BATAM — Momentum penguatan konsolidasi internal sekaligus penyegaran mental dilakukan oleh korps pendakwah LDII di Kota Batam. Sebanyak 65 mubaligh dan mubalighot yang merupakan representasi dari delapan Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kota Batam melaksanakan agenda rekreasi dan silaturahim massal di Pantai Halona, Jembatan Barelang, Batam, pada Minggu (14/6/2026). Langkah ini diambil sebagai strategi organisasi dalam membangun sinergi yang lebih solid serta mengokohkan semangat syiar agama di tingkat akar rumput.
Perjalanan dimulai sejak pagi hari, di mana rombongan dilepas secara resmi pada pukul 07.30 WIB dari Gedung Serbaguna Baitul Jannah, Plamo Garden. Ketua DPW LDII Kepulauan Riau, H. Rulifa Syahroel, hadir langsung melepas keberangkatan didampingi jajaran pengurus harian lainnya. Sebelum armada bergerak, para peserta menerima pembekalan spiritual dan doa bersama yang dipimpin oleh ulama senior, KH. Lukman Hakim. Guna memastikan keselamatan di jalan, panitia menyiagakan lima unit mobil operasional serta satu unit ambulans sebagai pengawal protokol keamanan.
Membangun Jiwa Kepemimpinan Lewat Simulasi Lapangan
Sesampainya di hamparan pasir Pantai Halona sekitar pukul 10.00 WIB, suasana hangat silaturahim langsung mencair. Para peserta tidak hanya datang untuk sekadar menikmati pemandangan, namun langsung dihadapkan pada serangkaian aktivitas luar ruang (outbound) yang dinamis. Di bawah instruksi Mubaligh Senior, Ust. Hadi Susanto, beragam permainan kelompok digelar untuk menguji ketangkasan dan kekompakan tim.
Kegiatan ini dirancang secara tematik untuk melatih aspek kepemimpinan (leadership) serta mempererat ukhuwah antar-juru dakwah. Melalui tantangan fisik dan strategi kelompok, para mubaligh diharapkan mampu mentransformasikan nilai-nilai kerja sama tersebut ke dalam pengelolaan dakwah di wilayah tugas masing-masing.
Dakwah Santun Sebagai Identitas Utama
Di sela jeda istirahat dan ibadah, KH. Lukman Hakim memberikan tausyiah mendalam mengenai peran krusial para pendakwah. Beliau menekankan bahwa posisi mubaligh adalah sebagai jembatan langsung antara ajaran agama dan realitas sosial di masyarakat.
"Mubaligh adalah garda terdepan dalam menyampaikan ajaran Al-Qur'an dan Al-Hadits secara langsung di tengah masyarakat. Karena mengemban tanggung jawab besar, kapasitas dan profesionalisme kalian harus rutin diasah serta disegarkan agar tetap relevan menghadapi dinamika zaman," ujar KH. Lukman Hakim.
Beliau juga mewanti-wanti agar pesan-pesan yang disampaikan ke umat haruslah bersifat menyejukkan dan jauh dari unsur provokasi. Integritas seorang pendakwah diukur dari bagaimana ia mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa memicu perpecahan.
“Seorang mubaligh harus mampu menjadi role model (teladan), baik melalui ucapan, perilaku, maupun pengabdian sosialnya. Sampaikan dakwah dengan hikmah dan penuh kesabaran agar membawa ketenteraman serta persatuan umat,” tegas KH. Lukman Hakim.
Menjawab Tantangan Dakwah di Era Disrupsi Digital
Senada dengan hal tersebut, H. Rulifa Syahroel memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kegiatan ini. Menurutnya, juru dakwah masa kini tidak boleh hanya terpaku pada metode konvensional, melainkan harus mulai merambah dan menguasai ruang digital secara profesional.
"Penguasaan ilmu agama memastikan dakwah kita lurus berlandaskan Al-Qur'an dan Al-Hadits. Namun, penguasaan ilmu dunia, teknologi informasi, dan literasi digital adalah kunci agar konten dakwah kita bisa menembus dan diterima oleh generasi milenial maupun Gen Z secara rasional," urai H. Rulifa Syahroel.
Rulifa mendorong para mubaligh milenial LDII untuk lebih produktif menciptakan konten-konten positif yang solutif. Dengan literasi digital yang kuat, diharapkan dakwah LDII dapat menjawab problematika sosial-ekonomi jemaah secara lebih praktis dan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur agama.
Glossary Berita: Mengenal Istilah Internal
- Mubaligh/Mubalighot: Sebutan bagi juru dakwah laki-laki dan perempuan yang bertugas menyampaikan syiar agama.
- PC (Pimpinan Cabang): Struktur organisasi LDII di tingkat Kecamatan.
- DPW (Dewan Pimpinan Wilayah): Struktur organisasi LDII di tingkat Provinsi.
- Ukhuwah: Persaudaraan yang didasari oleh nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
- Tausyiah: Ceramah atau pesan-pesan keagamaan untuk saling menasihati dalam kebenaran.
- Adab Safar: Tata krama atau etika dalam melakukan perjalanan menurut syariat Islam.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.