber Biru. Di sini, pengunjung bisa menyantap hidangan tradisional tepat di atas aliran sungai yang dangkal dan jernih. Suara gemericik air memberikan relaksasi maksimal saat berkumpul bersama keluarga.
7. Situs Sejarah Sendang Made dan Kedung Cinet
Sedikit bergeser dari hiruk-pikuk agrowisata, terdapat Sendang Made yang konon merupakan tempat pemandian Raja Airlangga. Sementara bagi pemburu pemandangan eksotis, Kedung Cinet di Plandaan menawarkan formasi batuan kapur unik dan air sungai jernih yang kerap disebut sebagai "Green Canyon"-nya Jombang.
Glossary Wisata Wonosalam
- Agrowisata: Aktivitas wisata yang memanfaatkan objek pertanian sebagai daya tarik utama bagi pengunjung.
- Mdpl: Meter di atas permukaan laut, satuan untuk mengukur ketinggian suatu tempat.
- Kenduren: Tradisi perjamuan atau kenduri besar, dalam konteks Wonosalam merujuk pada pesta durian rakyat.
- Infinity Pool: Kolam renang yang dirancang agar tepiannya seolah-olah menyatu dengan cakrawala atau pemandangan alam.
- Downhill: Disiplin olahraga sepeda gunung yang dilakukan di lintasan menurun yang curam dan teknis.
- Sendang: Kolam air alami atau mata air yang sering kali dianggap memiliki nilai sejarah atau sakral.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.