Pengukuhan Pengurus Wanita LDII Banyuwangi 2026-2031: Komitmen Perkuat Ketahanan Keluarga dan Ekonomi Kreatif

Pengukuhan Pengurus Wanita LDII Banyuwangi 2026-2031: Komitmen Perkuat Ketahanan Keluarga dan Ekonomi Kreatif

Banyuwangi — Dalam upaya memperkuat struktur organisasi dan memperluas jangkauan kontribusi sosial di Bumi Blambangan, Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Heri Sujatmiko, secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus Wanita LDII Banyuwangi untuk masa bakti 2026–2031. Prosesi sakral yang menandai regenerasi kepemimpinan ini berlangsung dengan khidmat di Aula SMP Budi Utomo, Banyuwangi, pada Selasa (16/6/2026), membawa visi besar mengenai kemandirian dan ketahanan keluarga.

Sinergi Strategis dalam Pembangunan Daerah

Dalam sambutannya, Heri Sujatmiko menekankan bahwa eksistensi organisasi perempuan bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar krusial dalam dinamika pembangunan daerah. Ia menggarisbawahi pentingnya membangun jejaring yang inklusif dengan berbagai stakeholder untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Organisasi wanita memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan masyarakat. Ia mendorong Wanita LDII Banyuwangi menjalin sinergi dengan berbagai organisasi perempuan serta berkontribusi melalui program pemberdayaan,” jelas Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Heri Sujatmiko.

Lebih lanjut, Heri memaparkan bahwa Wanita LDII dituntut untuk bertransformasi menjadi mitra strategis bagi pemerintah kabupaten. Fokus utamanya mencakup sektor-sektor fundamental seperti penguatan pendidikan karakter, optimalisasi kesehatan masyarakat, serta program pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.

Apresiasi Kepemimpinan dan Estafet Amanah

Pergantian kepemimpinan ini juga menjadi momentum untuk memberikan penghormatan atas dedikasi pengurus sebelumnya. Tutik Andayaningrum kini resmi mengemban amanah sebagai Ketua Wanita LDII Banyuwangi periode 2026–2031, menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Suparminingsih.

“Kami DPD LDII Banyuwangi juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas kontribusi yang telah diberikan. Melalui kepengurusan baru tersebut, Wanita LDII Banyuwangi diharapkan dapat menjalankan program organisasi dan meningkatkan peran perempuan dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Heri Sujatmiko.

Menanggapi amanah tersebut, Tutik Andayaningrum menyatakan kesiapan penuh untuk menahkodai organisasi. Ia menegaskan bahwa jajarannya akan segera bergerak cepat mengimplementasikan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan akar rumput.

“Kami siap menjalankan program organisasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberdayakan perempuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Tutik Andayaningrum.

Prioritas: Dari Parenting Skill Hingga Intervensi Stunting

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan dalam kepengurusan baru ini adalah fokus pada domestikasi yang progresif. Tutik meyakini bahwa kualitas sebuah bangsa ditentukan oleh kualitas unit terkecilnya, yakni keluarga. Oleh karena itu, program pengasuhan (parenting) dan edukasi kesehatan menjadi agenda prioritas.

“Ke depan, kami akan memperkuat program parenting skill dan ketahanan keluarga, karena dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang berkualitas. Kami juga ikut berkontribusi menekan angka stunting melalui edukasi kesehatan bagi ibu dan anak,” tambahnya.

Selain isu kesehatan dan pendidikan keluarga, Wanita LDII Banyuwangi juga membidik sektor ekonomi. Melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta berbagai pelatihan keterampilan, organisasi ini berupaya memacu kemandirian finansial bagi kaum perempuan agar mampu menjadi penopang ekonomi keluarga yang tangguh.

Glossary Informasi Utama

  • Wanita LDII: Organisasi otonom di bawah naungan Lembaga Dakwah Islam Indonesia yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan ketahanan keluarga.
  • Parenting Skill: Keterampilan dan pengetahuan orang tua dalam mengasuh, mendidik, dan membimbing anak agar tumbuh optimal secara fisik maupun mental.
  • Stunting: Kondisi gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang menjadi fokus nasional dalam kesehatan ibu dan anak.
  • Ketahanan Keluarga: Kondisi kecukupan dan kesinambungan akses sumber daya keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar dengan aman.
  • Sinergi Strategis: Kolaborasi aktif antara organisasi dengan pemerintah maupun lembaga non-pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan bersama.

Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.