Pengukuhan Pengurus LDII Jakarta Pusat 2025-2030: Meneguhkan Sinergi Ormas dalam Isu Lingkungan dan Toleransi

Pengukuhan Pengurus LDII Jakarta Pusat 2025-2030: Meneguhkan Sinergi Ormas dalam Isu Lingkungan dan Toleransi
  • Sinergi Strategis: LDII Jakarta Pusat di Tengah Arus Pembangunan Ibu Kota

    JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat secara resmi menyambut kepengurusan baru DPD LDII Kota Administrasi Jakarta Pusat masa bakti 2025-2030. Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Ruang Serba Guna Utama Walikota Jakarta Pusat pada Kamis (11/6/2026), Ahmad Juhandi selaku Kabag Kesra Pemkot Jakarta Pusat, memberikan penekanan khusus mengenai urgensi peran organisasi keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah, terutama dalam menjawab tantangan krisis lingkungan dan memelihara harmonisme sosial di wilayah perkotaan.

    Acara ini bukan sekadar seremoni pergantian estafet kepemimpinan, melainkan refleksi atas kontribusi panjang yang telah dibangun oleh LDII di berbagai jenjang. Ahmad Juhandi menilai bahwa ormas keagamaan memiliki infrastruktur sosial yang kuat untuk menyentuh akar rumput, sebuah keunggulan yang sangat dibutuhkan dalam mengawal program-program pemerintah daerah.

    “Kiprah LDII secara tingkat nasional, provinsi, kota, hingga cabang perkembangannya sangat signifikan. LDII yang telah melampaui waktu yang panjang ini telah melahirkan sinergi kinerja yang luar biasa. Pemkot mengajak LDII terus aktif menumbuhkan toleransi dan menjaga kerukunan antarumat beragama terutama dalam perayaan hari besar keagamaan oleh pemerintah,” ujar Ahmad Juhandi.

    Merespons Krisis Sampah dari Level Rumah Tangga

    Isu lingkungan, khususnya manajemen limbah domestik, menjadi sorotan utama dalam sambutan tersebut. Dengan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang yang kian kritis akibat beban muatan yang berlebih (overload), pemerintah mulai memberlakukan kebijakan yang lebih ketat bagi masyarakat Jakarta.

    Ahmad Juhandi mengapresiasi langkah LDII yang selama ini telah mendukung gerakan pilah sampah. Menurutnya, motivasi untuk memilah sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Hal ini selaras dengan rencana kebijakan verifikasi sampah di TPA Bantar Gebang yang akan diperketat mulai 1 Agustus 2026 mendatang.

    “Pemerintah Kota Jakarta Pusat sedang menggalakkan pemilahan sampah. Kita mendorong agar masyarakat termasuk anggota LDII diberikan motivasi pilah sampah di rumah masing-masing. Di TPA Bantar Gebang sudah overload, dan nanti mulai 1 Agustus 2026 di sana sudah terverifikasi hanya sampah tertentu yang bisa masuk, selebihnya dikembalikan pada masyarakat,” tegas Ahmad Juhandi.

    Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tata kelola pemerintahan yang baik hanya bisa terwujud jika terdapat kerja sama solid lintas sektoral. Tanpa dukungan dari organisasi seperti LDII, implementasi kebijakan publik di lapangan tentu akan menemui kendala yang berat.

    Dukungan Lintas Tokoh dan Harapan Masa Depan

    Pengukuhan pengurus ini turut menjadi ajang silaturahmi bagi berbagai tokoh penting di Jakarta. Hadir di lokasi acara antara lain Bambang Kusumanto (Fraksi PAN), Ramly Hi Muhamad (Fraksi Golkar), serta Heri Kustanto yang merupakan Anggota DPRD Fraksi PKB sekaligus Ketua Forum Betawi Rempug (FBR) Jakarta Pusat.

    Kehadiran tokoh lintas agama dan instansi pun semakin mempertegas komitmen inklusivitas acara ini. Beberapa nama yang tampak hadir meliputi:

    • KH Robi Fadil Muhamad, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat.
    • M. A. Taqwim, Kepala Kantor Kemenag Jakarta Pusat.
    • KH Syawaludin Hidayat, Ketua DMI Jakarta Pusat.
    • Ngurah Utama, Pimpinan Hindu.

    Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandai dukungan penuh terhadap kepengurusan LDII Jakarta Pusat periode 2025-2030 untuk terus berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa dan menjaga keberlanjutan lingkungan di jantung ibu kota.

  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.