Perkuat Ukhuwah Islamiyah, LDII Kalbar dan Ponpes Darul Amin Jajaki Kolaborasi Pendidikan Karakter

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, LDII Kalbar dan Ponpes Darul Amin Jajaki Kolaborasi Pendidikan Karakter

KUBU RAYA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Kalimantan Barat melaksanakan kunjungan silaturahim ke Pondok Pesantren Darul Amin yang berlokasi di Desa Mekar Sari, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin (15/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya konkret untuk mempererat tali ukhuwah Islamiyah sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas lembaga demi kemajuan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda di wilayah Kalimantan Barat.

Membangun Sinergi Strategis Demi Kemaslahatan Umat

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut menjadi ajang diskusi bagi kedua belah pihak dalam memetakan berbagai peluang kerja sama. Fokus utama pembahasan mencakup bidang pendidikan, pembinaan karakter bagi para pemuda, serta implementasi program-program kemasyarakatan yang berorientasi pada kepentingan umat secara luas.

Ketua DPW LDII Kalbar, Susanto, menekankan bahwa sinergi antarlembaga keagamaan merupakan kunci dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia menilai, pesantren dan LDII memiliki kesamaan visi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.

“Fungsi pesantren memiliki kesesuaian dengan misi yang hendak dicapai LDII, yakni mencetak generasi yang berakhlakul karimah, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Karena itu kami ingin menemukan titik temu agar kedua lembaga dapat saling mendukung dan bekerja sama,” ujar Susanto.

Rombongan LDII Kalbar dalam kunjungan tersebut turut didampingi oleh jajaran pengurus DPD LDII Kubu Raya, termasuk Dewan Penasehat Khairul Mahfuzi dan Sekretaris DPD Sucipto. Kehadiran mereka disambut langsung dengan penuh keramahan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amin, KH Zuhdi MZ.

Urgensi Pendidikan Karakter di Tengah Tantangan Bangsa

Selain membahas teknis kolaborasi, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya benteng moral bagi generasi penerus. Susanto berpendapat bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pondasi karakter yang kokoh. Menurutnya, melemahnya moralitas dapat menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan bangsa di masa depan.

“Pendidikan karakter menjadi kebutuhan yang sangat penting. Ketika moralitas generasi melemah, maka keberlanjutan bangsa juga akan menghadapi ancaman yang serius. Karena itu pembinaan akhlak harus menjadi perhatian bersama,” tambah Susanto dengan nada serius.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa LDII secara nasional tengah menggencarkan "Delapan Bidang Pengabdian LDII untuk Bangsa". Program ini mencakup sektor-sektor krusial seperti wawasan kebangsaan, ekonomi syariah, ketahanan pangan, hingga energi baru terbarukan. Semua sektor ini, menurut Susanto, sangat terbuka untuk dikolaborasikan bersama pesantren.

“Potensi kerja sama dengan pesantren sangat luas. Selain dakwah dan pendidikan, LDII juga memiliki program di bidang kebangsaan, ekonomi syariah, ketahanan pangan, lingkungan hidup, teknologi informasi, hingga energi baru terbarukan. Semua ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya mendalam.

Apresiasi dan Kesepahaman dari Ponpes Darul Amin

Menanggapi gagasan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amin, KH Zuhdi MZ, memberikan apresiasi yang tinggi. Menariknya, KH Zuhdi ternyata sudah tidak asing dengan pola pendidikan di bawah naungan LDII. Ia menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Pondok Pesantren Wali Barokah di Kediri, Jawa Timur, yang merupakan salah satu pusat pendidikan unggulan LDII.

“Saya merasa bangga menerima kunjungan ini. Sebelumnya saya juga pernah berkesempatan mengunjungi Pesantren Wali Barokah di Kediri. Karena itu, kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama yang baik ke depan,” ungkap KH Zuhdi dengan penuh antusiasme.

KH Zuhdi memandang pertemuan ini sebagai momentum krusial untuk saling bertukar gagasan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembinaan santri agar lebih kompetitif namun tetap memegang teguh nilai-nilai agama. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini adalah bentuk gotong royong dalam memecahkan problematika umat.

“Kami pada prinsipnya sudah sepakat untuk menjalin kerja sama ke depan. Menyelesaikan berbagai persoalan umat dan bangsa tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi memerlukan sinergi dan gotong royong dari semua pihak. Harapannya, berbagai ikhtiar ini dapat menghadirkan kemaslahatan yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas KH Zuhdi.

Glossary: Memahami Istilah

  • Ukhuwah Islamiyah: Persaudaraan antar sesama umat Islam yang didasari oleh kesamaan keyakinan.
  • Akhlakul Karimah: Perilaku atau budi pekerti yang mulia dan terpuji sesuai dengan ajaran Islam.
  • 8 Bidang Pengabdian: Program prioritas LDII yang mencakup Wawasan Kebangsaan, Dakwah, Pendidikan, Ekonomi Syariah, Kesehatan Herbal, Ketahanan Pangan & Lingkungan, Teknologi Digital, dan Energi Terbarukan.
  • Sinergi: Kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk menghasilkan dampak yang lebih besar daripada bekerja sendiri.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.