PANGANDARAN – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Barat menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penguatan ideologi dan kewaspadaan terhadap ancaman digital. Bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pangandaran, LDII menyelenggarakan agenda Pendidikan Pancasila, Wawasan Kebangsaan, dan Bela Negara yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Kabupaten Pangandaran, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Mewujudkan Masyarakat yang Tangguh, Berintegritas, dan Cinta NKRI" ini menjadi momentum krusial untuk mempererat tali silaturahim lintas sektoral. Di tengah dinamika global yang kian tak menentu, pemahaman mendalam mengenai fondasi bernegara dianggap sebagai perisai utama masyarakat dalam menghadapi potensi disintegrasi.
Sinergi Pemerintah dan Organisasi Dakwah
Kepala Kesbangpol Kabupaten Pangandaran, Gumilar, dalam sambutannya menekankan krusialnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Ia menaruh harapan besar agar warga LDII mampu menjadi garda terdepan dalam merawat stabilitas keamanan dan harmoni sosial di wilayah Pangandaran.
"Harapan kami adalah mengajak seluruh warga, khususnya LDII, untuk bersama-sama menjaga kerukunan, pembaruan kebangsaan, serta menjaga stabilitas keamanan. Kita semua berkomitmen menjadikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian dari keseharian kita," ujar Gumilar.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun, mengapresiasi keterbukaan pemerintah daerah dalam merangkul elemen keagamaan. Menurutnya, kerukunan umat merupakan modal dasar bagi pembangunan daerah, terutama bagi Pangandaran yang kini tengah bersolek menjadi destinasi wisata kelas dunia.
Menangkal Ancaman Cyber Crime dan Narkoba Digital
Tak hanya berkutat pada teori kebangsaan, diskusi dalam forum ini berkembang pada ancaman nyata yang mengintai generasi muda di ruang digital. Dicky Harun menyoroti maraknya kejahatan siber (cyber crime) dan fenomena peredaran narkoba melalui platform daring yang kini semakin terselubung.
"Harapannya, warga LDII bersama pemangku kepentingan lainnya terus bergandengan tangan memberikan kontribusi terbaik agar Pangandaran menjadi kabupaten wisata yang mendunia. Hal ini diwujudkan dengan kerja sama, kedamaian, dan sikap saling mendukung," tutur Dicky.
Dicky menambahkan bahwa pembentengan moral melalui penguatan iman, kemandirian, dan budi luhur menjadi kunci utama agar masyarakat tidak terjerumus dalam dampak negatif kemajuan teknologi. Transformasi digital yang cepat harus diimbangi dengan literasi dan karakter yang kuat agar LDII mampu membantu akselerasi kemajuan Pangandaran secara positif.
Melalui langkah konkret ini, LDII Jawa Barat berharap paradigma "Silaturahim Kebangsaan" tidak hanya menjadi slogan, melainkan aksi nyata yang mampu menyatukan seluruh elemen bangsa demi menjaga kedaulatan Indonesia dari segala lini.
Glossary Berita
- Cyber Crime: Tindak kejahatan yang dilakukan menggunakan teknologi komputer atau jaringan internet sebagai alat atau sasarannya.
- Cyber Drug: Modus operandi peredaran atau penyalahgunaan narkotika yang memanfaatkan media digital dan transaksi daring.
- Wawasan Kebangsaan: Cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan kesatuan dan persatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat.
- Bela Negara: Tekad, sikap, dan perilaku serta tindakan warga negara, baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara.
- Kesbangpol: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, lembaga pemerintah yang bertugas melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik dalam negeri.
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.