✨ AI Insights: Sinergi Umat & Pemerintah ✨
KERINCI – Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Gunung Tujuh melakukan kunjungan resmi sekaligus audiensi dengan Pemerintah Kecamatan dan Kantor Urusan Agama (KUA) Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, pada Selasa (27/5/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkenalkan struktur kepengurusan baru sekaligus memperkokoh kolaborasi dalam mengimplementasikan berbagai program keagamaan dan sosial kemasyarakatan yang berdampak langsung bagi penduduk lokal.
Mengawali Estafet Kepengurusan dengan Kolaborasi
Rombongan pengurus LDII yang dikomandoi langsung oleh Ketua PC LDII Gunung Tujuh, Muhajir, disambut hangat oleh Camat Gunung Tujuh, M. Aflisya, beserta Kepala KUA Gunung Tujuh, Hendi Efyadi. Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Camat tersebut menjadi momentum krusial bagi kedua belah pihak untuk menyelaraskan visi dalam membina umat.
Muhajir menegaskan bahwa membangun komunikasi yang sehat dengan para pemangku kebijakan adalah fondasi utama bagi organisasi dalam menjalankan roda dakwah. Ia percaya bahwa sinergi antara ormas keagamaan dan pemerintah dapat mengakselerasi terciptanya tatanan sosial yang kondusif.
“Kami ingin menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Gunung Tujuh. Melalui silaturahim ini, kami berharap LDII dapat terus bersinergi dengan pemerintah dan KUA dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan kondusif,” ujar Muhajir.
Kontribusi Nyata Melalui Pendidikan Karakter
Selama ini, LDII telah menorehkan kontribusi aktif di wilayah Kerinci melalui beragam instrumen. Fokus utama lembaga ini terletak pada pendidikan karakter bagi generasi muda serta penguatan nilai-nilai kebangsaan yang dipadukan dengan pembinaan spiritual secara intensif.
Muhajir memaparkan bahwa program kerja LDII tidak hanya berkutat pada urusan ibadah ritual semata, melainkan juga menyentuh aspek kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Program kerja LDII sangat berkaitan dengan pembinaan keagamaan, penguatan nilai-nilai kebangsaan, serta peningkatan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat,” tambah Muhajir.
Dukungan Pemerintah: Menjaga Kerukunan dan Moderasi
Camat Gunung Tujuh, M. Aflisya, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif proaktif yang ditunjukkan oleh PC LDII Gunung Tujuh. Baginya, keterlibatan elemen masyarakat seperti LDII sangat membantu tugas pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan antarwarga.
“Pemerintah sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Kami mengapresiasi inisiatif LDII yang aktif menjalin komunikasi dan siap mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan serta menjaga keharmonisan masyarakat,” kata M. Aflisya.
Ia menekankan bahwa lembaga keagamaan memiliki peran vital sebagai benteng pertahanan masyarakat terhadap paham-paham radikal atau gerakan yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Senada dengan Camat, Kepala KUA Gunung Tujuh, Hendi Efyadi, menitipkan harapan agar LDII terus menjadi motor penggerak dakwah yang menyejukkan.
“Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang baik ini terus berlanjut. Organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam membina masyarakat dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di tengah kehidupan bermasyarakat,” pungkas Hendi Efyadi.
Dengan adanya pertemuan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus meningkatkan intensitas koordinasi dalam berbagai kegiatan pembinaan umat di masa mendatang, guna mewujudkan Gunung Tujuh sebagai wilayah yang maju dan agamis.
Glossary Artikel:
- PC LDII: Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (tingkat kecamatan).
- KUA: Kantor Urusan Agama, instansi di bawah Kemenag yang melayani urusan keagamaan Islam di tingkat kecamatan.
- Audiensi: Pertemuan resmi yang dilakukan untuk bertukar pikiran atau menyampaikan aspirasi.
- Sinergi: Bentuk kerja sama yang menghasilkan pengaruh atau dampak yang lebih besar.
- Moderasi Beragama: Cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.