PONTIANAK – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Kalimantan Barat mulai mengambil langkah akselerasi organisasi menjelang perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 mendatang. Bertempat di Pontianak pada Minggu (21/6/2026), agenda ini fokus pada penguatan konsolidasi internal serta penjaringan aspirasi guna menyusun arah kebijakan program strategis yang relevan dengan problematika keumatan saat ini.
Menjaring Aspirasi dari Akar Rumput
Langkah sosialisasi yang dilakukan jauh hari sebelum hari H pelaksanaan Muswil bukan tanpa alasan. Ketua DPW LDII Kalimantan Barat, Susanto, menegaskan bahwa Muswil merupakan representasi kedaulatan tertinggi bagi warga LDII di tingkat provinsi. Oleh karena itu, keterlibatan pengurus dari berbagai daerah menjadi krusial agar program yang dilahirkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.
“Hari ini kami bergerak memperkuat konsolidasi organisasi dengan menggelar sosialisasi rencana Muswil. Karena Muswil adalah forum kedaulatan bagi seluruh warga LDII di Kalbar,” ujar Susanto saat memberikan keterangan pada Minggu (21/6/2026).
Lebih lanjut, Susanto menjelaskan bahwa proses ini merupakan kanal untuk mendengar masukan dari seluruh jajaran pengurus terkait isu-isu aktual. Dialektika yang terbangun diharapkan mampu membedah problematika sosial yang kemudian dikonversi menjadi draf program kontribusi LDII bagi pembangunan daerah secara luas.
Sinergitas untuk Pembangunan Kalimantan Barat
Eksistensi LDII di Kalimantan Barat tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam dinamika pembangunan. Susanto memandang Muswil VIII sebagai momentum emas untuk memperkuat peran organisasi dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa tanggung jawab sosial tidak seharusnya bertumpu sepenuhnya pada pundak pemerintah.
“LDII Kalbar mesti memberikan kontribusi berkelanjutan, karena problematika sosial kemasyarakatan ini tidak boleh hanya dibebankan oleh pemerintah. Artinya LDII mesti banyak berperan melalui jalinan sinergisitas,” tegas Susanto.
Bagi LDII, organisasi harus bertransformasi menjadi entitas yang adaptif dan profesional. Muswil bukan hanya seremoni lima tahunan untuk pergantian nakhoda, melainkan ruang intelektual untuk merumuskan gerak organisasi yang berdampak nyata.
“Muswil harus melahirkan gagasan-gagasan besar yang menjawab kebutuhan zaman. Karena itu, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pengurus daerah untuk menyampaikan aspirasi, masukan, dan program strategis yang dapat menjadi pijakan organisasi ke depan,” tambahnya.
Fokus Delapan Bidang Kontribusi Strategis
Dalam rencana strategisnya, LDII Kalbar terus menggodok penguatan di berbagai sektor kehidupan. Mulai dari pembinaan generasi muda agar menjadi pribadi yang profesional sekaligus religius, hingga penguatan ketahanan keluarga sebagai fondasi bangsa. Selain itu, sektor ekonomi syariah, pelestarian lingkungan hidup, serta penanaman wawasan kebangsaan tetap menjadi prioritas utama.
Susanto menjabarkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kemampuannya menerjemahkan kebutuhan lapangan menjadi program kerja yang konkret. Usulan yang berkembang dalam forum sosialisasi ini mencakup beragam aspek, mulai dari transformasi digital organisasi untuk efisiensi, pemberdayaan ekonomi umat melalui UMKM, hingga peningkatan kolaborasi lintas sektoral.
“LDII ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi dakwah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial dan pembangunan. Semangat inilah yang akan kami kuatkan dalam Muswil mendatang,” kata Susanto menjelaskan visi organisasi ke depan.
Dengan spirit fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan, DPW LDII Kalbar optimistis bahwa hasil Muswil nantinya akan membawa manfaat yang lebih luas. Penekanan pada karya nyata menjadi bukti pengabdian berkelanjutan untuk Kalimantan Barat yang lebih maju.
“Muswil harus menjadi momentum meneguhkan komitmen pengabdian. Dari Kalimantan Barat, LDII ingin terus menghadirkan karya, manfaat, dan kontribusi yang berkelanjutan untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkas Susanto menutup keterangannya.
Glossary: Memahami Istilah Organisasi
- Muswil (Musyawarah Wilayah): Forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat provinsi dalam struktur organisasi LDII yang diadakan setiap lima tahun sekali.
- DPW (Dewan Pimpinan Wilayah): Struktur kepengurusan organisasi LDII yang memimpin di tingkat provinsi.
- Fastabiqul Khairat: Sebuah prinsip dalam Islam yang berarti berlomba-lomba dalam mengejar kebaikan dan kebajikan.
- Sinergitas: Kerjasama yang terpadu antar berbagai elemen (pemerintah, organisasi, dan masyarakat) untuk mencapai hasil yang lebih besar.
- Konsolidasi: Upaya memperkuat, menyatukan, dan memantapkan hubungan internal organisasi agar lebih solid.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.