DPRD Kabupaten Luwu bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menekankan krusialnya literasi politik dan pemahaman bela negara dalam Musyawarah Daerah (Musda) V LDII Kabupaten Luwu yang digelar di Gedung Balai Rasdiana (BRC) Belopa, Sulawesi Selatan, pada Rabu (3/6/2026). Perhelatan lima tahunan ini mengusung visi besar bertajuk “Penguatan SDM Profesional Religius dan Kontribusi LDII dalam Mewujudkan Kabupaten Luwu Unggul Berkarakter”, sebuah upaya sistematis untuk menyelaraskan peran organisasi dengan cita-cita pembangunan daerah.
Politik sebagai Instrumen Kebaikan Bersama
Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali, yang hadir sebagai salah satu narasumber utama, membedah secara mendalam mengenai peran strategis pendidikan politik. Baginya, politik tidak boleh dipandang secara sempit hanya sebagai arena perebutan kekuasaan, melainkan harus diinternalisasi sebagai mekanisme untuk menciptakan kemaslahatan publik yang lebih luas. Dinamika politik yang sehat akan melahirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat.
“Politik tidak hanya dimaknai perebutan kekuasaan tetapi juga sebagai sarana mewujudkan kebaikan bersama. Jabatan politik memang hanya berlangsung lima tahun, namun keputusannya dapat memberikan dampak jangka panjang dalam kehidupan,” ujar Gazali.
Lebih lanjut, Gazali menggarisbawahi bahwa kecerdasan intelektual saja tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan integritas moral. Ia menitikberatkan pada tiga pilar utama bagi setiap individu yang terjun ke masyarakat: karakter unggul, tanggung jawab moral, dan integritas diri yang tak tergoyahkan. Tanpa fondasi etika yang kuat, instrumen politik justru berisiko menjadi destruktif bagi tatanan sosial.
“Meskipun kita memiliki ilmu dan pendidikan tinggi, kalau tidak memiliki attitude yang baik, maka percuma. Politik ibaratnya sebuah pisau dapat menghasilkan manfaat atau sebaliknya bergantung siapa pemegangnya,” tambah Gazali.
Menanti Nahkoda Baru yang Amanah
Harapan besar disematkan pada hasil Musda V ini. Gazali menginginkan agar kepengurusan baru DPD LDII Kabupaten Luwu mampu melahirkan sosok pemimpin yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki kedalaman karakter. Kepercayaan masyarakat menjadi aset paling berharga yang harus dijaga oleh para pengurus terpilih nantinya.
“Pemimpin itu harus berintegritas dan bertanggungjawab. Berintegritas dan bertanggungjawab, harus dapat dipercaya serta dapat mengemban amanah secara maksimal,” harap Gazali.
Sinergitas Dakwah dan Semangat Nasionalisme
Di sisi lain, apresiasi tinggi datang dari Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Luwu, Hj. Enrika. Pemerintah daerah melihat LDII telah berhasil mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan bangsa melalui program pembinaan bela negara yang dikemas dalam bingkai dakwah. Sinergi semacam ini dianggap sangat membantu pemerintah dalam mendiseminasikan wawasan kebangsaan ke akar rumput secara efektif.
“Bela negara salah satu program kerja Kesbangpol, dengan sinergitas peran ormas Islam seperti LDII mempermudah pemerintah dalam memberikan wawasan bela negara. Sebab LDII sukses menyelaraskan program pembinaan bela negara melalui kegiatan dakwah dengan nilai-nilai nasionalisme bagi masyarakat,” ungkap Enrika.
Hj. Enrika juga memberikan catatan penting mengenai relevansi dakwah di tengah arus digitalisasi. Menurutnya, ormas Islam dituntut untuk meninggalkan pola-pola konvensional yang kaku jika ingin tetap relevan di mata generasi muda. Kreativitas dan inovasi dalam metode penyampaian pesan agama sangat diperlukan agar nilai-nilai luhur kebangsaan dapat diterima tanpa kesan menggurui.
“Dakwah harus mampu kita selaraskan dengan nilai-nilai semangat nasionalisme. Kita juga perlu berinovasi dan kreatif dalam metode dakwah agar pesan keagamaan serta kebangsaan semakin diminati oleh generasi muda di era sekarang. Untuk itu pendekatan konvensional menggunakan bahasa yang baku sudah tidak relevan bagi generasi muda,” imbau Enrika.
Melalui momentum Musda V ini, LDII Luwu diharapkan terus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif namun tetap memegang teguh prinsip religiusitas dan nasionalisme sebagai modal utama membangun Kabupaten Luwu yang lebih unggul.
Glossary: Mengenal Istilah dalam Berita
- Musda (Musyawarah Daerah): Forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kabupaten/kota dalam organisasi LDII untuk menentukan kepengurusan dan arah kebijakan organisasi.
- Kesbangpol: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, lembaga pemerintah yang mengurusi ideologi negara, wawasan kebangsaan, serta pengawasan organisasi kemasyarakatan.
- Literasi Politik: Kemampuan individu atau kelompok untuk memahami proses politik dan menggunakan pengetahuan tersebut secara aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
- Bela Negara: Tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.
- SDM Profesional Religius: Konsep pengembangan sumber daya manusia yang unggul dalam kompetensi teknis (profesional) sekaligus memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat (religius).
Baca juga artikel menarik lainnya di situs kami.