Pengukuhan DPD LDII Jakarta Pusat: Menitikberatkan Karakter Unggul dan Kesadaran Ekologis

Pengukuhan DPD LDII Jakarta Pusat: Menitikberatkan Karakter Unggul dan Kesadaran Ekologis
  • Membangun Karakter Lewat Sinergi Nilai Agama dan Kebangsaan

    Ketua DPD LDII Jakarta Pusat yang baru saja terpilih, Aris Triarso, secara gamblang menggarisbawahi urgensi pembinaan karakter bagi generasi penerus. Dalam pidato pengukuhannya di Ruang Serba Guna Utama Wali Kota Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026), ia menekankan bahwa nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang selama ini menjadi fondasi LDII tidak boleh berhenti sebagai teori semata, melainkan wajib diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari.

    Menurut Aris, pembangunan karakter yang kokoh harus berjalan beriringan dengan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Hal ini menjadi salah satu pilar rencana kerja DPD LDII Jakarta Pusat ke depan, terutama dalam menyelaraskan langkah dengan kebijakan strategis pemerintah daerah.

    Aksi Nyata Pengelolaan Sampah dari Rumah

    Salah satu poin krusial yang diangkat adalah dukungan terhadap program pemerintah mengenai pemilahan sampah. Aris berkeyakinan bahwa kesadaran ekologis harus tumbuh secara organik dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga. Untuk itu, instruksi tegas telah diberikan kepada seluruh perangkat organisasi di tingkat bawah.

    “Kami menginstruksikan dan membina seluruh warga kami hingga ke tingkat PC dan PAC (Kecamatan dan Kelurahan), untuk aktif membantu program pemerintah dalam hal pengelolaan dan pemilahan sampah dari sumbernya,” ujar Aris Triarso.

    Aris juga menyempatkan diri untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Jakarta Pusat atas fasilitasi tempat pengukuhan tersebut, yang mencerminkan terjalinnya hubungan harmonis antara organisasi dan pemerintah setempat.

    Amanah dan Sinergi Lintas Sektoral

    Senada dengan Aris, Ketua DPW LDII Provinsi DKI Jakarta, Imam Bashori, memberikan apresiasi atas sinergi yang telah dibangun. Ia mengingatkan kepada seluruh pengurus baru bahwa jabatan yang diemban merupakan sebuah tanggung jawab besar yang diniatkan sebagai ladang ibadah. Konsolidasi internal dan komunikasi eksternal menjadi agenda mendesak yang harus segera dilakukan.

    “Program utama kita adalah membentuk warga LDII yang religius dan amanah. Kepada pengurus baru, jabatan ini adalah amanah dan ladang pahala. Segera lakukan konsolidasi, jalin komunikasi dengan segenap instansi pemerintah, TNI, Polri, MUI, serta ormas-ormas saudara kita lainnya,” tegas Imam Bashori.

    Lebih lanjut, Imam memaparkan tentang implementasi delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa. Kedelapan klaster tersebut telah dijalankan secara konsisten di wilayah Jakarta Pusat sebagai upaya membantu pemerintah daerah menghadapi berbagai tantangan urbanitas.

    “Delapan klaster ini telah kami laksanakan, untuk membantu Pemerintah Kota Jakarta Pusat. Kami berharap bisa menjadi mitra pemerintah untuk menyelesaikan tantangan-tantangan perkotaan,” pungkas Imam Bashori.

    Tantangan Lingkungan dan Target 1 Agustus

    Dari sisi pemerintah, Kabag Kesra Pemkot Jakarta Pusat, Ahmad Juhandi, mengajak seluruh elemen LDII untuk menjadikan momen pelantikan pengurus periode 2025–2030 ini sebagai motor penggerak kepedulian dalam membangun kota. Peran ormas keagamaan dinilai sangat vital dalam menjaga kestabilan isu agama maupun kelestarian lingkungan.

    Juhandi menyoroti kampanye pemilahan sampah yang sedang digalakkan oleh Pemkot Jakarta Pusat. Ia mendorong agar warga LDII mampu menjadi pelopor motivasi pilah sampah secara mandiri di rumah masing-masing, selaras dengan visi organisasi yang ramah lingkungan.

    “Pemerintah Kota Jakarta Pusat sedang menggalakkan pemilahan sampah. Kami mendorong agar masyarakat termasuk anggota LDII diberikan motivasi pilah sampah di rumah masing-masing. Apalagi LDII sangat mendukung kebijakan ini terkait sampah ini,” tutur Ahmad Juhandi.

    Langkah ini menjadi sangat mendesak mengingat adanya target verifikasi sampah pada 1 Agustus mendatang. Pada tanggal tersebut, diharapkan hanya jenis sampah tertentu yang dapat dikirim ke TPA Bantargebang, sehingga peran aktif masyarakat dalam memilah sampah menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.