PB PERSINAS ASAD Perkuat Sinergi Nasional, Dukung Penuh Eksistensi Persatuan Pencak Silat Militer

PB PERSINAS ASAD Perkuat Sinergi Nasional, Dukung Penuh Eksistensi Persatuan Pencak Silat Militer
  • BEKASI – Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD secara resmi menegaskan komitmennya dalam mendukung perluasan peran pembinaan pencak silat di sektor pertahanan negara. Langkah strategis ini mencuat di tengah momentum Pengukuhan Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang Persatuan Pencak Silat Militer (PSM) Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan di GOR Candrabhaga, Bekasi, pada Selasa (12/5/2026). Sinergi ini diharapkan mampu memperkokoh persatuan nasional sekaligus menjaga warisan luhur budaya bangsa.

    Ketua Departemen Organisasi, Hubungan Antar Lembaga, dan Kaderisasi PB PERSINAS ASAD, Afghan Sulung Maulana, hadir mewakili Ketua Umum untuk menyampaikan apresiasi mendalam kepada Brigjen TNI Andri Amijaya Kusumah selaku Ketua Umum PSM. PB PERSINAS ASAD memandang bahwa di bawah nakhoda Brigjen TNI Andri, PSM berpotensi besar menjadi katalisator dalam mengintegrasikan nilai-nilai bela diri ke dalam jiwa profesionalisme prajurit, yang secara langsung berdampak pada penguatan ketahanan budaya di level nasional.

    “Kami siap berjalan beriringan dengan PSM untuk memastikan pencak silat tetap menjadi identitas yang membanggakan, baik di mata sipil maupun militer,” ujar Afghan Sulung Maulana di sela-sela prosesi pengukuhan tersebut.

    Integrasi Nilai Bela Diri dan Profesionalisme Prajurit

    Peristiwa ini bukan sekadar seremoni organisasi biasa. Kehadiran elemen militer yang merangkul pencak silat menandai babak baru dalam pelestarian seni tradisional di lingkungan pertahanan. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan prosesi sakral, yakni Penyematan Sabuk Hitam Kehormatan kepada Pangdam Jaya/Jayakarta, Letjen TNI Deddy Suryadi. Penghargaan ini merupakan simbol pengakuan atas dedikasi institusi militer dalam menjaga stabilitas keamanan yang dibalut dengan pelestarian budaya.

    Afghan Sulung Maulana menggarisbawahi bahwa kolaborasi ini sangat krusial. Melalui wadah PSM, para prajurit tidak hanya diasah secara fisik dan taktis, tetapi juga dibekali dengan filosofi pencak silat yang menjunjung tinggi etika, disiplin, dan semangat juang tanpa pamrih. Hal ini selaras dengan visi PERSINAS ASAD yang selama ini konsisten membina generasi muda agar memiliki karakter tangguh serta loyalitas tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Relasi harmonis antara kelompok sipil pencak silat dan institusi militer ini diyakini akan menciptakan ekosistem yang lebih solid. Dengan basis massa pesilat yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, dukungan PB PERSINAS ASAD menjadi angin segar bagi PSM dalam memperluas jangkauan pembinaannya.

    “Kami harap, kegiatan ini dapat menjadi awal dari sinergi berkelanjutan dalam membangun ekosistem pencak silat yang profesional, solid, dan mampu melahirkan kader-kader terbaik bagi bangsa dan negara,” tutur Afghan Sulung Maulana menambahkan.

    Membangun Ketahanan Budaya yang Tangguh

    Di era modernisasi yang bergerak begitu cepat, tantangan terhadap identitas nasional semakin nyata. Oleh karena itu, sinergi antara PERSINAS ASAD dan PSM menjadi benteng penting dalam memastikan pencak silat tetap relevan. Pengukuhan pengurus di tingkat daerah hingga cabang di DKI Jakarta ini merupakan langkah konkret untuk memastikan struktur organisasi berjalan efektif dalam melakukan pembinaan rutin.

    Pihak PB PERSINAS ASAD berharap agar kolaborasi ini terus berlanjut dalam berbagai program kerja sama, baik dalam bentuk pelatihan, kejuaraan, maupun pertukaran keahlian teknik bela diri. Semangat persatuan yang ditunjukkan di GOR Candrabhaga menjadi pesan kuat bagi seluruh insan pencak silat di Indonesia bahwa dengan bersatu, budaya bangsa akan semakin kuat menghadapi tantangan zaman.

    Glossary Strategis

    • PB PERSINAS ASAD: Pengurus Besar Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD, wadah bela diri yang fokus pada karakter dan prestasi nasional.
    • PSM (Persatuan Pencak Silat Militer): Organisasi yang mengoordinasikan pembinaan seni bela diri pencak silat di lingkungan prajurit TNI.
    • Ketahanan Budaya: Kemampuan suatu bangsa untuk mempertahankan identitas dan warisan budayanya dari pengaruh luar.
    • Katalisator: Seseorang atau sesuatu yang mempercepat terjadinya perubahan atau peristiwa penting.
  • Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.